Perayaan Idul Adha – Selalu menghadirkan berbagai hidangan berbahan dasar daging kurban. Masyarakat biasanya mengolah daging sapi atau kambing menjadi aneka masakan seperti sate, gulai, rendang, tongseng, hingga semur untuk di santap bersama keluarga.

Momen tersebut memang menjadi bagian penting dalam tradisi Idul Adha di Indonesia. Namun di balik kenikmatan menyantap hidangan daging, masyarakat tetap perlu memperhatikan kesehatan tubuh, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, penyakit jantung, atau stroke.

Dokter spesialis neurologi Heri Munajib mengingatkan bahwa konsumsi daging merah secara berlebihan dapat memicu gangguan kesehatan serius jika tidak di imbangi dengan pola makan yang sehat.

Meski begitu, Heri menegaskan bahwa masyarakat tetap boleh menikmati daging kurban selama mengatur porsinya dengan baik dan memilih cara pengolahan yang lebih sehat.

Konsumsi Daging Berlebihan Bisa Tingkatkan Risiko Stroke

Menurut Heri, sejumlah penelitian menunjukkan peningkatan kasus stroke setelah perayaan Idul Adha. Kondisi tersebut biasanya muncul akibat pola makan tinggi lemak jenuh, garam, dan kolesterol selama beberapa hari berturut-turut.

Makanan seperti gulai, rendang, atau olahan daging bersantan sering mengandung kadar lemak dan sodium tinggi. Jika seseorang mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan, tubuh dapat mengalami peningkatan tekanan darah dan kadar kolesterol secara cepat.

Selain itu, konsumsi jeroan dalam jumlah besar juga dapat memperburuk kondisi kesehatan. Organ dalam hewan seperti hati, usus, dan limpa umumnya mengandung kadar kolesterol lebih tinggi di bandingkan daging tanpa lemak.

Kondisi tersebut dapat mengganggu aliran darah dalam pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung maupun stroke, terutama bagi orang yang sudah memiliki faktor risiko sebelumnya.

Karena itu, masyarakat perlu lebih bijak saat menikmati sajian khas Idul Adha agar tubuh tetap sehat selama perayaan berlangsung.

Batasi Porsi Daging agar Tubuh Tetap Sehat

Salah satu langkah penting untuk menjaga kesehatan saat Idul Adha yaitu mengatur jumlah konsumsi daging merah. Heri menyarankan masyarakat membatasi konsumsi daging sekitar satu hingga tiga kali makan dalam seminggu.

Untuk setiap porsi makan, jumlah daging yang di sarankan berkisar antara 56 hingga 85 gram. Sebagai gambaran sederhana, ukuran tersebut setara dengan satu potong kecil daging atau sekitar setengah telapak tangan orang dewasa.

Bagi orang dengan kondisi tubuh sehat, konsumsi daging merah sekitar 50 hingga 100 gram per hari masih tergolong aman. Namun orang dengan hipertensi, kolesterol tinggi, penyakit jantung, atau riwayat stroke perlu lebih berhati-hati dan mengurangi konsumsi daging olahan.

Mengontrol porsi makan sangat penting karena tubuh membutuhkan keseimbangan nutrisi, bukan hanya asupan protein dari daging merah.

Selain mengatur jumlah daging, masyarakat juga perlu memperbanyak konsumsi sayur, buah, dan air putih agar sistem metabolisme tubuh tetap berjalan dengan baik.

Tips Aman Makan Daging

Tips Aman Makan Daging

Pilih Daging Rendah Lemak untuk Kurangi Risiko Kolesterol

Jenis bagian daging yang di konsumsi juga memengaruhi kesehatan tubuh. Heri menyarankan masyarakat memilih bagian daging sapi yang memiliki kandungan lemak lebih rendah.

Beberapa bagian daging yang lebih sehat antara lain sirloin, paha belakang atau round, serta bagian pinggang atau loin. Potongan tersebut mengandung lemak lebih sedikit di bandingkan bagian lain seperti sandung lamur atau daging berlemak tebal.

Memilih daging rendah lemak membantu mengurangi asupan lemak jenuh yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.

Selain itu, Heri juga mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu sering mengonsumsi jeroan selama Idul Adha. Walaupun banyak orang menyukai olahan hati atau usus, kandungan kolesterol pada jeroan jauh lebih tinggi dibandingkan daging biasa.

Jika dikonsumsi berlebihan, jeroan dapat mempercepat penumpukan lemak dalam pembuluh darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Cara Mengolah Daging Sangat Menentukan Dampak Kesehatan

Selain jenis dan jumlah daging, cara memasak juga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Banyak hidangan khas Idul Adha menggunakan santan, minyak berlebih, dan garam dalam jumlah tinggi.

Padahal penggunaan bahan tersebut secara berlebihan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan kolesterol.

Heri menyarankan masyarakat memilih metode memasak yang lebih sehat seperti merebus, memanggang, atau mengukus. Teknik memasak tersebut membantu mengurangi kandungan lemak tambahan dalam makanan.

Jika ingin memasak gulai atau rendang, masyarakat dapat mengurangi penggunaan santan dan garam agar hidangan tetap lebih aman untuk tubuh.

Selain itu, hindari penggunaan penyedap rasa secara berlebihan karena kandungan sodium tinggi juga dapat memicu tekanan darah naik secara cepat.

Menikmati Idul Adha dengan Pola Makan Seimbang

Idul Adha tetap bisa menjadi momen menyenangkan tanpa harus mengorbankan kesehatan tubuh. Kunci utamanya terletak pada pengendalian porsi makan, pemilihan bahan makanan yang lebih sehat, serta cara pengolahan yang tepat.

Masyarakat tidak perlu menghindari daging sepenuhnya. Namun menjaga keseimbangan pola makan sangat penting agar tubuh tetap sehat setelah perayaan berlangsung.

Dengan konsumsi yang bijak, masyarakat tetap dapat menikmati hidangan khas Idul Adha sambil menjaga kesehatan jantung, tekanan darah, dan kadar kolesterol tetap stabil.