Sean Gelael Di Lone Star Le Mans 2026 harus mengakhiri perjuangannya tanpa poin setelah Team WRT 32 menghadapi kendala teknis pada BMW M4 GT3. Padahal, Sean bersama Darren Leung dan Augusto Farfus sempat membuka peluang untuk bersaing di barisan depan kelas LMGT3 dalam balapan di Circuit of the Americas (COTA).
Team WRT 32 datang ke perlombaan dengan modal yang cukup menjanjikan. Mereka sebelumnya mencatat posisi ketujuh pada sesi kualifikasi LMGT3. Kemudian, penalti yang menimpa AF Corse 21 membuat posisi start mereka naik satu tingkat.
Situasi tersebut meningkatkan peluang Sean dan rekan-rekannya untuk memburu hasil positif. Namun, jalannya perlombaan kemudian menghadirkan tantangan yang mengubah keadaan secara signifikan.
Darren Leung Sempat Bawa WRT 32 Bersaing di Depan
Darren Leung mendapat tugas sebagai pembalap pertama Team WRT 32 pada balapan yang berlangsung Senin (7/9/2026) dini hari WIB. Kondisi lintasan yang basah menambah tingkat kesulitan sejak awal perlombaan.
Meski demikian, Leung mampu menunjukkan kecepatan kompetitif. Pembalap asal Inggris tersebut berhasil membawa mobilnya bersaing di kelompok depan pada fase awal balapan.
Bahkan, Leung sempat menempati posisi kedua kelas LMGT3. Persaingan yang berlangsung ketat kemudian membuat posisinya berubah dan ia berada di urutan keempat.
Pada tahap ini, Team WRT 32 masih memiliki kesempatan untuk mengejar podium. Performa awal Leung memperlihatkan bahwa mereka mampu memberikan perlawanan kepada para rival di kelas LMGT3.
Namun, situasi berubah ketika mobil BMW M4 GT3 yang dikendarai Leung mulai mengalami masalah.
Masalah As Roda Mengubah Jalannya Balapan
Leung secara bertahap kehilangan posisi setelah sebelumnya berada di P4. Ia turun ke posisi keenam, kemudian ketujuh, sebelum akhirnya membawa mobil Team WRT 32 menuju pit.
Tim menemukan masalah teknis pada bagian as roda BMW M4 GT3. Kondisi tersebut memaksa kru melakukan penggantian komponen agar mobil bisa kembali melanjutkan perlombaan.
Proses perbaikan membutuhkan waktu sekitar 25 menit. Durasi tersebut memberikan dampak besar terhadap posisi Team WRT 32 karena para pesaing terus melaju selama mobil mereka berada di area pit.
Sean kemudian mengambil alih kemudi dari Leung. Akan tetapi, jarak dengan pemimpin kelas LMGT3 sudah terlalu jauh untuk dikejar. Team WRT 32 tertinggal sekitar 10 lap dari mobil yang memimpin perlombaan.
Kondisi itu membuat peluang untuk memperebutkan podium praktis menghilang. Meski demikian, Sean tetap melanjutkan balapan dan berusaha membawa mobil sampai akhir.

Sean Gelael dan Team WRT 32 cuma finis ke-16 di Lone Star Le Mans 2026 .
Sean Gelael dan WRT 32 Tetap Berjuang hingga Finis
Team WRT 32 tidak memilih berhenti meskipun kendala teknis telah mengubah target mereka. Sean, Leung, dan Augusto Farfus tetap menjalankan tugas masing-masing untuk menyelesaikan Lone Star Le Mans 2026.
Pada akhirnya, mereka menutup perlombaan di posisi ke-16 kelas LMGT3. Hasil tersebut membuat WRT 32 gagal membawa pulang poin dari COTA.
Sean mengakui hasil tersebut tidak sesuai dengan target tim. Namun, ia menerima bahwa masalah seperti itu dapat muncul dalam sebuah perlombaan.
“Bukan hasil yang kami inginkan. Tapi, ya, balapan memang terkadang seperti ini,” ujar Sean melalui keterangan yang diterima media.
Kegagalan meraih poin terasa semakin berat karena WRT 32 sebenarnya sempat menunjukkan potensi kuat pada awal perlombaan. Mereka mampu bergerak ke kelompok depan sebelum masalah teknis menghambat perjalanan tim.
Lone Star Le Mans 2026 Berlangsung Penuh Drama
Bukan hanya Team WRT 32 yang menghadapi balapan sulit di COTA. Lone Star Le Mans atau 6 Hours of COTA menghadirkan berbagai dinamika sejak perlombaan berlangsung.
Race control beberapa kali menggunakan Safety Car (SC) dan Full Course Yellow (FCY) untuk mengendalikan situasi di lintasan. Kondisi tersebut turut memengaruhi ritme persaingan sepanjang balapan.
Setelah seluruh rangkaian perlombaan berakhir, Heart of Racing Team nomor 27 keluar sebagai pemenang kelas LMGT3. Sementara itu, Ferrari mencatat kemenangan pertamanya pada musim ini di kelas Hypercar melalui mobil nomor 50.
Setelah menyelesaikan tantangan di Amerika Serikat, FIA World Endurance Championship (WEC) 2026 akan berlanjut ke Jepang. Sirkuit Fuji menjadi lokasi putaran kelima yang dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026.
Bagi Sean Gelael dan Team WRT 32, hasil Lone Star Le Mans 2026 menjadi akhir pekan yang tidak berjalan sesuai harapan. Mereka sempat memiliki kesempatan bersaing di posisi depan, tetapi kerusakan as roda dan waktu perbaikan yang panjang akhirnya membuat peluang meraih podium serta poin menghilang.