Pemerintah Kota Bengkulu – Mengambil langkah baru dalam menangani persoalan sosial yang melibatkan anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (gepeng). Pemerintah daerah mendorong agar anak-anak yang masih hidup di jalan masuk ke Program Sekolah Rakyat sebagai solusi pendidikan jangka panjang. Langkah ini muncul karena pemerintah ingin memutus rantai kehidupan jalanan sejak usia dini dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.
Pemerintah kota melihat banyak anak jalanan yang sebenarnya masih berada dalam usia sekolah. Kondisi ini mendorong Dinas Sosial untuk bergerak lebih cepat dalam memberikan akses pendidikan sekaligus pembinaan sosial. Pemerintah menilai pendidikan menjadi kunci utama untuk mengubah kehidupan mereka secara menyeluruh.
Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru untuk Anak Jalanan
Kepala Dinas Sosial Kota Bengkulu, Afriyenita, menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan ruang belajar bagi anak-anak jalanan. Ia menyampaikan bahwa pemerintah siap menampung dan membina mereka melalui berbagai program sosial yang sudah berjalan, termasuk Sekolah Rakyat.
Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga membangun karakter dan keterampilan hidup. Pemerintah ingin anak-anak tersebut mendapatkan lingkungan yang lebih stabil, jauh dari tekanan kehidupan jalanan. Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap mereka bisa tumbuh sebagai generasi yang mandiri dan produktif.
Afriyenita juga menekankan bahwa pemerintah ingin menghapus stigma negatif terhadap anak jalanan dengan memberikan kesempatan yang setara dalam pendidikan. Ia menilai setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan masa depan yang lebih baik.
Penguatan Regulasi untuk Penanganan Gepeng
Selain fokus pada pendidikan, pemerintah kota juga memperkuat pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2017 tentang penanganan anak jalanan, gelandangan, dan pengemis. Regulasi ini menjadi dasar hukum dalam mengatur berbagai langkah penertiban dan pembinaan di lapangan.
Dinas Sosial terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar memahami isi aturan tersebut. Pemerintah ingin masyarakat ikut berperan aktif dalam mendukung penanganan gepeng dengan tidak memberikan uang secara langsung di jalan.
Pemerintah menilai kebiasaan memberi uang di jalan justru memperkuat ketergantungan dan menghambat proses pembinaan. Dengan mengurangi praktik tersebut, pemerintah berharap proses rehabilitasi sosial berjalan lebih efektif.

Pemerintah Kota Bengkulu saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat di kawasan Pasar Panorama Kota Bengkulu, Sabtu (25/4/2026).
Aksi Lapangan dan Pendataan Rutin
Dinas Sosial Kota Bengkulu terus turun ke lapangan untuk memantau kondisi anak jalanan dan gepeng di berbagai titik kota. Petugas melakukan pendataan secara langsung untuk mengetahui kondisi sosial mereka secara lebih akurat.
Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya. Pemerintah kemudian mengarahkan individu yang terdata ke program pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, baik melalui pendidikan, pelatihan keterampilan, maupun pendampingan sosial.
Langkah ini juga bertujuan untuk mengurangi jumlah anak jalanan yang kembali ke jalan setelah mendapatkan bantuan awal. Pemerintah ingin menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan, bukan sekadar penanganan sementara.
Edukasi Publik dan Perubahan Pola Pikir Masyarakat
Pemerintah Kota Bengkulu terus mengajak masyarakat untuk mengubah pola pikir dalam memberikan bantuan sosial. Pemerintah mendorong masyarakat agar menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi atau program pemerintah yang sudah memiliki sistem penyaluran yang jelas.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang. Pemerintah juga menilai partisipasi masyarakat sangat penting dalam menciptakan perubahan sosial yang lebih baik.
Selain itu, pemerintah mengingatkan adanya sanksi bagi pelanggaran aturan yang tertuang dalam perda. Kebijakan ini hadir untuk menjaga ketertiban umum dan memperkuat efektivitas program penanganan gepeng di lapangan.
Harapan Menuju Kota yang Lebih Tertib dan Humanis
Pemerintah Kota Bengkulu menargetkan terciptanya lingkungan kota yang lebih tertib, aman, dan humanis melalui berbagai program sosial tersebut. Pemerintah ingin mengubah pendekatan dari sekadar penertiban menjadi pemberdayaan yang berkelanjutan.
Dengan menggabungkan pendidikan, pembinaan, dan penegakan aturan, pemerintah berharap anak-anak jalanan dapat keluar dari lingkaran kemiskinan. Program Sekolah Rakyat menjadi salah satu langkah penting dalam membangun masa depan mereka.
Ke depan, pemerintah ingin memperkuat kolaborasi antara instansi, masyarakat, dan lembaga sosial agar penanganan anak jalanan berjalan lebih efektif. Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan perubahan nyata dan memberikan kesempatan hidup yang lebih baik bagi generasi muda di Kota Bengkulu.