India Menolak Jet Tempur siluman Su-57E Rusia dan memilih memperkuat kemampuan udara melalui modernisasi Su-30MKI serta pengembangan pesawat tempur generasi baru buatan sendiri. Keputusan tersebut menjadi bagian dari strategi New Delhi untuk membangun kekuatan pertahanan yang lebih mandiri.

Pemerintah India menilai peningkatan kemampuan armada yang sudah di miliki lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini. Selain itu, India juga ingin mempercepat proyek Advanced Medium Combat Aircraft (AMCA), sebuah program jet tempur siluman yang di kembangkan oleh industri dalam negeri.

Sekretaris Pertahanan India Rajesh Kumar Singh mengungkapkan bahwa negaranya tidak memiliki rencana untuk membeli varian baru pesawat tempur Sukhoi dari Rusia. Walaupun tidak menyebut Su-57E secara langsung, pernyataan tersebut memperjelas arah kebijakan India dalam pengadaan pesawat tempur masa depan.

India Pilih Perkuat Armada Su-30MKI

India saat ini masih mengandalkan Su-30MKI sebagai salah satu aset utama Angkatan Udara. Pesawat tempur hasil kerja sama India dan Rusia tersebut telah lama menjadi bagian penting dari pertahanan udara negara itu.

Daripada membeli jet tempur baru, India memilih meningkatkan kemampuan armada Su-30MKI. Program modernisasi tersebut di kenal dengan nama Super Sukhoi.

Melalui proyek tersebut, India akan memperbarui berbagai komponen penting pada pesawat. Modernisasi mencakup sistem avionik, perangkat peperangan elektronik, kemampuan radar, sistem komunikasi, serta integrasi persenjataan terbaru.

Pembaruan ini bertujuan membuat Su-30MKI tetap mampu menghadapi perkembangan teknologi militer modern. India juga berharap program tersebut dapat memperpanjang masa penggunaan pesawat tempur yang sudah menjadi andalan selama bertahun-tahun.

Selain melakukan peningkatan teknologi, India juga menambah jumlah armada Su-30MKI. Kementerian Pertahanan India telah memesan 12 unit tambahan dari Hindustan Aeronautics Limited (HAL).

Kontrak tersebut memiliki nilai sekitar 135 miliar rupee atau sekitar Rp25 triliun. Langkah ini memperlihatkan bahwa India masih mempercayai kemampuan Su-30MKI sebagai bagian dari strategi pertahanan udara.

India Menolak Jet Tempur

Jet Tempur Sukhoi Su-57.

Proyek Su-57 Rusia Tidak Lagi Menjadi Prioritas

India sebenarnya pernah mempertimbangkan kerja sama dengan Rusia untuk mengembangkan pesawat tempur generasi kelima. Kedua negara bahkan menjalankan proyek bersama yang berkaitan dengan teknologi jet siluman.

Pada 2010, HAL dan Rosoboronexport menandatangani kesepakatan desain untuk mengembangkan pesawat tempur generasi baru. Nilai kerja sama tersebut mencapai sekitar 295 juta dolar AS.

Namun, proyek itu tidak berjalan sesuai harapan India. New Delhi memiliki sejumlah kekhawatiran mengenai kemampuan teknologi siluman, sistem peperangan elektronik, hingga tingkat transfer teknologi yang di berikan Rusia.

India juga menghadapi masalah lain seperti kenaikan biaya dan keterlambatan pengembangan. Kondisi tersebut membuat pemerintah India mengambil keputusan untuk meninggalkan proyek tersebut pada 2018.

Setelah keluar dari kerja sama itu, India mulai mengarahkan perhatian pada program AMCA. Proyek tersebut menjadi simbol ambisi India dalam membangun kemampuan teknologi militer secara mandiri.

Melalui AMCA, India ingin memiliki jet tempur siluman yang mampu bersaing dengan pesawat generasi kelima dari berbagai negara. Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan industri pertahanan nasional.

Hubungan Militer India dan Rusia Masih Berlanjut

Meskipun tidak membeli Su-57E, India tidak menghentikan hubungan pertahanan dengan Rusia. Kedua negara masih memiliki kerja sama dalam berbagai bidang militer.

India masih menggunakan banyak alutsista buatan Rusia. Beberapa di antaranya adalah pesawat tempur, kapal selam, tank, dan sistem pertahanan udara.

Kerja sama lain juga tetap berjalan, termasuk proyek rudal jelajah supersonik BrahMos. Program tersebut menjadi salah satu contoh keberhasilan kolaborasi teknologi pertahanan kedua negara.

Namun, India mulai memperhatikan perubahan kondisi geopolitik. Kedekatan Rusia dengan China menjadi salah satu faktor yang membuat New Delhi lebih berhati-hati.

China merupakan pesaing strategis India di kawasan Asia. Karena itu, India ingin mengurangi ketergantungan terhadap satu sumber teknologi militer.

Pemerintah India kini berusaha menjaga hubungan dengan Rusia sambil memperkuat kemampuan produksi dalam negeri. Strategi tersebut di anggap penting untuk menjaga kepentingan nasional dalam jangka panjang.

India Dorong Kemandirian Industri Pertahanan

Keputusan India menolak Su-57E menunjukkan perubahan arah kebijakan pertahanan negara tersebut. India tidak hanya mencari tambahan kekuatan militer, tetapi juga ingin membangun kemampuan teknologi sendiri.

Modernisasi Su-30MKI dan pengembangan AMCA menjadi dua langkah utama dalam strategi tersebut. India berharap kedua program itu dapat meningkatkan kemampuan Angkatan Udara tanpa terlalu bergantung pada negara lain.

Selain sektor pertahanan, India dan Rusia masih memiliki hubungan erat dalam bidang energi. India tetap membeli minyak mentah dari Rusia meskipun tekanan internasional terhadap Moskwa terus meningkat.

Dengan strategi baru ini, India berusaha menciptakan keseimbangan antara kerja sama luar negeri dan pengembangan industri domestik. New Delhi ingin membangun kekuatan pertahanan modern yang lebih mandiri dan mampu menghadapi tantangan masa depan.