Gelombang Panas yang melanda sejumlah wilayah Italia mulai memberikan tekanan besar terhadap industri pangan negara tersebut. Salah satu produk yang terdampak adalah parmigiano reggiano, keju terkenal asal Italia yang proses pembuatannya sangat bergantung pada kualitas susu sapi.
Suhu udara di beberapa wilayah dil aporkan melampaui 40 derajat Celsius. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga memengaruhi kesehatan hewan ternak. Sapi perah yang menjadi sumber utama bahan baku keju mengalami stres akibat paparan panas berkepanjangan.
Produksi Susu Sapi Mengalami Penurunan
Presiden Konsorsium Parmigiano Reggiano, Nicola Bertinelli, menjelaskan bahwa suhu tinggi membuat aktivitas sapi berubah. Hewan ternak menjadi lebih sering berbaring serta kehilangan selera makan karena berusaha mengurangi beban panas pada tubuhnya.
Perubahan tersebut berdampak langsung terhadap produktivitas sapi. Menurut laporan Reuters, volume susu yang di hasilkan dapat mengalami penurunan hingga sekitar 10 persen. Selain kuantitasnya berkurang, kondisi cuaca ekstrem juga berpotensi memengaruhi mutu susu yang di gunakan dalam produksi parmigiano reggiano.
Keju ini memiliki aturan produksi yang ketat. Bahan bakunya berasal dari susu sapi yang di pelihara dengan pakan utama berupa rumput dan jerami dari kawasan tertentu, terutama Emilia-Romagna. Karena itu, gangguan terhadap peternakan lokal dapat berpengaruh pada seluruh rantai produksi keju.

Seorang penilai mendengarkan suara retakan internal selama pemeriksaan kualitas di ruang penyimpanan keju di Montecavolo di Quattro Castella, Italia, 6 Juli 2026.
Kekeringan Mengancam Persediaan Pakan
Masalah yang di hadapi peternak tidak hanya datang dari tingginya suhu udara. Curah hujan yang minim turut membuat tanah semakin kering dan menghambat pertumbuhan rumput. Jika keadaan tersebut berlangsung lama, persediaan pakan alami bagi sapi dapat semakin terbatas.
Kekurangan rumput berkualitas dapat memaksa peternak mencari sumber pakan tambahan. Langkah itu berpotensi meningkatkan pengeluaran, terutama apabila harga jerami dan bahan pakan lainnya ikut naik akibat permintaan yang bertambah.
Situasi tersebut menjadi tantangan serius karena kualitas pakan mempunyai peran penting dalam menjaga karakteristik susu. Perubahan pola pemberian pakan harus tetap mengikuti ketentuan yang berlaku agar keaslian dan mutu parmigiano reggiano tidak terganggu.
Peternak Memasang Peralatan Pendingin
Berbagai upaya di lakukan untuk melindungi sapi dari stres panas. Peternak memasang kipas berukuran besar di dalam kandang, mengoperasikan alat penyemprot kabut air, dan membuka bagian kandang agar udara dapat mengalir lebih lancar.
Peralatan itu membantu menurunkan suhu tubuh sapi dan membuat kondisi kandang lebih nyaman. Namun, penggunaan kipas dan sistem pendingin dalam waktu lama menyebabkan konsumsi listrik meningkat. Peternak pun harus menanggung biaya operasional yang lebih tinggi di bandingkan kondisi normal.
Gudang Pematangan Keju Ikut Terdampak
Tekanan biaya juga di rasakan pengelola gudang pematangan keju. Parmigiano reggiano harus menjalani proses pematangan setidaknya selama 12 bulan dalam ruangan dengan suhu serta kelembapan yang terkontrol.
Ketika temperatur di luar ruangan meningkat tajam, sistem pendingin gudang harus bekerja lebih keras. Penggunaan energi yang bertambah membuat biaya penyimpanan semakin besar. Apabila gelombang panas terus berlangsung, produsen harus menghadapi kombinasi penurunan pasokan susu dan lonjakan biaya produksi.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa perubahan cuaca dapat memberikan dampak luas terhadap produksi parmigiano reggiano, mulai dari ketersediaan pakan, kesehatan sapi, pengolahan susu, hingga proses pematangan keju.