Mobil Listrik Rp 300 jutaan kini menjadi salah satu segmen kendaraan elektrifikasi yang berkembang paling cepat di Indonesia. Pasalnya, rentang harga tersebut menawarkan keseimbangan antara teknologi ramah lingkungan, kemampuan berkendara harian, serta biaya kepemilikan yang semakin terjangkau.

Selain itu, meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan bebas emisi membuat banyak produsen otomotif mulai memperkuat pasar di kelas ini. Berbagai merek pun menghadirkan produk dengan strategi berbeda, mulai dari menawarkan desain SUV modern, ruang kabin luas, hingga fitur teknologi terbaru.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari-Juni 2026, Jaecoo J5 EV berhasil menjadi salah satu model yang paling mencuri perhatian. Bahkan, mobil listrik tersebut mencatat penjualan mencapai 16.990 unit dan menjadi pemimpin di segmen harga sekitar Rp300 jutaan.

Sementara itu, beberapa model BYD juga ikut meramaikan pasar kendaraan listrik Indonesia. BYD M6 mencatat penjualan sebanyak 5.844 unit, kemudian BYD Atto 3 terjual 720 unit, sedangkan BYD Dolphin membukukan 194 unit.

Dengan demikian, persaingan di segmen ini semakin menarik karena konsumen tidak hanya melihat harga. Sebaliknya, mereka juga mulai mempertimbangkan faktor desain, kenyamanan, teknologi, hingga kemampuan baterai sebelum membeli kendaraan listrik.

Perbandingan Desain Eksterior Jaecoo J5 EV dan BYD

Dari sisi tampilan, Jaecoo J5 EV membawa konsep SUV listrik dengan karakter yang cukup kuat. Mobil ini menggunakan desain bodi tegas dengan lekukan yang memberikan kesan modern sekaligus tangguh.

Selain memiliki tampilan gagah, dimensi Jaecoo J5 EV juga cukup ideal untuk penggunaan harian. Mobil listrik tersebut memiliki panjang 4.380 mm, lebar 1.860 mm, serta tinggi 1.650 mm.

Tidak hanya itu, jarak sumbu roda sepanjang 2.620 mm turut membantu menciptakan ruang kabin yang lebih lega. Oleh karena itu, mobil ini tetap nyaman digunakan untuk perjalanan dalam kota maupun perjalanan jarak jauh.

Di sisi lain, BYD Atto 3 menawarkan ukuran bodi yang sedikit lebih besar. SUV listrik tersebut memiliki panjang 4.455 mm, lebar 1.875 mm, tinggi 1.615 mm, serta wheelbase 2.720 mm.

Sementara itu, BYD M6 menjadi pilihan bagi konsumen yang membutuhkan kendaraan dengan kapasitas lebih besar. Sebagai MPV listrik, mobil ini memiliki dimensi panjang 4.710 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.690 mm, serta wheelbase 2.800 mm.

Berbeda dengan model lainnya, BYD Dolphin mengusung konsep lebih kompak. Meski memiliki ukuran lebih kecil, mobil listrik ini tetap menawarkan kepraktisan dengan panjang 4.290 mm, lebar 1.770 mm, tinggi 1.570 mm, serta wheelbase 2.700 mm.

Kabin Modern dengan Fitur Kenyamanan Lengkap

Berlanjut ke bagian interior, Jaecoo J5 EV menghadirkan suasana kabin yang mengutamakan kesan premium. Material soft touch pada bagian dasbor berpadu dengan aksen metal dan pencahayaan ambient light sehingga menciptakan nuansa futuristik.

Selain itu, seluruh pengaturan kendaraan dapat dilakukan melalui layar sentuh besar yang berada di tengah dasbor. Dengan konsep tersebut, pengguna dapat mengakses berbagai fitur secara lebih praktis.

Sementara itu, BYD Atto 3 menawarkan desain kabin yang lebih unik. Interiornya menggunakan konsep muscle streamline dengan inspirasi bentuk serat otot pada bagian dasbor dan panel pintu.

Tidak hanya memiliki desain menarik, BYD Atto 3 juga mengandalkan layar sentuh utama berukuran 15,6 inci yang dapat berputar secara adaptif. Kemudian, mobil ini juga memiliki detail unik seperti tuas transmisi bergaya pesawat dan desain penyimpanan pada bagian pintu.

Berbeda dengan SUV listrik tersebut, BYD M6 lebih mengutamakan kenyamanan keluarga. Kabin mobil ini menghadirkan aksen wood panel, layar infotainment 12,8 inci, serta konfigurasi tiga baris tempat duduk.

Selain itu, pilihan captain seat pada baris kedua dan fitur ventilated seat membuat perjalanan jauh terasa semakin nyaman. Karena itu, BYD M6 menjadi salah satu pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan mobil listrik berkapasitas besar.

Kemudian, BYD Dolphin hadir dengan konsep interior yang lebih cerah dan dinamis. Panel pintu serta dasbor menggunakan desain bergelombang yang memberikan kesan modern.

Sebagai tambahan, mobil ini memiliki layar infotainment 12,8 inci yang dapat berputar secara elektrik serta panel instrumen digital 5 inci untuk membantu pengemudi memantau informasi kendaraan.

Jaecoo J5 EV dan BYD bersaing di pasar mobil listrik Rp 300 jutaan Indonesia 2026

Komparasi mobil listrik terlaris Rp 300 jutaan

Teknologi Keselamatan dan Fitur Pendukung

Selain desain dan kenyamanan, teknologi keselamatan juga menjadi faktor penting dalam memilih kendaraan listrik. Oleh sebab itu, berbagai produsen mulai melengkapi produknya dengan sistem bantuan pengemudi modern.

Jaecoo J5 EV membawa layar infotainment vertikal 13,2 inci yang menjadi pusat pengaturan berbagai fungsi kendaraan. Melalui teknologi tersebut, pengguna dapat mengakses fitur mobil dengan lebih mudah.

Sementara itu, BYD Atto 3 menggunakan teknologi DiPilot yang mencakup berbagai fitur Advanced Driver Assistance Systems (ADAS). Fitur tersebut meliputi Adaptive Cruise Control, Automatic Emergency Braking, Lane Keep Assistance, hingga Blind Spot Detection.

Tidak hanya itu, BYD M6 juga menawarkan sejumlah fitur modern seperti panoramic glass roof, wireless charging, konektivitas smartphone, serta ventilated seat pada kursi depan.

Sedangkan BYD Dolphin turut menggunakan sistem DiPilot dengan fitur keselamatan seperti Adaptive Cruise Control, Predictive Collision Warning, Automatic Emergency Braking, dan Lane Departure Warning.

Performa Motor Listrik dan Kemampuan Berkendara

Dari sisi performa, Jaecoo J5 EV menjadi salah satu model dengan tenaga besar di kelasnya. Mobil ini menggunakan motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga 155 kW atau sekitar 208 tenaga kuda.

Selain itu, torsi maksimum sebesar 288 Nm membuat respons akselerasi terasa cepat. Bahkan, Jaecoo J5 EV mampu mencapai kecepatan 100 km per jam hanya dalam waktu 7,3 detik.

Sementara itu, BYD Atto 3 menghasilkan tenaga 201 tenaga kuda dengan torsi 310 Nm. Tenaga tersebut disalurkan langsung menuju roda depan sehingga memberikan karakter berkendara yang responsif.

Kemudian, BYD M6 menawarkan dua pilihan tenaga. Varian Standard menghasilkan 120 kW atau sekitar 161 tenaga kuda, sedangkan varian Superior memiliki tenaga 150 kW atau sekitar 201 tenaga kuda.

Meskipun memiliki perbedaan tenaga, kedua varian BYD M6 tetap menghasilkan torsi maksimum 310 Nm.

Di sisi lain, BYD Dolphin tersedia dalam dua pilihan performa. Varian Dynamic menghasilkan tenaga 94 tenaga kuda dengan torsi 180 Nm, sedangkan varian Premium memiliki tenaga 201 tenaga kuda dan torsi 310 Nm.

Harga Mobil Listrik Rp 300 Jutaan Tahun 2026

Berikut daftar harga OTR Jakarta:

  • Jaecoo J5 EV Premium: Rp309,9 juta
  • BYD Atto 3 Advanced Standard: Rp390 juta
  • BYD M6 Standard: Rp383 juta
  • BYD Dolphin Dynamic: Rp369 juta

Pada akhirnya, persaingan mobil listrik Rp 300 jutaan semakin menunjukkan perkembangan positif di Indonesia. Jaecoo J5 EV berhasil menarik perhatian melalui kombinasi harga, desain SUV, dan performa.

Namun, BYD tetap memiliki daya tarik kuat melalui pilihan model yang beragam, teknologi keselamatan lengkap, serta karakter kendaraan yang berbeda untuk berbagai kebutuhan konsumen.

Dengan semakin banyak pilihan, masyarakat kini memiliki kesempatan lebih luas untuk beralih ke kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup masing-masing.