Jembatan Gembok Cinta – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melanjutkan upaya mempercantik kawasan Jalan H.R. Rasuna Said sebagai salah satu pusat aktivitas bisnis dan pemerintahan di ibu kota. Setelah menyelesaikan penataan jalan beserta pembongkaran tiang monorel yang mangkrak selama bertahun-tahun. Pemerintah daerah kini mengarahkan fokus pada revitalisasi Kali Cideng yang berada di sekitar Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Revitalisasi tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan, tetapi juga menghadirkan ruang publik yang lebih menarik bagi masyarakat. Salah satu gagasan yang di siapkan adalah pembangunan jembatan dengan konsep “gembok cinta” yang terinspirasi dari sejumlah destinasi wisata populer di Paris, Prancis.

Penataan Rasuna Said Berlanjut ke Revitalisasi Kali Cideng

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan bahwa proyek penataan Jalan H.R. Rasuna Said belum berakhir. Setelah kawasan jalan dan trotoar di perbaiki, tahap berikutnya adalah membenahi Kali Cideng agar tampil lebih bersih, tertata, dan nyaman di pandang.

Menurutnya, Dinas Sumber Daya Air akan bertanggung jawab melakukan normalisasi sekaligus mempercantik aliran sungai tersebut. Selain meningkatkan kualitas lingkungan, perbaikan ini di harapkan mampu menciptakan suasana yang lebih asri bagi masyarakat. Maupun para pekerja yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Pramono menyampaikan bahwa keberadaan sungai yang bersih akan memberikan nilai tambah bagi kawasan Rasuna Said yang selama ini di kenal sebagai salah satu pusat bisnis, diplomatik, dan pemerintahan di Jakarta.

Jembatan Gembok Cinta Jadi Ikon Baru Jakarta

Selain revitalisasi sungai, Pemprov DKI juga berencana membangun sebuah jembatan penyeberangan yang memiliki konsep berbeda dari biasanya. Jembatan tersebut dirancang sebagai simbol cinta sekaligus integritas, dengan mengadopsi tradisi pemasangan gembok yang populer di beberapa kota di Eropa, terutama Paris.

Dalam konsep tersebut, masyarakat nantinya dapat memasang gembok sebagai simbol kasih sayang maupun komitmen. Namun, Pramono memberikan sentuhan makna yang lebih luas dengan mengaitkannya pada nilai integritas karena lokasi jembatan berada tidak jauh dari Gedung KPK.

Ia berharap keberadaan jembatan tersebut tidak hanya menjadi tempat berfoto atau objek wisata baru, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kejujuran dan komitmen dalam kehidupan bermasyarakat.

Pramono Anung meresmikan penataan Jalan H.R. Rasuna Said

Kondisi Kali Cideng, depan Plaza Indonesia Menteng Jakarta Pusat pada Jumat (10/4/2026).

Revitalisasi Dilakukan Setelah Sungai Bersih

Pramono menjelaskan bahwa pembangunan jembatan baru akan dilakukan setelah proses revitalisasi Kali Cideng selesai. Kondisi air sungai yang bersih menjadi syarat utama agar kawasan tersebut benar-benar layak di jadikan ruang publik yang nyaman dan menarik.

Setelah seluruh pekerjaan selesai, jembatan penyeberangan di kawasan tersebut akan di fungsikan sebagai salah satu ikon baru Jakarta. Pemerintah berharap masyarakat dapat menikmati ruang terbuka yang lebih berkualitas sekaligus mendukung aktivitas pejalan kaki.

Konsep ini juga di harapkan mampu meningkatkan daya tarik kawasan Rasuna Said sebagai destinasi perkotaan yang memadukan fungsi bisnis, transportasi, dan ruang rekreasi.

Diselingi Candaan untuk Masyarakat

Dalam kesempatan tersebut, Pramono turut melontarkan candaan mengenai konsep gembok cinta yang akan di terapkan. Ia mengatakan simbol tersebut lebih cocok di gunakan oleh kalangan muda yang sedang menjalin hubungan.

Sementara bagi mereka yang sudah berkeluarga, ia berkelakar agar “gembok cinta” tetap di simpan di rumah. Pernyataan tersebut di sambut tawa para tamu yang hadir dalam acara peresmian penataan kawasan Rasuna Said.

Candaan tersebut sekaligus mencairkan suasana sekaligus menunjukkan bahwa konsep yang di usung tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga ingin menghadirkan ruang publik yang lebih dekat dengan masyarakat.

Penataan Rasuna Said Jadi Langkah Mempercantik Wajah Jakarta

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta telah meresmikan hasil penataan Jalan H.R. Rasuna Said sepanjang sekitar 3,8 kilometer. Proyek tersebut meliputi pembongkaran 109 tiang monorel yang telah lama terbengkalai, perataan badan jalan, pembenahan trotoar, serta penataan lanskap di sepanjang koridor jalan.

Berbagai elemen penghijauan juga di tambahkan untuk mempercantik kawasan, termasuk penempatan tanaman hias yang memberikan kesan lebih segar dan modern. Perubahan ini membuat wajah Jalan H.R. Rasuna Said terlihat jauh lebih rapi di bandingkan sebelumnya.

Ke depan, pemerintah optimistis revitalisasi Kali Cideng dan pembangunan jembatan bertema gembok cinta akan semakin memperkuat identitas kawasan tersebut sebagai salah satu landmark baru Jakarta. Dengan lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan ramah bagi pejalan kaki. Rasuna Said di harapkan menjadi contoh pengembangan kawasan perkotaan yang mengutamakan estetika, fungsi, serta kenyamanan masyarakat.