Fabio Quartararo – Kembali menghadapi tantangan besar bersama Yamaha M1 versi mesin V4. Pada hari pertama MotoGP Thailand 2026 di Sirkuit Buriram, pebalap asal Prancis itu gagal menembus daftar sepuluh besar tercepat. Kegagalan ini membuatnya kehilangan hak untuk langsung masuk sesi kualifikasi Q2, sehingga ia harus berjuang lebih keras di sesi awal kualifikasi.

Dalam sesi latihan bebas FP1 dan Practice, Quartararo menunjukkan performa yang kurang maksimal. Catatan waktunya tertinggal hingga 1,3 detik dari Marco Bezzecchi, pebalap yang mencatatkan waktu tercepat pada hari itu. Hasil ini memunculkan spekulasi bahwa Quartararo semakin mempertimbangkan opsi pindah ke pabrikan lain untuk memperoleh performa lebih kompetitif di musim ini.

“Situasinya masih menantang, terutama setelah menjalani dua hari uji coba di lintasan yang sama. Kami belum berada di level tercepat, tetapi saya sudah berusaha maksimal bersama tim,” ujar Quartararo, dikutip dari Crash.net pada Sabtu (28/2/2026). Pernyataan ini menegaskan bahwa ia masih berkomitmen bekerja keras meski menghadapi keterbatasan teknis dari motor Yamaha M1 versi terbaru.

Kendala Pengembangan Mesin V4 Yamaha M1

Salah satu faktor utama yang membebani Quartararo adalah arah pengembangan mesin V4 M1 yang belum jelas. Ia mengungkapkan bahwa mesin baru kemungkinan besar belum siap digunakan hingga balapan MotoGP Perancis 2026 di Le Mans pada bulan Mei. Keterlambatan ini menjadi tantangan besar bagi pebalap yang ingin bersaing di papan atas klasemen.

“Kami terus mencari solusi terbaik, tetapi fokus utama saya tetap bekerja keras dan memberikan performa maksimal di atas motor ini,” tambah Quartararo. Ia menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi dengan tim untuk menemukan setelan optimal motor M1, meski masih menghadapi berbagai keterbatasan teknis.

Fabio Quartararo

Fabio Quartararo saat sesi tes resmi di Sirkuit Buriram(GIGI SOLDANO)

Proyeksi Mesin Baru Hingga Le Mans

Quartararo memperkirakan perubahan signifikan pada mesin tidak akan tersedia sebelum Le Mans. Ia juga menambahkan kemungkinan mesin baru tidak akan hadir untuk seri Brasil, Amerika Serikat, dan Qatar. Hal ini menunjukkan bahwa tim Yamaha masih membutuhkan waktu untuk menyempurnakan teknologi V4 mereka sehingga dapat bersaing dengan tim lain yang telah lebih stabil.

“Saya tidak tahu persis kapan mesin baru akan hadir, tetapi saya memperkirakan setidaknya hingga Le Mans motor baru itu belum siap. Untuk seri Brasil, Amerika Serikat, dan Qatar, kemungkinan besar tidak akan ada mesin baru,” jelas Quartararo. Pernyataan ini menegaskan bahwa pebalap Prancis itu harus tetap mengoptimalkan performa motor saat ini, meskipun menghadapi keterbatasan teknis.

Ekspresi Frustrasi di Sesi Tes Resmi

Sebelumnya, dalam sesi tes resmi yang digelar beberapa hari sebelum balapan, Quartararo sempat mengekspresikan rasa frustrasinya. Ia bahkan mengekspresikan kemarahan dengan mengacungkan jari tengah ke motor M1 di tengah pengetesan. Aksi ini mencerminkan tekanan yang ia rasakan menghadapi kendala performa Yamaha di awal musim 2026.

Meski begitu, Quartararo tetap menunjukkan sikap profesional. Ia berupaya memanfaatkan setiap kesempatan latihan untuk mencari setelan terbaik motor M1. Dengan cara ini, ia dapat menjaga konsistensi performa dan tetap kompetitif meski menghadapi situasi sulit.

Fokus Quartararo Menuju Balapan Selanjutnya

Kendala Yamaha M1 versi mesin V4 menjadi sorotan utama awal musim ini. Quartararo tetap berkomitmen meningkatkan performa motor melalui kerja sama tim yang solid. Fokus utamanya kini adalah memastikan strategi balap dan setelan motor optimal hingga mesin baru tersedia, terutama menjelang seri Perancis.

Situasi ini juga dapat memengaruhi keputusan Quartararo terkait masa depan kariernya di MotoGP. Tekanan awal musim 2026 menjadi motivasi tambahan baginya untuk terus beradaptasi dan mengevaluasi pilihan terbaik demi kompetisi yang lebih kuat.

Kesimpulan

Hari pertama MotoGP Thailand 2026 menunjukkan bahwa Fabio Quartararo masih menghadapi tantangan besar dengan Yamaha M1 versi mesin V4. Keterlambatan pengembangan mesin baru dan performa motor yang belum maksimal menjadi hambatan utama. Meski begitu, Quartararo tetap fokus bekerja keras, berkolaborasi dengan tim, dan mencari solusi demi hasil kompetitif.

Ke depannya, perhatian utama adalah memastikan mesin baru siap tepat waktu dan menjaga konsistensi performa. Quartararo menunjukkan sikap profesional dan determinasi tinggi, yang menjadi modal penting untuk menghadapi sisa musim 2026 di MotoGP.