Amazon – kembali mencatat sejarah di pasar modal global setelah berhasil mencapai kapitalisasi pasar sebesar 3 triliun dollar AS pada awal Agustus 2026. Pencapaian tersebut menempatkan perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu sejajar dengan sejumlah raksasa industri yang lebih dahulu menembus valuasi serupa. Keberhasilan ini tidak lepas dari penguatan harga saham, pertumbuhan bisnis komputasi awan, serta meningkatnya kepercayaan investor terhadap strategi perusahaan dalam mengembangkan kecerdasan buatan (AI).

Momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa investasi besar Amazon di sektor AI mulai memberikan hasil yang nyata. Selama beberapa tahun terakhir, perusahaan terus memperluas infrastruktur digital, mengembangkan chip AI, serta memperkuat layanan cloud melalui Amazon Web Services (AWS). Langkah itu kini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong pertumbuhan nilai perusahaan.

Amazon Resmi Menjadi Anggota Klub 3 Triliun Dollar AS

Pada perdagangan 3 Agustus 2026, kapitalisasi pasar Amazon resmi melampaui angka 3 triliun dollar AS atau sekitar Rp53.985 triliun. Dengan pencapaian tersebut, Amazon menjadi perusahaan publik kelima di dunia yang berhasil mencapai valuasi tersebut.

Sebelumnya, hanya Apple, Microsoft, Nvidia, dan Alphabet yang lebih dahulu bergabung dalam kelompok perusahaan dengan kapitalisasi pasar di atas 3 triliun dollar AS. Kelima perusahaan tersebut juga dikenal sebagai pemain utama yang mengembangkan teknologi kecerdasan buatan dan infrastruktur digital berskala global.

Keberhasilan Amazon terjadi setelah harga saham perusahaan dengan kode perdagangan AMZN mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Harga sahamnya menyentuh level 287,17 dollar AS per lembar, sehingga mendorong nilai perusahaan menembus tonggak baru.

Sepanjang tahun 2026, performa saham Amazon juga menunjukkan tren yang sangat positif. Nilainya meningkat lebih dari 23 persen, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek bisnis perusahaan dalam jangka panjang.

Kenaikan Valuasi Berlangsung dalam Dua Tahun

Amazon membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk meningkatkan kapitalisasi pasarnya dari 2 triliun dollar AS menjadi 3 triliun dollar AS.

Perusahaan sebelumnya berhasil mencapai valuasi 2 triliun dollar AS pada Juni 2024. Setelah itu, Amazon terus memperkuat berbagai lini bisnis strategis, terutama layanan cloud, kecerdasan buatan, dan infrastruktur teknologi.

Pertumbuhan yang konsisten tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam mempertahankan momentum bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat di industri teknologi global. Selain itu, strategi investasi yang berfokus pada inovasi juga menjadi faktor penting dalam mempercepat peningkatan nilai perusahaan.

Laporan Keuangan Kuartal II 2026 Melampaui Ekspektasi

Kepercayaan investor semakin meningkat setelah Amazon merilis laporan keuangan kuartal kedua tahun 2026 yang menunjukkan hasil lebih baik dibandingkan perkiraan para analis.

Selama periode April hingga Juni 2026, Amazon membukukan pendapatan sebesar 200,6 miliar dollar AS. Capaian tersebut menjadi tonggak baru karena untuk pertama kalinya perusahaan mampu menghasilkan pendapatan lebih dari 200 miliar dollar AS dalam satu kuartal.

Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa berbagai investasi yang dilakukan perusahaan mulai memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan pendapatan. Selain itu, peningkatan aktivitas pelanggan di berbagai layanan Amazon turut memperkuat performa bisnis secara keseluruhan.

Hasil keuangan yang solid itu juga menjadi sinyal bahwa strategi ekspansi perusahaan masih berjalan sesuai rencana meskipun persaingan di sektor teknologi semakin tinggi.

Ilustrasi logo Amazon dengan grafik kenaikan saham dan visual pusat data AI yang melambangkan kapitalisasi pasar 3 triliun dollar AS.

Amazon mencatat pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada kuartal II 2026.

AWS Menjadi Mesin Pertumbuhan Amazon

Salah satu penyumbang terbesar terhadap pertumbuhan Amazon berasal dari Amazon Web Services (AWS). Unit bisnis cloud tersebut mencatat pertumbuhan tercepat dalam 18 kuartal terakhir.

Pendapatan AWS meningkat sekitar 37 persen di bandingkan periode yang sama tahun sebelumnya hingga mencapai 42,2 miliar dollar AS. Secara tahunan, lini bisnis cloud Amazon kini menghasilkan pendapatan sekitar 169 miliar dollar AS.

Pertumbuhan tersebut memperlihatkan tingginya permintaan layanan komputasi awan dari berbagai perusahaan di seluruh dunia. Banyak organisasi memanfaatkan AWS sebagai fondasi utama dalam menjalankan aplikasi berbasis AI, analisis data, hingga layanan digital lainnya.

Keberhasilan AWS juga memperkuat posisi Amazon sebagai salah satu penyedia layanan cloud terbesar di dunia yang terus bersaing dengan perusahaan teknologi global lainnya.

Investasi AI Mulai Memberikan Dampak Nyata

Selain bisnis cloud, Amazon juga terus memperluas pengembangan teknologi kecerdasan buatan dan chip khusus AI.

Perusahaan melaporkan bahwa bisnis AI dan pengembangan chip buatannya masing-masing telah menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari 25 miliar dollar AS. Angka tersebut menunjukkan bahwa investasi besar yang dilakukan selama beberapa tahun terakhir mulai memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perusahaan.

Sebelumnya, sebagian investor sempat mempertanyakan besarnya dana yang di gelontorkan perusahaan teknologi untuk mengembangkan AI. Mereka khawatir investasi tersebut tidak mampu menghasilkan pendapatan yang sebanding dalam waktu singkat.

Namun, pertumbuhan bisnis AWS serta meningkatnya pendapatan dari layanan AI menjadi indikator bahwa strategi Amazon mulai menghasilkan keuntungan yang nyata.

Amazon Tingkatkan Belanja Modal untuk Infrastruktur AI

Melihat perkembangan bisnis yang terus membaik, Amazon memutuskan menaikkan proyeksi belanja modal atau capital expenditure (capex) sepanjang 2026.

Perusahaan kini mengalokasikan dana sekitar 220 miliar dollar AS, lebih tinggi di bandingkan proyeksi sebelumnya yang berada di angka 200 miliar dollar AS.

Sebagian besar anggaran tersebut akan di gunakan untuk membangun pusat data baru, memperluas kapasitas komputasi, mengembangkan chip AI generasi berikutnya, serta memperkuat infrastruktur yang mendukung layanan kecerdasan buatan generatif.

Langkah tersebut memperlihatkan komitmen Amazon untuk mempertahankan daya saing di tengah meningkatnya kebutuhan teknologi AI di berbagai sektor industri.

Bahkan, sejumlah lembaga riset menilai Amazon memiliki tingkat pengembalian investasi AI yang sangat baik di bandingkan perusahaan teknologi besar lainnya. Kemampuan perusahaan mengubah investasi besar menjadi pertumbuhan bisnis cloud menjadi salah satu alasan optimisme investor terhadap prospek Amazon dalam beberapa tahun mendatang.