Taylor Swift Tampil Elegan saat menghadiri acara Grammy Museum “The Icons Session” pada 24 Agustus 2026. Penyanyi asal Amerika Serikat tersebut mencuri perhatian lewat gaun hijau transparan bernuansa feminin yang ia padukan dengan sejumlah perhiasan berlian bernilai fantastis.

Taylor memilih tampilan glamor yang tetap terasa seimbang. Alih-alih memakai terlalu banyak aksesori, ia mengandalkan detail busana, kilauan berlian, serta riasan khas untuk membangun penampilannya. Kombinasi tersebut membuat gaun hijau menjadi salah satu elemen utama yang langsung menarik perhatian.

Taylor Swift Tampil Elegan dengan Gaun Hijau DÔEN

Dalam acara tersebut, Taylor mengenakan gaun Nelida dari DÔEN dengan warna Green Jasper. Busana berbahan crinkled silk chiffon itu mengambil inspirasi dari siluet pakaian malam yang populer pada era 1930-an.

Material chiffon menciptakan karakter ringan dan memberikan efek mengalir ketika Taylor bergerak. Kain yang sedikit transparan juga menambah kesan lembut tanpa menghilangkan nuansa formal dari keseluruhan busana.

Gaun tersebut menghadirkan detail ruffle bertingkat pada beberapa bagian. Selain itu, desain garis leher asimetris memberikan aksen dramatis sekaligus memperkuat karakter feminin dari busana tersebut.

Salah satu detail yang paling menonjol terletak pada bagian bahu. Aplikasi bunga berwarna merah tua menciptakan kontras dengan warna hijau lembut yang mendominasi gaun.

Taylor kemudian memilih untuk tidak memakai kalung. Keputusan tersebut membuat area leher terlihat lebih bersih sehingga aplikasi bunga dan bentuk asimetris gaun dapat menjadi pusat perhatian.

Anting Berlian Bernilai Lebih dari Rp 600 Juta

Taylor Swift tampil elegan bukan hanya berkat pilihan busananya. Ia juga melengkapi gaya tersebut dengan perhiasan berlian bernilai puluhan ribu dollar AS.

Salah satu aksesori utama yang ia gunakan ialah anting Retrouvai 3ct Round Diamond Heirloom Bezel. The Fashion Spot melaporkan bahwa perhiasan tersebut memiliki harga sekitar 35.000 dollar AS atau setara Rp 618,8 juta.

Retrouvai menggunakan berlian bundar bersertifikat GIA dengan bobot total tiga karat untuk menciptakan anting tersebut. Sang pembuat perhiasan kemudian memadukan batu berlian dengan bingkai emas kuning 18 karat yang menjadi karakter koleksi Heirloom Bezel.

Desain anting yang berada cukup dekat dengan telinga membuat kilau berlian tidak mendominasi penampilan. Sebaliknya, perhiasan itu justru melengkapi gaun dengan sentuhan mewah yang lebih subtil.

Taylor juga menata rambutnya dalam model woven updo atau sanggul anyaman. Gaya rambut tersebut membuat anting berlian terlihat lebih jelas, sementara beberapa helai rambut yang membingkai wajah menghadirkan kesan lebih santai.

Taylor Swift tampil elegan

Penampilan Taylor Swift saat menghadiri acara Grammy Museum “The Icons Session” pada 24 Agustus 2026.

Gelang Berlian Tambahkan Sentuhan Glamor

Tak berhenti pada anting, Taylor menambahkan gelang mewah untuk melengkapi penampilannya. Ia memakai Effy Duo 14K White and Yellow Gold Diamond Chain Link Tennis Bracelet.

Perhiasan tersebut memiliki harga sekitar 12.596,50 dollar AS atau kurang lebih Rp 222,7 juta. Effy mengombinasikan emas putih dan emas kuning 14 karat dalam desain gelang tersebut.

Beragam bentuk berlian dengan total bobot sekitar 2,01 karat menghiasi gelang. Sementara itu, struktur rantai yang saling terhubung menghadirkan perpaduan gaya klasik dan modern.

Taylor turut memakai cincin pertunangan yang dibuat khusus oleh Kindred Lubeck. Perpaduan cincin, gelang, dan anting berlian memberikan sentuhan glamor tanpa membuat penampilannya terasa terlalu ramai.

Strategi pemilihan aksesori tersebut juga menjaga keseimbangan visual. Gaun tetap berperan sebagai elemen utama, sedangkan perhiasan memberikan kilauan tambahan pada beberapa titik.

Lipstik Merah Jadi Ciri Khas Taylor Swift

Untuk urusan riasan, Taylor kembali mengandalkan salah satu gaya yang sudah identik dengannya. Ia memilih lipstik merah yang sekaligus menyelaraskan riasannya dengan aplikasi bunga merah tua pada bahu gaun.

Taylor kemudian mempertegas area mata melalui eyeliner bergaya winged. Ia juga menggunakan perona pipi bernuansa lembut dan mempertahankan tampilan kulit bercahaya.

Riasan tersebut menciptakan harmoni antara busana, aksesori, dan tata rambut. Lipstik merah memberikan kontras terhadap warna hijau gaun, sedangkan riasan mata menambah karakter pada wajah tanpa mengalihkan perhatian dari busana.

Model woven updo semakin memperkuat keseluruhan gaya. Selain memperlihatkan anting berlian dengan lebih jelas, tatanan rambut tersebut memberikan nuansa formal yang sesuai dengan acara Grammy Museum.

Kembali Tampil di Atas Panggung

Kehadiran Taylor Swift di Grammy Museum “The Icons Session” tidak hanya menarik perhatian dari sisi fashion. Acara tersebut juga menjadi momen penting karena Taylor kembali menunjukkan aksinya di atas panggung.

Dalam penampilannya, ia membawakan sebuah mashup yang salah satu bagiannya berkaitan dengan lagu dari soundtrack Toy Story 5. Momen itu menandai penampilan panggung pertamanya setelah pernikahannya dengan Travis Kelce pada Juli 2026.

Kemunculan Taylor kali ini akhirnya menghadirkan dua sorotan sekaligus. Ia kembali menyapa penggemar melalui penampilan musik sekaligus memperlihatkan gaya formal yang menggabungkan inspirasi klasik dengan sentuhan modern.

Gaun chiffon hijau, aplikasi bunga merah, lipstik khas, serta rangkaian berlian bernilai ratusan juta rupiah membentuk keseluruhan penampilan yang harmonis. Taylor Swift tampil elegan tanpa mengandalkan aksesori secara berlebihan, sekaligus menunjukkan bagaimana detail busana dan perhiasan dapat saling melengkapi.