Kota Bandung – Kembali menjadi pusat perhatian setelah Persib Bandung berhasil meraih gelar juara kompetisi liga utama Indonesia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Kemenangan tersebut memicu gelombang perayaan besar-besaran yang terjadi di berbagai sudut kota, terutama pada Sabtu malam, sesaat setelah pertandingan penentuan berakhir di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Suasana penuh kegembiraan langsung menyebar ke jalan-jalan utama kota. Ribuan warga turun ke jalan, membawa semangat kemenangan dengan sorakan dan yel-yel kebanggaan terhadap klub kebanggaan mereka. Euforia ini semakin meriah dengan adanya pertunjukan kembang api yang menerangi langit malam Bandung, menambah semarak suasana perayaan yang berlangsung hingga larut malam.
Titik Keramaian dan Konvoi Suporter di Berbagai Lokasi
Salah satu pusat keramaian terjadi di kawasan perempatan Jalan Braga dan Jalan Naripan. Di lokasi tersebut, massa suporter berkumpul dan merayakan kemenangan tepat setelah pertandingan antara Persib Bandung melawan Persijap Jepara berakhir. Sorak sorai “Persib juara” terdengar terus-menerus, mencerminkan antusiasme luar biasa dari para pendukung.
Kerumunan serupa juga terlihat di beberapa titik strategis kota lainnya. Di kawasan simpang Braga, Tamblong, dan Suniaraja, hingga sekitar area Center Point, masyarakat tumpah ruah ke jalan. Kepadatan juga di laporkan terjadi di kawasan Viaduct di depan kantor pusat PT KAI, Jalan Wastukencana di Babakan Ciamis, Jalan Pajajaran, hingga perempatan Cihampelas dan A. Rivai.
Tidak hanya di pusat kota, warga dari gang-gang permukiman juga turut keluar untuk merayakan kemenangan ini. Suasana kebersamaan antara berbagai kalangan usia terlihat jelas, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, semuanya larut dalam kegembiraan yang sama.
Hasil Pertandingan dan Posisi Akhir Klasemen
Kepastian Persib Bandung sebagai juara di tentukan setelah mereka mengamankan satu poin penting dari laga pamungkas melawan Persijap Jepara. Pertandingan yang digelar di GBLA tersebut berakhir dengan skor imbang tanpa gol. Hasil ini sudah cukup untuk memastikan posisi Persib di puncak klasemen akhir.
Dengan tambahan satu poin tersebut, Persib mengakhiri musim dengan total 79 poin. Jumlah ini sejajar dengan Borneo FC Samarinda yang juga mengoleksi poin sama setelah meraih kemenangan besar di pertandingan terakhir mereka. Namun, Persib tetap unggul berkat catatan head-to-head yang lebih baik, sehingga berhak atas gelar juara musim ini.

Situasi perayaan Persib Bandung sebagai juara Liga Indonesia di Simpang Jalan Braga-Jalan Naripan, Bandung, Sabtu (23/5/2026).
Rekor Baru dan Dominasi Tiga Musim Beruntun
Keberhasilan ini menandai sejarah baru dalam kompetisi sepak bola Indonesia modern. Persib Bandung menjadi klub pertama yang mampu menjuarai liga utama selama tiga musim berturut-turut sejak era kompetisi Liga 1 di mulai pada tahun 2017.
Capaian ini sekaligus mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh Bali United, yang pernah meraih gelar pada periode berbeda. Dominasi Persib selama tiga musim berturut-turut menunjukkan konsistensi performa yang luar biasa dalam jangka panjang, sesuatu yang tidak mudah dicapai dalam kompetisi yang sangat kompetitif.
Peran Pelatih dan Transformasi Tim
Kesuksesan Persib musim ini tidak terlepas dari peran besar pelatih Bojan Hodak. Ia berhasil membawa tim melewati masa transisi penting setelah beberapa pemain kunci meninggalkan skuad. Meski menghadapi perubahan besar, Persib tetap mampu mempertahankan stabilitas permainan dan performa di level tertinggi.
Perubahan komposisi pemain juga menjadi faktor penting dalam perjalanan juara ini. Kehadiran gelandang berpengalaman seperti Thom Haye memberikan pengaruh besar dalam penguasaan lini tengah. Selain itu, kontribusi Eliano Reijnders dalam membangun alur permainan serta kerja keras Adam Alis membuat tim semakin solid dan seimbang.
Soliditas Pertahanan dan Kekuatan Kolektif
Di bawah arahan Bojan Hodak, Persib Bandung berkembang menjadi tim dengan organisasi pertahanan yang sangat kuat. Sepanjang musim, mereka hanya kebobolan 22 gol dan mampu menjaga rekor tidak terkalahkan dalam 22 pertandingan. Statistik ini menunjukkan betapa di siplin dan efektifnya sistem permainan yang di terapkan.
Keberhasilan ini bukan hanya hasil dari kemampuan individu pemain, tetapi juga kekuatan kolektivitas tim secara keseluruhan. Kombinasi antara strategi pelatih, kedalaman skuad, serta mental juara menjadi kunci utama yang membawa Persib kembali meraih kejayaan.
Penutup
Perayaan besar di Kota Bandung menjadi cerminan dari besarnya dukungan masyarakat terhadap Persib Bandung. Lebih dari sekadar kemenangan di atas lapangan, gelar juara ini menjadi simbol kebanggaan, kerja keras, dan konsistensi sebuah tim yang berhasil mencatat sejarah baru dalam sepak bola Indonesia.