Desa Teratak – Di Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, kini mengalami perubahan ekonomi yang sangat terasa. Aktivitas pandai besi yang dulu berjalan sederhana berubah menjadi pusat produksi yang lebih modern dan produktif. Setiap dentingan palu yang mengenai besi tidak lagi sekadar bunyi pekerjaan, tetapi menjadi tanda bahwa ekonomi desa terus bergerak maju.

Perubahan ini muncul dari kombinasi kerja keras masyarakat, dukungan teknologi, serta kolaborasi strategis dengan pihak perusahaan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

TJSL PalmCo Dorong Lompatan Besar Usaha Pandai Besi

PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo mengambil peran penting dalam perubahan ini. Program TJSL yang mereka jalankan membuka jalan bagi para pengrajin besi untuk keluar dari keterbatasan lama. Melalui kemitraan dengan CV Mola Maju Basamo (MMB), para pengrajin mulai membentuk sistem kerja yang lebih terorganisasi.

Sebelumnya, para pandai besi bekerja secara terpisah dalam skala kecil. Setelah kolaborasi ini terbentuk, mereka mulai menyatukan proses produksi, memperbaiki manajemen usaha, dan membangun pola kerja yang lebih terstruktur. Perubahan ini mempercepat pertumbuhan usaha secara signifikan.

Teknologi Baru Gandakan Kapasitas Produksi

Perubahan paling mencolok terjadi ketika mesin modern masuk ke dalam proses produksi. Bantuan berupa mesin air hammer dan automatic grinder senilai Rp115 juta mengubah cara kerja secara menyeluruh.

Sebelumnya, para pengrajin hanya mampu menghasilkan sekitar 3.000 unit alat perkebunan setiap bulan. Setelah penggunaan mesin baru, angka produksi melonjak hingga 30.000 unit per bulan. Lonjakan ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas.

Teknologi baru ini membuat proses penempaan besi menjadi lebih cepat, presisi, dan stabil. Para pekerja kini mampu menyelesaikan pekerjaan dalam waktu lebih singkat tanpa mengurangi kualitas produk.

Pandai Besi

Produk pandai besi di Desa Taratak Kabupaten Kampar binaan PTPN IV PalmCo Regional III di Provinsi Riau.

Transformasi Usaha dari KUB ke Sentra Produksi Modern

CV Mola Maju Basamo berperan sebagai penghubung utama dalam transformasi ini. Pimpinan usaha, Desrico Apriyus, melihat perubahan besar sejak awal kolaborasi dengan PTPN IV PalmCo pada masa pandemi 2020.

Saat banyak usaha mengalami penurunan, kerja sama ini justru membuka jalan baru. PTPN IV PalmCo menyerap produk pandai besi, memberikan pendampingan, serta menjaga keberlangsungan produksi.

Tahun berikutnya, perusahaan memperkuat dukungan dengan memberikan pembiayaan kemitraan senilai Rp800 juta. Dana ini memperkuat modal usaha dan mempercepat proses modernisasi.

Perubahan tersebut mengubah pola kerja dari Kelompok Usaha Bersama (KUB) menjadi badan usaha yang lebih profesional dan kompetitif.

Peningkatan Produksi Buka Lapangan Kerja Baru

Lonjakan produksi membawa dampak langsung pada kebutuhan tenaga kerja. Jumlah pekerja yang sebelumnya hanya belasan orang kini bertambah menjadi 23 orang. Dalam waktu dekat, angka ini berpotensi naik menjadi lebih dari 30 pekerja aktif.

Tidak hanya itu, sekitar 100 pemuda desa ikut terlibat dalam distribusi dan pemasaran produk. Mereka memanfaatkan platform digital serta jaringan pasar lokal untuk memperluas jangkauan penjualan.

Perubahan ini menciptakan efek ekonomi berantai. Aktivitas ekonomi desa meningkat, tingkat pengangguran menurun, dan perputaran uang lokal semakin aktif.

Kesejahteraan Pekerja Ikut Meningkat

Peningkatan produksi juga berdampak pada pendapatan pekerja. Sebelumnya, penghasilan pengrajin berada pada level terbatas. Kini, rata-rata pekerja memperoleh penghasilan sekitar Rp7 juta per bulan.

Dengan efisiensi yang terus meningkat, pendapatan tersebut berpotensi naik hingga Rp10 juta sampai Rp15 juta per bulan. Kondisi ini menunjukkan bahwa modernisasi usaha langsung memberikan dampak nyata pada kesejahteraan masyarakat desa.

Dampak Sosial dan Penguatan Komunitas

Perubahan ekonomi ini juga memperkuat struktur sosial di Desa Teratak. Sebagian keuntungan usaha dialokasikan untuk kegiatan sosial, termasuk dukungan terhadap kegiatan masyarakat dan penguatan solidaritas desa.

Lingkungan sosial yang lebih kuat menciptakan stabilitas yang mendukung keberlanjutan usaha. Masyarakat tidak hanya menjadi pekerja, tetapi juga bagian dari ekosistem ekonomi yang saling mendukung.

Komitmen Perusahaan untuk Ekonomi Berkelanjutan

PTPN IV PalmCo melalui TJSL menekankan pendekatan jangka panjang. Direktur Utama Jatmiko Santosa menegaskan bahwa perusahaan membangun kemitraan untuk menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat.

Perusahaan tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga mendorong terbentuknya rantai ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Tujuan utama program ini mencakup penciptaan lapangan kerja, peningkatan kapasitas produksi, dan penguatan usaha lokal.

Kesimpulan: Dari Bengkel Kecil Menuju Sentra Industri Desa

Desa Teratak menunjukkan bagaimana kolaborasi antara masyarakat dan perusahaan mampu mengubah wajah ekonomi lokal. Pandai besi yang dulu berjalan terbatas kini berkembang menjadi industri produktif dengan teknologi modern dan sistem kerja yang lebih terstruktur.

Denting besi di desa ini tidak hanya menghasilkan alat perkebunan, tetapi juga membuka jalan bagi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan masa depan yang lebih stabil bagi masyarakat.