Ambeien Atau Wasir – Masih sering muncul sebagai keluhan kesehatan di berbagai lapisan masyarakat. Kondisi ini sering muncul pada individu yang menjalani pola makan tidak seimbang serta gaya hidup kurang aktif. Banyak orang menganggap ambeien sebagai masalah ringan, padahal kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, perdarahan, serta rasa tidak nyaman saat beraktivitas. Oleh karena itu, pemahaman mengenai faktor pemicu ambeien menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan.
Selain faktor kebiasaan duduk terlalu lama, pola makan memegang peranan besar dalam munculnya ambeien. Asupan makanan rendah serat sering memicu gangguan buang air besar. Ketika kondisi ini berlangsung terus-menerus, tekanan pada area anus meningkat dan memicu pembengkakan pembuluh darah vena.
Mengenal Ambeien dan Penyebab Utamanya
Wasir atau hemoroid merupakan kondisi pembesaran pembuluh darah vena di sekitar anus atau rektum bagian bawah. Pembuluh darah tersebut mengalami pelebaran, kemudian darah menumpuk dan membentuk benjolan lunak yang tidak normal. Kondisi ini sering berkaitan erat dengan gaya hidup sehari-hari.
Dokter spesialis bedah umum lulusan Universitas Indonesia, dr. Franky Mainza Zulkarnain, Sp.B, menjelaskan bahwa gaya hidup memiliki peran dominan dalam kemunculan ambeien. Ia menekankan bahwa kebiasaan jarang mengonsumsi sayur serta duduk terlalu lama sering memicu masalah ini. Selain itu, pola buang air besar yang tidak teratur juga memperparah tekanan pada anus.

Ilustrasi Durian
Hubungan Makanan Rendah Serat dan Tekanan Anus
Selanjutnya, konsumsi makanan rendah serat menjadi salah satu pemicu utama ambeien. Serat berperan penting dalam menjaga tekstur feses tetap lunak. Ketika tubuh kekurangan serat, feses menjadi keras dan sulit keluar. Akibatnya, seseorang perlu mengejan lebih kuat saat buang air besar.
Tekanan berulang saat mengejan akan membebani area anus. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut memicu pembesaran pembuluh darah dan akhirnya menimbulkan ambeien. Oleh karena itu, asupan serat harian memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan.
Jenis Makanan yang Perlu Dihindari
Selain makanan rendah serat, beberapa jenis makanan tertentu juga berpotensi memperparah kondisi ambeien. Dr. Franky menyebutkan bahwa durian, nanas, minuman beralkohol, serta makanan pedas sering memicu gangguan saluran cerna. Makanan tersebut dapat menghasilkan gas berlebih dan meningkatkan kontraksi otot pencernaan.
Kondisi ini mendorong usus bergerak lebih cepat dari biasanya. Akibatnya, tekanan pada anus ikut meningkat. Proses buang air besar pun tidak selalu berjalan lancar, meskipun dorongan dari usus terasa kuat. Situasi inilah yang sering menimbulkan rasa tidak nyaman dan memperburuk kondisi ambeien.
Dampak Makanan Pedas terhadap Saluran Pencernaan
Makanan pedas memiliki tempat tersendiri dalam budaya kuliner masyarakat Asia. Namun, konsumsi pedas secara berlebihan dapat memicu diare berkepanjangan. Diare membuat frekuensi buang air besar meningkat dan memberikan tekanan berulang pada anus.
Menurut dr. Franky, tekanan tersebut memiliki efek serupa dengan penggunaan obat pencahar atau konsumsi serat dalam jumlah berlebihan. Ketika kondisi ini berlangsung terus-menerus, risiko munculnya ambeien ikut meningkat. Oleh sebab itu, pengendalian konsumsi makanan pedas menjadi langkah penting dalam pencegahan.
Kurangnya Sayur dan Dampaknya pada Feses
Selanjutnya, kurangnya konsumsi sayur juga berkontribusi besar terhadap masalah ambeien. Sayuran menyediakan serat alami yang membantu melunakkan feses. Tanpa asupan sayur yang cukup, feses akan mengeras dan menyulitkan proses pengeluaran.
Ketika anus harus bekerja lebih keras untuk mengeluarkan feses, tekanan pun meningkat. Tekanan yang terjadi secara berulang akan memperbesar risiko pembentukan benjolan ambeien. Dengan demikian, kebiasaan mengonsumsi sayur setiap hari memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan anus.
Langkah Pencegahan Ambeien Sejak Dini
Sebagai langkah pencegahan, dr. Franky menyarankan masyarakat untuk memperbaiki pola makan dan gaya hidup. Konsumsi makanan berserat seperti sayur, buah, dan biji-bijian perlu menjadi kebiasaan harian. Selain itu, asupan air putih yang cukup akan membantu melunakkan feses secara alami.
Di samping itu, masyarakat juga perlu menghindari kebiasaan duduk terlalu lama, terutama di toilet. Aktivitas fisik ringan secara rutin dapat membantu melancarkan pergerakan usus. Dengan kombinasi pola makan sehat dan gaya hidup aktif, risiko ambeien dapat ditekan sejak dini.
Kesimpulan Pentingnya Pola Hidup Sehat
Secara keseluruhan, ambeien tidak muncul secara tiba-tiba tanpa sebab. Pola makan rendah serat, konsumsi makanan tertentu, serta kebiasaan hidup tidak aktif memiliki peran besar dalam kemunculan kondisi ini. Oleh karena itu, perubahan kecil dalam pola makan dan gaya hidup dapat memberikan dampak besar bagi kesehatan pencernaan.
Dengan kesadaran dan langkah pencegahan yang tepat, masyarakat dapat menjaga kesehatan anus dan menghindari gangguan ambeien dalam jangka panjang.