Uni Emirat Arab – Mengumumkan pembangunan destinasi wisata baru, Oasis Al Layan, pada Selasa, 10 Februari 2026. Pengumuman datang langsung dari Wakil Presiden sekaligus Perdana Menteri UEA dan Penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Proyek ini menelan investasi empat miliar dirham atau sekitar Rp12,28 triliun dan menjadi bagian dari paket pembangunan hijau berbasis air yang ambisius di Dubai.
Sheikh Mohammed menjelaskan bahwa Oasis Al Layan akan dibangun di lahan seluas 10 juta kaki persegi, dengan danau utama mencapai 2,5 juta kaki persegi. Destinasi ini akan menghadirkan fasilitas rekreasi, jalur olahraga, area perkemahan, serta pengalaman wisata gurun yang belum pernah ada sebelumnya. Dalam unggahan di akun X-nya, Sheikh Mohammed menegaskan bahwa setiap hari di UEA menawarkan peluang untuk menulis kisah baru dan menanam benih inovasi yang meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Oasis Al Layan dan Strategi Keberlanjutan Dubai
Oasis Al Layan menjadi bagian dari Peta Jalan Biru dan Hijau 2030 yang diluncurkan Pemerintah Kota Dubai. Peta jalan ini menekankan investasi di alam sebagai cara meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Proyek ini berfokus menciptakan lingkungan perkotaan yang menyeimbangkan keberlanjutan, kelayakan huni, dan kualitas hidup.
Selain itu, Oasis Al Layan mendukung Rencana Pengembangan Pedesaan dan Daerah Terpencil Dubai yang bertujuan melestarikan lanskap alam sambil menyediakan layanan dan fasilitas yang memperkaya kehidupan penduduk. Destinasi ini juga sejalan dengan Strategi Kualitas Hidup Dubai 2033 dan Rencana Induk Perkotaan Dubai 2040.

Oasis Al Layan, destinasi wisata baru Dubai berkonsep hijau.
Fasilitas dan Infrastruktur Oasis Al Layan
Proyek ini mencakup pembangunan infrastruktur terpadu, termasuk 1.000 tempat parkir, jalur pejalan kaki dan sepeda sepanjang 14 kilometer, serta empat kilometer jalur layang yang menjulang lima meter di atas permukaan tanah. Jalur ini menawarkan panorama oasis yang memukau dan terhubung dengan rute yang sudah ada di Al Marmoom.
Oasis Al Layan akan menjadi tempat persinggahan utama di sepanjang rute karavan Dubai dan berjarak sekitar 50 menit dari pusat kota. Lokasi ini memungkinkan pengunjung menikmati keindahan gurun dalam suasana yang tenang dan damai. Proyek ini menargetkan 330.000 pengunjung per tahun, menggabungkan pengembangan ekowisata dengan pelestarian sistem alam.
Empat Zona Utama untuk Pengalaman Terpadu
Oasis Al Layan terbagi menjadi empat zona utama yang menghadirkan pengalaman berbeda.
-
Oasis Pertemuan menampilkan bioskop terbuka, amfiteater, area food truck, dan ruang acara.
-
Oasis Keluarga menawarkan 28 area istirahat, zona bermain anak-anak, dan fasilitas terpadu.
-
Oasis Perkemahan memiliki area untuk menampung 100 karavan dan pusat pengunjung yang mempromosikan pendidikan lingkungan.
-
Oasis Rekreasi menghadirkan beragam kegiatan, gerai ritel, dan layanan dalam lingkungan alam yang ramah lingkungan.
Proyek ini juga mencakup perluasan penanaman tanaman asli dan area berbayang untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.
Dubai Siapkan Proyek Jalan Emas
Selain Oasis Al Layan, Dubai merencanakan pembangunan ‘Jalan Emas’ di Distrik Emas Dubai, rebranding dari Pasar Emas kota saat ini. Jalan ini dikabarkan akan dibangun menggunakan emas, meski detail dan tanggal pembukaannya belum diumumkan. Distrik ini terletak di Deira dan menjadi rumah bagi sekitar 1.000 pengecer emas dan perhiasan.
UEA merupakan tujuan perdagangan emas fisik terbesar kedua di dunia, dengan ekspor senilai USD 53,41 miliar pada 2024-2025. Pasar Emas atau Gold Souk menjadi destinasi wisata populer, berdampingan dengan pasar yang menjual rempah-rempah, parfum, dan barang antik.
Menurut Ahmed Al Khaja, CEO Dubai Festivals and Retail Establishment, emas menjadi simbol budaya dan perdagangan Dubai, mewakili warisan, kemakmuran, dan semangat kewirausahaan. Destinasi baru ini tidak hanya merayakan warisan tersebut, tetapi juga membayangkan era baru melalui kreativitas dan keberlanjutan.
Dubai Mendorong Pariwisata dan Keberlanjutan
Dengan proyek Oasis Al Layan dan Jalan Emas, Dubai menegaskan komitmen untuk memadukan pengembangan wisata, ekowisata, dan keberlanjutan. Strategi ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat lokal. Pembangunan proyek ini memperlihatkan bagaimana Dubai berinovasi sambil menjaga keseimbangan antara alam, budaya, dan kemajuan perkotaan.