Korban Gempa – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik pangan kepada masyarakat yang terdampak gempa di Kabupaten Sigi. Langkah ini muncul sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan kemanusiaan terhadap warga yang mengalami dampak langsung dari bencana alam tersebut.

Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, menyampaikan bahwa bantuan yang di salurkan berasal dari kontribusi para pegawai Bulog Sulteng. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi bagian dari misi kemanusiaan yang di jalankan secara sukarela oleh internal perusahaan untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak.

Dalam situasi darurat seperti ini, kebutuhan bahan pangan menjadi prioritas utama bagi warga yang kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar. Oleh karena itu, Bulog menyalurkan bantuan logistik berupa beras, minyak goreng, serta gula pasir untuk mendukung kebutuhan harian masyarakat.

Distribusi Bantuan Logistik oleh Bulog Sulawesi Tengah

Bulog Sulteng menyalurkan sekitar 80 karung beras dalam kemasan masing-masing lima kilogram. Selain beras, bantuan juga mencakup minyak goreng dan gula pasir yang di harapkan dapat membantu mencukupi kebutuhan pangan sementara bagi para korban gempa.

Penyaluran bantuan ini tidak hanya bersifat tanggap darurat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Bulog dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat terdampak bencana. Pihak Bulog menyadari bahwa pemulihan kondisi masyarakat membutuhkan dukungan dari berbagai sektor, terutama dalam penyediaan kebutuhan dasar.

Selain bantuan kebencanaan, Bulog juga menjalankan program bantuan pangan reguler bagi warga prasejahtera di Kabupaten Sigi. Program ini menyasar masyarakat di Kecamatan Nokilalaki dan Palolo, dengan setiap penerima manfaat mendapatkan alokasi 20 kilogram beras per bulan. Program tersebut membantu menjaga ketersediaan pangan bagi kelompok rentan di wilayah tersebut.

Koordinasi Penanganan Bencana dan Peran Pemerintah

Bulog menegaskan bahwa penugasan khusus terkait bantuan kebencanaan akan berjalan melalui koordinasi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas) serta pemerintah daerah setempat. Mekanisme ini memastikan distribusi bantuan berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Sinergi antara lembaga pemerintah, BUMN, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat pemulihan kondisi pascabencana. Koordinasi tersebut juga membantu memastikan bahwa bantuan tidak hanya terdistribusi secara cepat, tetapi juga merata di wilayah terdampak.

Korban Gempa

Puing-puing rumah warga di Desa Kamarora A, Kecamatan Nokilalaki berserakan akibat dampak gempa 6,7 mengguncang Kabupaten Sigi, Rabu (17/6/2026).

Dukungan Pemerintah Daerah dan Respons Pasca Gempa

Wakil Bupati Sigi, Samuel Pongi, menyampaikan apresiasi atas berbagai bantuan yang mulai berdatangan sejak hari kedua setelah gempa terjadi. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan dasar seperti bahan makanan, air bersih, tenda, serta berbagai perlengkapan darurat lainnya.

Ia menegaskan bahwa partisipasi berbagai pihak sangat membantu proses pemulihan awal bagi masyarakat terdampak. Pemerintah daerah juga terus berupaya mempercepat penanganan melalui berbagai langkah strategis di lapangan.

Upaya Tanggap Darurat dan Distribusi Logistik di Lapangan

Hingga hari ketiga setelah gempa, Satuan Tugas (Satgas) penanganan darurat terus melakukan berbagai kegiatan pemulihan. Aktivitas tersebut meliputi distribusi logistik, pembersihan puing bangunan, serta pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Langkah-langkah ini dilakukan secara terkoordinasi untuk memastikan kebutuhan mendesak masyarakat dapat terpenuhi. Tim di lapangan juga terus memantau kondisi wilayah terdampak agar proses evakuasi dan bantuan berjalan optimal.

Data Dampak Gempa di Kabupaten Sigi

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) per 18 Juni, jumlah masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Sigi mencapai 2.109 kepala keluarga atau sekitar 6.412 jiwa. Data ini menunjukkan skala dampak yang cukup luas di berbagai wilayah.

Selain dampak terhadap penduduk, gempa juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum sebanyak 84 unit. Fasilitas tersebut mencakup sekolah, rumah ibadah, kantor pemerintahan, puskesmas, serta jaringan air bersih yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.

Kerusakan rumah warga juga mengalami peningkatan dengan total 1.652 unit terdampak. Rinciannya terdiri dari 1.472 unit rumah rusak ringan, 111 unit rusak sedang, dan 69 unit rusak berat. Seluruh rumah terdampak tersebar di 38 desa di wilayah Kabupaten Sigi.

Kesimpulan: Sinergi Kemanusiaan dalam Penanganan Bencana Sigi

Penyaluran bantuan oleh Bulog Sulawesi Tengah menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa di Kabupaten Sigi. Langkah ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara lembaga pemerintah, BUMN, dan pemerintah daerah dalam menghadapi situasi darurat.

Dengan adanya bantuan logistik, program pangan berkelanjutan, serta koordinasi lintas instansi, proses pemulihan diharapkan dapat berjalan lebih cepat. Upaya ini sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan pangan masyarakat di wilayah terdampak bencana.