Simfoni Di Jantung IKN – Awal tahun 2026 di Kalimantan Timur menghadirkan suasana yang berbeda di kawasan Ibu Kota Nusantara. Di bawah langit cerah pada Kamis pagi, 1 Januari 2026, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Nusantara tidak hanya menyuarakan aktivitas pembangunan fisik. Di antara gedung-gedung modern yang mulai membentuk siluet masa depan Indonesia, alunan musik tradisional Dayak mengisi ruang dengan nuansa reflektif dan hangat.
Denting lembut dawai sape mengalir dan menyapa ribuan pengunjung yang datang dari berbagai daerah. Musik tradisional ini membangun jembatan emosional antara modernitas dan akar budaya Nusantara. Perayaan Tahun Baru di IKN tidak sekadar menghadirkan kemeriahan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk merenungi arah pembangunan bangsa.
Otorita IKN Pilih Pendekatan Budaya dalam Menyambut Tahun Baru
Otorita IKN merancang perayaan Tahun Baru 2026 dengan pendekatan yang sarat makna. Lembaga ini memilih seni dan kebudayaan Nusantara sebagai medium utama untuk menyambut lembaran baru perjalanan ibu kota negara. Keputusan ini menunjukkan komitmen Otorita IKN dalam menanamkan identitas budaya di tengah pembangunan kota futuristik.
Pagelaran seni dan budaya tersebut menyatukan elemen kontemplatif dan meriah. Pengunjung menikmati pertunjukan musik tradisional, tarian daerah, serta aktivitas budaya yang menghadirkan rasa kebersamaan. Pendekatan ini menegaskan bahwa IKN tidak hanya berdiri sebagai pusat administrasi negara, tetapi juga sebagai ruang hidup yang bernapas melalui budaya.

Anak-anak bermain permainan tradisional di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN)(OIKN)
Permainan Rakyat Hadirkan Ingatan Kolektif Masyarakat
Suasana kebudayaan semakin terasa melalui arena permainan rakyat dan karnaval yang tersebar di kawasan KIPP. Anak-anak terlihat bersemangat mencoba permainan gasing dan berbagai permainan tradisional lainnya. Orang dewasa pun larut dalam nostalgia yang membawa ingatan mereka pada masa kecil.
Permainan rakyat tersebut menciptakan ruang pertemuan lintas generasi. Di satu sisi, anak-anak mengenal warisan budaya secara langsung. Di sisi lain, orang tua menemukan kembali memori yang pernah membentuk identitas mereka. Momen ini memperlihatkan bagaimana kebudayaan mampu menyatukan masa lalu dan masa depan dalam satu ruang.
Kesaksian Pengunjung Menguatkan Makna Perayaan
Basiruddin, salah satu pengunjung, mengungkapkan perasaan haru saat menyaksikan gasing kayu berputar di pelataran beton KIPP. Ia mengenang masa tinggalnya di Kampung Dayak pada akhir dekade 1980-an, ketika permainan gasing menjadi bagian penting dari kehidupannya.
Menurutnya, kehadiran permainan tradisional di ibu kota baru memberikan rasa pulang ke rumah. Pernyataan ini mencerminkan kekuatan simbolik kebudayaan yang mampu menghadirkan rasa keterhubungan emosional, bahkan di tengah ruang yang baru dan modern.
Kehadiran Kepala Otorita IKN Perkuat Dukungan Moral
Kehadiran masyarakat pada perayaan ini mendapat sambutan langsung dari Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono. Sosok yang akrab disapa Pak Bas ini tampil hangat di tengah kerumunan. Ia menyapa warga yang datang dan berbincang secara langsung dengan para pengunjung.
Kehadiran Basuki di tengah masyarakat memperkuat pesan bahwa pembangunan IKN melibatkan partisipasi publik. Interaksi ini juga menegaskan bahwa proyek ibu kota negara tidak berjalan secara elitis, melainkan membuka ruang dialog dengan masyarakat luas.
Nusantara sebagai Ibu Kota Politik Masa Depan Indonesia
Dalam sambutannya, Basuki Hadimuljono menyampaikan pesan optimisme mengenai masa depan Nusantara. Ia menegaskan bahwa pembangunan IKN merupakan langkah strategis menuju kejayaan Indonesia di masa mendatang. Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 79 Tahun 2025 yang ditandatangani oleh Prabowo Subianto, pemerintah menargetkan Nusantara sebagai ibu kota negara secara penuh pada tahun 2028.
Basuki menjelaskan bahwa berbagai kebutuhan dasar telah tersedia. Pasokan energi listrik dan air bersih telah mengalir untuk mendukung aktivitas pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Ia menegaskan kesiapan infrastruktur sebagai fondasi utama bagi keberlanjutan pembangunan.
Kehadiran Publik sebagai Dukungan Simbolik Pembangunan
Bagi Otorita IKN, kehadiran masyarakat pada perayaan Tahun Baru 2026 memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar kunjungan wisata. Kehadiran tersebut mencerminkan dukungan moral dan kepercayaan publik terhadap proyek pembangunan nasional ini.
Perayaan ini menegaskan bahwa IKN tidak hanya tumbuh melalui beton dan baja, tetapi juga melalui interaksi sosial, kebudayaan, dan partisipasi masyarakat. Harmoni antara pembangunan fisik dan nilai budaya menjadi pesan utama yang ingin disampaikan pada awal tahun 2026.
Melalui pendekatan ini, Ibu Kota Nusantara memperkenalkan dirinya sebagai kota masa depan yang tetap berakar pada identitas budaya Indonesia.