Polisi Malaysia Memburu Imigran Kabur dari Depot Tahanan Imigrasi Tanah Merah di Kelantan sejak Minggu 23 Agustus 2026. Aparat hingga kini masih mencari sembilan orang yang belum kembali ke tahanan. Seorang warga negara Indonesia atau WNI termasuk dalam kelompok tersebut.

Kepolisian Kelantan meyakini sembilan imigran itu belum meninggalkan kawasan sekitar Tanah Merah. Karena itu aparat memperketat pengawasan sekaligus memperluas pencarian di sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi persembunyian.

Kepala Kepolisian Kelantan Datuk Mohd Yusoff Mamat menjelaskan bahwa aparat menjalankan operasi penutupan atau Op Tutup. Melalui operasi tersebut polisi berupaya mempersempit ruang gerak para imigran dan mencegah mereka keluar dari wilayah pencarian.

Hingga Senin 24 Agustus 2026 siang aparat baru berhasil menangkap kembali satu orang. Polisi masih mengejar sembilan imigran lainnya dan terus menyisir sejumlah kawasan di sekitar Tanah Merah.

Sepuluh Imigran Kabur dari Depot Tanah Merah

Kasus ini bermula ketika sepuluh imigran tanpa dokumen meninggalkan Depot Tahanan Imigrasi Tanah Merah pada Minggu. Kelompok tersebut berasal dari beberapa negara dan memiliki latar belakang kewarganegaraan yang berbeda.

Tujuh orang merupakan warga Thailand. Sementara itu kelompok tersebut juga mencakup seorang WNI seorang warga Bangladesh serta seorang warga Rohingya.

Setelah menerima laporan pelarian itu aparat langsung menjalankan pencarian. Polisi kemudian berhasil menemukan dan menangkap kembali satu orang. Namun sembilan orang lainnya masih belum kembali ke depot hingga Senin.

Polisi Malaysia memburu imigran kabur tersebut dengan memusatkan pencarian di kawasan yang mereka nilai berpotensi menjadi tempat persembunyian. Aparat berupaya menemukan seluruh tahanan secepat mungkin sebelum mereka bergerak semakin jauh.

Kepolisian belum membeberkan identitas WNI yang termasuk dalam kelompok pelarian. Oleh sebab itu informasi mengenai nama usia maupun daerah asal warga Indonesia tersebut belum tersedia dalam keterangan kepolisian.

Polisi Malaysia Buru Imigran Kabur

Kepolisian Malaysia masih memburu sembilan imigran yang melarikan diri dari Depot Tahanan Imigrasi Tanah Merah, Kelantan, sejak Minggu (23/8/2026). Satu warga negara Indonesia (WNI) termasuk dalam kelompok yang kabur tersebut.

Polisi Perketat Pencarian Melalui Op Tutup

Kepolisian Kelantan menjalankan Op Tutup untuk mempersempit pergerakan sembilan orang yang masih mereka cari. Aparat menempatkan personel di sejumlah lokasi sekaligus menyisir area yang memiliki kemungkinan menjadi jalur pelarian.

Mohd Yusoff Mamat menyampaikan perkembangan pencarian kepada kantor berita Bernama pada Senin. Menurutnya aparat baru menangkap kembali satu orang hingga siang hari. Tim pencarian masih bekerja untuk menemukan sembilan orang lainnya.

Polisi juga memeriksa beberapa tempat yang mereka curigai sebagai lokasi persembunyian. Aparat akan melanjutkan operasi sampai seluruh imigran kembali berada dalam pengawasan pihak berwenang.

Langkah tersebut menjadi penting karena kepolisian menduga kelompok itu masih berada tidak jauh dari Tanah Merah. Dengan memperketat akses di sejumlah lokasi aparat berharap dapat mencegah mereka meninggalkan kawasan tersebut.

Selain melakukan penyisiran langsung polisi mengandalkan informasi dari masyarakat. Kepolisian Kelantan meminta warga segera menyampaikan informasi apabila melihat orang dengan ciri-ciri yang sesuai.

Seragam Hijau Menjadi Salah Satu Ciri Tahanan

Aparat memberikan ciri yang dapat membantu masyarakat mengenali sembilan imigran tersebut. Saat meninggalkan depot mereka masih memakai seragam tahanan berwarna hijau terang.

Seragam itu memiliki nomor identifikasi yang tercetak pada bagian tertentu. Selain itu para tahanan memiliki rambut sangat pendek karena pihak depot telah mencukur kepala mereka.

Ciri tersebut dapat membantu warga membedakan kelompok pelarian dari masyarakat umum. Polisi berharap masyarakat yang menemukan orang dengan karakteristik serupa segera menghubungi aparat dan tidak mengambil tindakan sendiri.

Keterlibatan masyarakat dapat mempercepat pencarian terutama apabila para imigran berpindah menuju kawasan permukiman atau lokasi yang sulit terpantau petugas.

WNI Masih Termasuk dalam Daftar Pencarian

Keberadaan seorang WNI dalam kelompok tersebut turut menjadi perhatian. Namun sampai perkembangan terakhir polisi belum mengungkap informasi terperinci mengenai identitas warga Indonesia itu.

Aparat Malaysia masih memusatkan perhatian pada upaya menemukan seluruh imigran. Polisi juga berusaha mencegah sembilan orang tersebut keluar dari Tanah Merah sebelum petugas berhasil menemukan keberadaan mereka.

Operasi pencarian terus berjalan di sejumlah titik yang telah menjadi sasaran pemeriksaan. Polisi Malaysia memburu imigran kabur dengan mempersempit jalur pergerakan sekaligus mengumpulkan informasi dari masyarakat sekitar.

Kepolisian Kelantan meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan mereka segera memberikan informasi kepada petugas. Aparat berharap dukungan masyarakat dapat mempercepat proses pencarian sehingga seluruh imigran dapat kembali berada dalam pengawasan pihak berwenang.