Pemerintah Republik Indonesia Menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia. Kepergian tokoh nasional tersebut menghadirkan rasa kehilangan yang besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat luas yang mengenal rekam jejak pengabdiannya.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyampaikan secara langsung ungkapan belasungkawa kepada awak media pada Senin (2/3/2026). Ia menegaskan bahwa Try Sutrisno merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang mendedikasikan hidupnya untuk kepentingan negara. Oleh karena itu, pemerintah memberikan penghormatan atas kontribusi panjang yang telah ia berikan selama masa pengabdiannya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Prasetyo juga mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum agar memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT. Ia menekankan pentingnya doa sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus wujud empati kepada keluarga yang tengah berduka.
Rekam Jejak Pengabdian bagi Bangsa dan Negara
Sebagai Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Try Sutrisno memainkan peran penting dalam dinamika pemerintahan nasional pada masanya. Ia membangun reputasi sebagai figur yang menjunjung tinggi kedisiplinan, loyalitas, dan semangat pengabdian. Kariernya di dunia militer dan pemerintahan memperlihatkan komitmen kuat terhadap stabilitas serta pembangunan nasional.
Lebih lanjut, banyak kalangan menilai bahwa Try Sutrisno menghadirkan keteladanan dalam kepemimpinan. Ia mengedepankan integritas serta konsistensi dalam menjalankan amanah jabatan. Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi inspirasi bagi generasi penerus yang ingin berkontribusi bagi bangsa.
Dalam pernyataannya, Prasetyo Hadi mengingatkan generasi muda agar meneladani semangat darmabakti yang telah dicontohkan almarhum. Ia mendorong generasi penerus untuk terus berperan aktif dalam pembangunan nasional dengan menjunjung tinggi nilai tanggung jawab dan dedikasi.

Try Sutrisno di Indo Defence 2025, 11 Juni 2025.
Pemerintah Berikan Perhatian dan Koordinasi Penanganan
Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah segera melakukan koordinasi dengan pihak Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto atau RSPAD. Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah meminta rumah sakit memberikan perhatian maksimal dalam penanganan almarhum.
Berdasarkan informasi yang diterima, Try Sutrisno mengembuskan napas terakhir pada pukul 06.58 WIB di RSPAD. Setelah itu, pihak keluarga dan rumah sakit mengatur proses pemandian jenazah di rumah duka RSPAD. Selanjutnya, keluarga membawa jenazah ke kediaman di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat, untuk disemayamkan.
Langkah koordinatif tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberikan penghormatan yang layak. Selain itu, perhatian tersebut mencerminkan penghargaan negara terhadap jasa para pemimpin terdahulu yang telah berkontribusi besar dalam perjalanan sejarah Indonesia.
Momentum Refleksi bagi Generasi Penerus
Kepergian Try Sutrisno juga menghadirkan momentum refleksi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Pengabdian panjang yang ia jalani memberikan pelajaran mengenai arti tanggung jawab dan komitmen terhadap bangsa. Oleh sebab itu, ajakan untuk meneladani nilai-nilai perjuangan tersebut menjadi relevan dalam konteks pembangunan saat ini.
Prasetyo Hadi menekankan bahwa generasi penerus memiliki tanggung jawab moral untuk melanjutkan cita-cita para pendahulu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan serta terus berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing. Dengan demikian, warisan nilai yang telah ditanamkan oleh tokoh bangsa seperti Try Sutrisno dapat terus hidup dalam praktik kehidupan bernegara.
Selain itu, wafatnya Try Sutrisno pada bulan suci Ramadhan menambah dimensi spiritual dalam suasana duka ini. Banyak pihak memaknai momen tersebut sebagai pengingat akan pentingnya meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat kepedulian sosial.
Penutup
Secara keseluruhan, wafatnya Try Sutrisno membawa duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Pemerintah melalui Menteri Sekretaris Negara telah menyampaikan belasungkawa, mengoordinasikan penanganan di rumah sakit, serta mengajak masyarakat untuk mendoakan almarhum. Lebih dari itu, peristiwa ini mengingatkan kembali pentingnya semangat pengabdian, integritas, dan dedikasi dalam membangun bangsa. Dengan meneladani nilai-nilai tersebut, generasi penerus dapat melanjutkan perjuangan demi kemajuan Indonesia di masa depan