Masjid Fatahillah –  Yang berada di Gejayan, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman, menerima hewan kurban berukuran tidak biasa pada perayaan Iduladha tahun ini. Seekor sapi berbobot sekitar 1,1 ton di sembelih dan menghasilkan sekitar 700 kilogram daging bersih yang kemudian di bagikan kepada masyarakat sekitar.

Ketua Takmir Masjid Fatahillah Gejayan, Muhani, menjelaskan bahwa proses penyembelihan sapi kurban tersebut berlangsung pada hari pertama Iduladha, yakni Rabu (27/5). Warga sekitar bersama pengurus masjid ikut terlibat langsung dalam proses penyembelihan hingga pendistribusian daging.

Sapi kurban tersebut berasal dari seseorang berinisial TIW. Identitas lengkap pemberi kurban tidak di sampaikan kepada publik sesuai permintaan pihak terkait.

Sapi Berbobot 1,1 Ton Hasilkan Daging Melimpah

Muhani menyampaikan bahwa sapi yang datang ke Masjid Fatahillah memiliki bobot hidup sekitar 1,1 ton. Hewan tersebut termasuk kategori sapi besar dengan jenis metal jumbo yang jarang di terima oleh masjid di wilayah tersebut.

Setelah proses penyembelihan selesai, panitia kurban mencatat hasil daging bersih mencapai sekitar 700 kilogram. Jumlah tersebut jauh lebih besar d ibandingkan kurban sapi pada umumnya, sehingga panitia menyiapkan sistem distribusi khusus agar seluruh daging tersalurkan dengan baik.

Panitia kemudian membagikan daging kurban kepada warga sekitar masjid. Tidak hanya itu, distribusi juga menjangkau beberapa daerah lain di luar Sleman seperti Kulon Progo, Magelang, Wonosari, hingga Wonosobo. Penyaluran tersebut menyasar jamaah masjid yang memiliki keluarga atau tinggal di wilayah tersebut.

Proses Kurban Libatkan Warga Sekitar

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Masjid Fatahillah berlangsung dengan melibatkan banyak warga setempat. Pengurus masjid bersama masyarakat bergotong royong dalam proses pemotongan, pengemasan, hingga distribusi daging kepada penerima manfaat.

Muhani mengaku bahwa pihaknya baru pertama kali menerima hewan kurban dengan bobot sebesar itu. Ia menilai momen tersebut menjadi pengalaman berharga bagi pengurus masjid dan warga sekitar.

Menurutnya, kehadiran sapi kurban jumbo ini memberikan kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat karena jumlah daging yang tersedia sangat melimpah dan dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat.

Sapi Kurban

Jemaah Masjid Fatahillah, Sleman saat hendak menyembelih sapi misterius berinisial “TIW” seberat 1,1 ton di Kompleks Masjid Fatahillah Gejayan, Condongcatur, Depok, Rabu (27/5).

Identitas Donatur Kurban Masih Dirahasiakan

Panitia Masjid Fatahillah menerima sapi kurban tersebut dengan informasi bahwa pemberinya berinisial TIW. Namun pihak masjid tidak mengetahui identitas lengkap donatur karena tidak disampaikan secara terbuka.

Muhani menegaskan bahwa pihak masjid menghormati permintaan untuk menjaga kerahasiaan identitas pemberi kurban. Ia menyampaikan bahwa yang terpenting adalah manfaat dari hewan kurban tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Sapi tersebut tiba di masjid pada pagi hari saat Hari Raya Iduladha, lengkap dengan informasi inisial TIW yang juga tercantum pada bagian hewan kurban.

Lokasi Masjid Dekat Tokoh Nasional

Masjid Fatahillah Gejayan berada di kawasan Padukuhan Gejayan, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Sleman. Lokasinya tidak jauh dari kediaman tokoh nasional Amien Rais.

Muhani menyebut bahwa kedekatan lokasi ini juga menjadi perhatian warga sekitar. Ia menambahkan bahwa Amien Rais merupakan salah satu tokoh yang turut berperan dalam sejarah pendirian masjid tersebut.

Kurban Besar Jadi Berkah untuk Warga Sekitar

Muhani menilai kehadiran sapi kurban berukuran besar ini membawa berkah tersendiri bagi masyarakat Gejayan dan sekitarnya. Dengan hasil daging mencapai sekitar 700 kilogram, panitia mampu memperluas jangkauan distribusi hingga ke berbagai daerah di luar Sleman.

Ia juga menyampaikan rasa syukur karena proses penyembelihan hingga pembagian berjalan lancar tanpa kendala berarti. Warga sekitar turut membantu sehingga seluruh rangkaian kegiatan kurban dapat terlaksana dengan tertib.

Peristiwa ini sekaligus menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban serta kepedulian sosial terhadap sesama.