Manchester United – Memasuki fase yang jauh lebih positif sejak klub menunjuk Michael Carrick sebagai pelatih kepala pada awal Januari. Pergantian pelatih dari Ruben Amorim ke Carrick langsung membawa perubahan nyata di dalam dan luar lapangan. Suasana ruang ganti terasa lebih hidup, sementara kepercayaan diri pemain meningkat secara signifikan. Selain itu, suporter mulai kembali melihat arah permainan yang jelas dan realistis.
Carrick datang tanpa banyak janji, namun ia langsung menunjukkan pendekatan yang terukur. Ia memilih fokus pada kestabilan tim sebelum mengejar permainan atraktif. Langkah tersebut terbukti efektif dalam waktu singkat.
Hasil Besar yang Mengubah Mental Tim
Seiring berjalannya pertandingan, Manchester United mulai menunjukkan wajah baru. Kemenangan 2-0 atas Manchester City dalam derby Manchester menjadi titik balik penting. Setelah itu, United melanjutkan momentum dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Arsenal di Emirates Stadium.
Dua hasil tersebut membawa dampak besar. Selain mengangkat posisi United ke peringkat keempat klasemen, kemenangan itu juga membentuk mental juara di dalam skuad. Para pemain tampil lebih berani, lebih disiplin, dan lebih percaya pada sistem permainan yang Carrick bangun.

Pelatih kepala Manchester United, Michael Carrick, di tengah, menyapa Patrick Dorgu dari Manchester United setelah pertandingan Liga Inggris antara Manchester United dan Manchester City di Manchester, Inggris, Sabtu, 17 Januari 2026.
Gary Neville Menilai Transformasi Manchester United
Mantan kapten Manchester United, Gary Neville, menyampaikan kekagumannya terhadap perubahan cepat yang terjadi. Dalam The Gary Neville Podcast, ia menyoroti perbedaan mencolok dalam cara United bermain.
Neville menilai Carrick berhasil meningkatkan intensitas permainan tim. Selain itu, kekompakan antarpemain terlihat lebih solid. United juga menunjukkan agresivitas bertahan yang konsisten serta kemauan untuk bekerja sama saat kehilangan bola. Lebih penting lagi, tim tampil tangguh ketika menghadapi tekanan dalam fase sulit pertandingan.
Ujian Konsistensi Menanti di Depan Mata
Meski tren positif terus berjalan, tantangan berikutnya sudah menanti. Manchester United akan menjamu Fulham pada 1 Februari sebelum menghadapi Tottenham Hotspur di Old Trafford pada 7 Februari. Dua laga tersebut akan menguji konsistensi Carrick dalam menjaga performa tim.
Jika United mampu mempertahankan hasil positif, tekanan kepada manajemen untuk mempertahankan Carrick sebagai pelatih kepala akan semakin besar. Saat ini, kontraknya hanya berlaku hingga akhir musim. Namun, performa di lapangan mulai berbicara lebih lantang dibanding status kontrak.
Peluang Memimpin Tur Pramusim Bersejarah
Apabila Carrick terus memimpin tim, ia berpeluang mengawal Manchester United dalam tur pramusim yang memiliki nilai historis. Klub tengah merancang laga persahabatan di Helsinki, Finlandia, dan Gothenburg, Swedia. Rencana ini mengakhiri penantian panjang setelah hampir 30 tahun United tidak menggelar tur resmi ke Skandinavia.
Manchester United terakhir kali bermain di Helsinki pada 1965 saat menghadapi HJK Helsinki di ajang Piala Eropa. Sementara itu, Gothenburg terakhir menyambut Setan Merah pada 2016 ketika United melawan Galatasaray dalam laga persahabatan.
Jejak Manchester United di Kawasan Nordik
Dalam beberapa musim terakhir, United memang sempat singgah di wilayah Nordik. Klub ini bermain tiga kali di Norwegia dan satu kali di Swedia dalam empat pramusim terakhir. Namun, rangkaian pertandingan di Skandinavia tidak lagi terjadi sejak 2012 saat United menghadapi Valerenga dan Barcelona.
Tur resmi terakhir ke kawasan tersebut bahkan terjadi pada 1998 di era Sir Alex Ferguson. Oleh karena itu, rencana tur musim panas 2026 membawa nuansa nostalgia sekaligus peluang memperluas basis penggemar di Eropa Utara.
Piala Dunia 2026 Mengubah Arah Pramusim
Manchester United biasanya menjalani pramusim di Amerika Serikat. Namun, Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada hingga 19 Juli mengubah rencana tersebut. Kondisi ini membuat klub mencari alternatif lokasi pramusim yang lebih ideal.
Skandinavia muncul sebagai pilihan logis. Faktor cuaca yang bersahabat, fasilitas berkualitas, serta sejarah panjang dengan klub menjadi alasan utama. Dengan demikian, persiapan musim baru tetap berjalan optimal tanpa benturan agenda besar.
Pendekatan Sederhana Carrick Membawa Efektivitas
Kebangkitan Manchester United tidak muncul secara kebetulan. Carrick mampu membaca karakter skuad dengan sangat baik. Ia menyusun sistem permainan yang sederhana namun efektif. Carrick menekankan keseimbangan, disiplin posisi, dan kerja sama tim.
Alih-alih memaksakan filosofi kompleks, Carrick memilih memaksimalkan kekuatan pemain yang ada. Hasilnya, struktur permainan terlihat rapi, transisi berjalan cepat, dan pertahanan tampil lebih solid.
Casemiro Kembali Menjadi Jantung Permainan
Salah satu perubahan paling mencolok terlihat pada performa Casemiro. Gelandang asal Brasil tersebut kembali menunjukkan kelasnya di level tertinggi. Casemiro tampil dominan dalam duel, cermat dalam membaca permainan, dan konsisten menjaga keseimbangan tim.
Peran Casemiro menjadi kunci dalam sistem Carrick. Dengan dukungan taktik yang tepat, ia mampu mengontrol ritme pertandingan dan memberikan rasa aman bagi lini belakang. Kehadirannya menjadi simbol kebangkitan Manchester United di era baru ini.