DubesNesia24.com – Pengurus Pusat Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan prestasi pada ajang Asian Games 2026 yang akan berlangsung di Aichi-Nagoya, Jepang. Setelah berhasil membawa pulang medali perunggu pada edisi sebelumnya. Kini tim panahan Indonesia menargetkan pencapaian yang lebih baik dengan membidik setidaknya medali perak. Bahkan membuka peluang meraih emas apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana.

Saat ini, sebanyak 10 atlet terbaik terus menjalani program pemusatan latihan nasional (Pelatnas) sebagai bagian dari persiapan menghadapi salah satu ajang olahraga terbesar di Asia tersebut. Meski di hadapkan pada sejumlah tantangan, PB Perpani memastikan seluruh atlet tetap fokus menjalani latihan demi mencapai performa terbaik saat kompetisi di mulai.

PB Perpani Incar Medali Lebih Baik di Asian Games 2026

Sekretaris Jenderal PB Perpani, Irawadi Hanafi, menyampaikan bahwa target utama tim panahan Indonesia adalah meningkatkan pencapaian di bandingkan Asian Games sebelumnya. Pada edisi 2023, Indonesia berhasil membawa pulang medali perunggu. Oleh karena itu, federasi berharap prestasi tersebut dapat di tingkatkan menjadi medali perak atau bahkan emas.

Menurut Irawadi, target tersebut sebenarnya telah di susun sebelum adanya kebijakan efisiensi anggaran yang sempat memengaruhi jalannya program Pelatnas. Walaupun demikian, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat seluruh tim untuk tetap bekerja keras.

Ia menjelaskan bahwa peluang meraih medali emas tetap terbuka apabila atlet mampu melaju hingga babak final. Karena itu, seluruh program latihan kini di okuskan pada peningkatan teknik, konsistensi. Serta kesiapan mental para atlet agar mampu bersaing dengan negara-negara kuat di cabang olahraga panahan.

Selain meningkatkan kualitas latihan, PB Perpani juga terus melakukan evaluasi terhadap kebutuhan atlet agar proses persiapan berlangsung lebih optimal. Hingga keberangkatan menuju Asian Games 2026.

Kebutuhan Masseur dan Fasilitas Jadi Perhatian Tim Panahan

Di samping program latihan, PB Perpani juga menyoroti pentingnya dukungan tenaga pendamping selama kejuaraan berlangsung. Salah satu kebutuhan yang di nilai cukup mendesak adalah keberadaan seorang masseur yang secara khusus mendampingi tim panahan.

Irawadi mengungkapkan bahwa pengalaman mengikuti berbagai ajang internasional. Seperti SEA Games maupun Olimpiade, menunjukkan betapa pentingnya peran masseur dalam menjaga kebugaran atlet. Selama ini tenaga tersebut memang tersedia melalui kontingen Indonesia. Namun belum melekat secara khusus pada tim panahan sehingga proses pemulihan atlet di nilai kurang maksimal.

Menurutnya, tambahan satu orang masseur akan sangat membantu atlet, terutama setelah menjalani sesi latihan maupun pertandingan dengan intensitas tinggi. Proses pemulihan fisik yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga performa selama kompetisi berlangsung.

Selain persoalan tenaga pendamping, PB Perpani juga memberikan perhatian terhadap rencana penempatan atlet Indonesia di beberapa lokasi akomodasi selama Asian Games berlangsung. Salah satu opsi yang di siapkan panitia adalah penggunaan kapal pesiar sebagai bagian dari perkampungan atlet.

PB Perpani berharap penempatan atlet dapat di sesuaikan dengan karakteristik masing-masing cabang olahraga. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa tinggal di kapal pesiar dapat menimbulkan rasa tidak nyaman akibat guncangan yang terus-menerus di rasakan.

Kondisi tersebut di khawatirkan memengaruhi kualitas istirahat atlet, terutama bagi cabang olahraga seperti panahan yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan kestabilan fisik. Karena itu, PB Perpani mengusulkan agar fasilitas kapal pesiar lebih di prioritaskan untuk cabang olahraga air yang di nilai lebih terbiasa dengan kondisi tersebut.

Atlet panahan Indonesia berlatih untuk persiapan menghadapi Asian Games 2026.

PP Perpani

Tim CdM Pastikan Dukungan Maksimal bagi Kontingen Indonesia

Sementara itu, Chief de Mission (CdM) Asian Games Indonesia, Todotua Pasaribu, memastikan bahwa seluruh aspek pendukung akan menjadi perhatian agar atlet Indonesia dapat tampil maksimal selama mengikuti Asian Games 2026.

Menurut Todotua, program pembinaan atlet dan Pelatnas tetap berada di bawah koordinasi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI). Namun, menjelang pelaksanaan Asian Games, tim CdM akan mengambil peran dalam memastikan seluruh kebutuhan kontingen berjalan sesuai rencana.

Tanggung jawab tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari proses persiapan keberangkatan, pengaturan akomodasi, transportasi. Hingga pemulangan atlet setelah seluruh pertandingan selesai.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima berbagai masukan dari sejumlah cabang olahraga terkait kebutuhan selama Asian Games. Meski demikian, pembahasan mengenai persoalan teknis akan dilakukan secara internal agar tidak mengganggu fokus atlet yang saat ini tengah menjalani persiapan.

Dengan koordinasi antara PB Perpani, Kemenpora, KOI, dan tim CdM, di harapkan seluruh kebutuhan atlet dapat di penuhi. Sehingga mereka dapat berkonsentrasi penuh untuk memberikan hasil terbaik bagi Indonesia.

Kesimpulan

Persiapan tim panahan Indonesia menuju Asian Games 2026 terus berjalan dengan target yang lebih tinggi di bandingkan edisi sebelumnya. PB Perpani berharap mampu meningkatkan pencapaian dari medali perunggu menjadi perak, bahkan membuka peluang meraih emas apabila seluruh persiapan berjalan optimal.

Di sisi lain, sejumlah kebutuhan pendukung seperti tenaga masseur dan penempatan akomodasi atlet juga menjadi perhatian agar kondisi fisik maupun mental atlet tetap terjaga selama berada di Aichi-Nagoya. Dengan dukungan penuh dari tim CdM, Kemenpora, dan KOI. Tim panahan Indonesia optimistis mampu tampil kompetitif dan mengharumkan nama bangsa pada ajang olahraga terbesar di Asia tersebut.