Tren Pernikahan – Saat ini mengalami pergeseran signifikan. Pernikahan tidak lagi hanya menonjolkan tema dekorasi atau pilihan warna yang sedang populer. Sebaliknya, pernikahan kini mencerminkan cara pasangan mengambil keputusan, memanfaatkan teknologi, serta membangun pengalaman personal dalam sebuah perayaan. Melalui Wedding Survey Report, Bridestory menyoroti perubahan tersebut secara komprehensif.
Laporan ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan industri pernikahan yang terus berkembang. Dengan pendekatan berbasis data, Bridestory ingin membantu pelaku industri memahami karakter dan ekspektasi generasi calon pengantin masa kini secara lebih mendalam.
Wedding Survey Report Jadi Acuan Industri Pernikahan
Head of Marketing Bridestory, Natasza Kurniawan, menjelaskan bahwa Wedding Survey Report berfungsi sebagai fondasi strategis bagi industri pernikahan. Melalui laporan ini, Bridestory menyajikan data yang tidak hanya menggambarkan tren visual, tetapi juga memetakan pola perencanaan pernikahan secara menyeluruh.
Selain itu, laporan ini membantu vendor dan penyedia jasa pernikahan menyesuaikan layanan mereka dengan kebutuhan pasar yang semakin beragam. Dengan memahami perilaku dan preferensi calon pengantin, pelaku industri dapat merancang produk dan layanan yang lebih relevan serta bernilai tambah.

Ilustrasi Pernikahan
Survei Libatkan Ribuan Calon Pengantin Generasi Produktif
Bridestory mengumpulkan data melalui survei yang melibatkan 5.000 calon pengantin pada akhir tahun 2025. Mayoritas responden berada dalam rentang usia 25 hingga 30 tahun. Komposisi responden terdiri dari 58,7 persen perempuan dan 41,3 persen laki-laki. Kelompok usia ini mencerminkan generasi produktif yang aktif merencanakan pernikahan dan sangat terbuka terhadap inovasi digital.
Melalui survei tersebut, Bridestory mendapatkan gambaran nyata tentang cara generasi muda memaknai pernikahan. Pasangan tidak lagi memandang pernikahan sekadar seremoni, tetapi sebagai pengalaman yang perlu dirancang secara matang, efisien, dan mencerminkan identitas pribadi.
Akhir Tahun Masih Menjadi Waktu Favorit Pernikahan
Data survei menunjukkan bahwa 40,9 persen responden berencana menikah pada kuartal keempat tahun 2026. Bulan November muncul sebagai pilihan paling populer. Sementara itu, 21,8 persen responden memilih kuartal ketiga sebagai waktu pelaksanaan pernikahan.
Tren ini menunjukkan bahwa akhir tahun tetap menjadi periode favorit. Faktor cuaca yang relatif stabil, ketersediaan waktu libur, serta suasana akhir tahun yang dianggap istimewa mendorong pasangan memilih periode tersebut. Dengan demikian, perencanaan pernikahan tetap mengikuti pola musiman yang konsisten.
Peran Wedding Planner Semakin Dominan
Selain menentukan waktu, calon pengantin juga mengandalkan bantuan profesional dalam proses perencanaan. Sebanyak 92,5 persen responden menggunakan jasa wedding planner atau wedding organizer. Angka ini menegaskan meningkatnya kompleksitas pernikahan modern.
Pasangan membutuhkan dukungan profesional untuk mengelola berbagai aspek penting. Proses tersebut mencakup konsultasi konsep, koordinasi vendor, pengaturan anggaran, hingga penyusunan jadwal acara. Oleh karena itu, wedding planner tidak hanya berperan sebagai koordinator, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mewujudkan pernikahan yang sesuai harapan.
Digitalisasi Menjadi Bagian Esensial Pernikahan Modern
Survei Bridestory juga menunjukkan pergeseran besar menuju digitalisasi. Sebanyak 56 persen responden membuat wedding website sebagai pusat informasi pernikahan. Selain itu, 91 persen responden menggunakan undangan digital dan buku tamu digital untuk mengelola daftar undangan.
Penggunaan solusi digital ini membantu pasangan mengelola informasi secara lebih praktis dan terpusat. Dengan satu tautan, seluruh detail pernikahan dapat diakses oleh tamu undangan. Selain meningkatkan efisiensi, digitalisasi juga mendukung pengurangan penggunaan kertas dan meningkatkan profesionalisme penyelenggaraan acara.
Personalisasi Jadi Kunci Tren Pernikahan 2026
Seluruh temuan dalam Wedding Survey Report menunjukkan bahwa tren pernikahan 2026 bergerak ke arah personalisasi yang kuat. Calon pengantin tidak hanya mengejar keindahan visual, tetapi juga pengalaman yang relevan dengan gaya hidup mereka.
Personalisasi muncul dalam berbagai aspek, mulai dari konsep acara, pemilihan vendor, hingga cara berkomunikasi dengan tamu. Dengan dukungan data dan teknologi, pasangan mampu merancang pernikahan yang mencerminkan karakter mereka secara autentik.
Kesimpulan
Wedding Survey Report dari Bridestory menegaskan bahwa pernikahan modern berkembang menjadi pengalaman yang personal, efisien, dan berbasis data. Digitalisasi, peran wedding planner, serta pemanfaatan insight konsumen menjadi elemen utama dalam tren pernikahan 2026.
Bagi industri pernikahan, data ini menjadi panduan strategis untuk mengembangkan layanan yang lebih adaptif. Tren pernikahan tidak lagi hanya soal estetika, tetapi juga tentang bagaimana menciptakan pengalaman bermakna bagi setiap pasangan.