Aparat Kepolisian Dari Polrestabes Bandung – Terus melakukan penyelidikan terhadap kasus meninggalnya seorang pelajar yang di duga menjadi korban pengeroyokan di Kota Bandung. Peristiwa tersebut melibatkan seorang siswa dari SMAN 5 Bandung bernama Muhammad Fahdly Arjasubrata.
Insiden ini terjadi di kawasan Jalan Cihampelas pada Jumat, 13 Maret 2026. Peristiwa tersebut menarik perhatian publik setelah informasi mengenai kejadian tersebut menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Pihak kepolisian segera mengambil langkah penyelidikan untuk mengungkap kronologi kejadian serta pihak-pihak yang terlibat. Langkah ini bertujuan memastikan proses hukum berjalan secara transparan sekaligus memberikan kepastian bagi keluarga korban dan masyarakat.
Kepolisian Lakukan Pendalaman dan Penyidikan
Pelaksana Tugas Kapolrestabes Bandung, Adi Wijaya, menegaskan bahwa pihak kepolisian terus melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut. Ia meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum agar proses penyelidikan dapat berjalan secara profesional.
Menurut Adi Wijaya, tim penyidik dari satuan reserse kriminal saat ini mengumpulkan berbagai informasi dan bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Penyidik memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri berbagai rekaman yang beredar di media sosial.
Selain itu, kepolisian juga berupaya menyusun kronologi kejadian secara menyeluruh. Proses ini memerlukan ketelitian karena penyidik harus memverifikasi setiap informasi yang muncul di lapangan.
Melalui langkah-langkah tersebut, aparat penegak hukum berharap dapat mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab serta memastikan penanganan kasus berjalan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Salah seorang warga tengah ikut menabur bunga serta mendoakan almarhum Muhammad Fahdly Arjasubrata di lokasi kejadian perkara kasus pengeroyokan di Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Jawa Barat, Mingu (15/3/2026).
Imbauan Kepolisian kepada Masyarakat
Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kasus ini, pihak kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketenangan. Aparat keamanan tidak ingin muncul reaksi emosional yang berpotensi memicu konflik baru.
Adi Wijaya mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia juga meminta semua pihak menunggu hasil penyelidikan resmi yang akan disampaikan oleh kepolisian.
Selain itu, kepolisian berharap peristiwa tersebut tidak memicu tindakan balasan atau konflik lanjutan di kalangan pelajar maupun masyarakat umum. Stabilitas keamanan di lingkungan pendidikan menjadi perhatian penting bagi aparat kepolisian.
Oleh karena itu, kerja sama antara masyarakat, pihak sekolah, serta aparat keamanan sangat di butuhkan untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Video Bentrok Viral di Media Sosial
Sebelum pihak kepolisian memberikan keterangan resmi, sebuah video amatir mengenai bentrokan di kawasan Cihampelas telah lebih dahulu beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan situasi keributan di jalan serta seorang laki-laki yang terbaring di pinggir jalan.
Video tersebut memicu berbagai spekulasi di kalangan warganet. Banyak pengguna media sosial membagikan rekaman tersebut disertai berbagai narasi yang belum tentu sesuai dengan fakta di lapangan.
Penyebaran video seperti ini sering kali mempercepat penyebaran informasi, namun di sisi lain juga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Oleh karena itu, aparat kepolisian terus mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi digital.
Selain menelusuri saksi dan bukti di lokasi kejadian, penyidik juga mempelajari rekaman video yang beredar untuk membantu mengungkap kronologi peristiwa secara lebih jelas.
Dugaan Keterlibatan Pelajar dari Dua Sekolah
Sementara itu, Kapolsek Coblong, Riki Erickson, sebelumnya menyampaikan dugaan awal mengenai pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi awal, kejadian tersebut kemungkinan melibatkan pelajar dari dua sekolah menengah atas di Bandung.
Selain korban yang berasal dari SMAN 5 Bandung, dugaan sementara juga mengarah pada keterlibatan pelajar dari SMAN 2 Bandung. Namun demikian, pihak kepolisian masih melakukan verifikasi lebih lanjut terhadap informasi tersebut.
Proses penyelidikan masih berlangsung sehingga aparat belum memberikan kesimpulan resmi mengenai penyebab maupun pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Pentingnya Pencegahan Kekerasan di Lingkungan Pelajar
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pelajar. Sekolah, orang tua, serta masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan kondusif.
Selain itu, pembinaan karakter dan komunikasi antar pelajar juga menjadi faktor penting untuk mengurangi potensi konflik. Lingkungan sekolah seharusnya menjadi tempat yang mendukung perkembangan akademik sekaligus membangun sikap saling menghormati.
Dengan kerja sama antara lembaga pendidikan, aparat keamanan, serta masyarakat, berbagai potensi konflik dapat diminimalkan. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi generasi muda di masa depan.