Persik Kediri – Menargetkan kemenangan penting saat menghadapi Arema FC pada lanjutan kompetisi BRI Super League 2025/2026. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/1). Tim berjuluk Macan Putih itu ingin mempertahankan rekor positif yang selama ini tercipta setiap kali berhadapan dengan rival asal Jawa Timur tersebut.
Selain itu, laga ini membawa nilai strategis karena kedua tim hanya terpaut satu poin di papan klasemen sementara. Oleh karena itu, Persik Kediri tidak hanya memburu tiga poin, tetapi juga ingin memperkuat posisi serta menjaga momentum kebangkitan tim.
Rekor Pertemuan Menguatkan Kepercayaan Diri Persik Kediri
Persik Kediri datang ke pertandingan ini dengan modal statistik yang sangat meyakinkan. Dalam empat pertemuan terakhir melawan Arema FC, Persik selalu mengakhiri laga dengan kemenangan. Catatan tersebut mencerminkan konsistensi permainan sekaligus mental tanding yang kuat saat menghadapi Singo Edan.
Pada musim 2023/2024, Persik Kediri tampil dominan di putaran pertama dengan kemenangan telak 5-2. Kemudian, tim ini kembali menunjukkan kedewasaan permainan pada putaran kedua dengan kemenangan tipis 1-0. Tren positif tersebut berlanjut pada musim 2024/2025 ketika Persik sukses meraih dua kemenangan tambahan dengan skor 1-0 dan 3-0.
Secara keseluruhan, Persik Kediri berhasil mencetak total 10 gol ke gawang Arema FC dari empat laga tersebut. Statistik ini semakin memperkuat optimisme tim jelang pertandingan derbi Jawa Timur.

Pelatih baru Persik Kediri Marcos Reina Torres memimpin latihan perdana di Stadion Gelora Daha Jayati, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (8/12/2025). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/nym.
Marcos Reina Fokus pada Strategi dan Konsentrasi Tim
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, menegaskan bahwa timnya tetap menjaga fokus meskipun memiliki catatan pertemuan yang unggul. Ia menilai setiap pertandingan memiliki dinamika berbeda, sehingga tim harus menyiapkan strategi dengan matang.
Reina menilai performa Arema FC di kandang yang belum meraih kemenangan musim ini tidak boleh menjadi patokan utama. Sebaliknya, ia melihat kondisi tersebut justru dapat memicu motivasi besar bagi tuan rumah. Oleh karena itu, Persik Kediri memilih pendekatan realistis dengan memaksimalkan organisasi permainan serta disiplin taktik sejak menit awal.
Selain itu, Reina menekankan pentingnya menjaga konsistensi permainan mengingat jarak poin kedua tim sangat tipis. Ia mendorong seluruh pemain untuk tampil agresif, tetapi tetap mengedepankan keseimbangan lini agar tim mampu mengendalikan jalannya laga.
Derbi Jawa Timur Jadi Ujian Mental Pemain
Laga melawan Arema FC selalu menghadirkan tekanan tinggi karena statusnya sebagai derbi Jawa Timur. Gelandang Persik Kediri, Syahrian Abimanyu, memandang pertandingan ini sebagai perjalanan penting dalam kompetisi musim ini.
Abimanyu menilai setiap pemain memiliki tanggung jawab besar untuk menampilkan performa terbaik. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama tim agar Persik Kediri mampu meredam atmosfer stadion dan mengontrol emosi sepanjang pertandingan.
Selain itu, Abimanyu optimistis bahwa tim mampu menunjukkan kualitas permainan terbaik. Ia percaya persiapan yang matang serta kepercayaan diri yang tinggi akan membantu Persik Kediri meraih hasil maksimal di laga krusial ini.
Ambisi Kemenangan demi Konsistensi Musim
Persik Kediri menempatkan pertandingan melawan Arema FC sebagai momentum untuk mempertegas identitas tim. Dengan pendekatan permainan menyerang, disiplin bertahan, serta transisi cepat, Persik ingin mengunci kemenangan sekaligus menjaga konsistensi sepanjang musim.
Melalui kombinasi pengalaman pelatih, kepercayaan diri pemain, dan rekor pertemuan yang solid, Persik Kediri berupaya membuktikan kapasitasnya sebagai penantang serius di BRI Super League 2025/2026. Laga ini tidak hanya menentukan posisi klasemen, tetapi juga menguji karakter tim dalam tekanan besar.