Aset kripto terbesar dunia, Bitcoin, mencatat perubahan fundamental dalam sejarah pergerakan harganya. Pada tahun 2025, Bitcoin menutup tahun dengan kinerja tahunan negatif meskipun pasar baru saja melewati peristiwa halving. Peristiwa ini mematahkan pola siklus empat tahunan yang selama lebih dari satu dekade menjadi acuan utama analisis harga Bitcoin.
Data pasar sepanjang 2025 menunjukkan Bitcoin mengalami penurunan nilai sekitar 6 persen secara tahunan. Informasi tersebut mengacu pada catatan harga yang dihimpun oleh CoinMarketCap. Pada awal Januari 2026, harga Bitcoin bergerak di kisaran USD 87.700, angka yang menegaskan terjadinya pergeseran besar dalam pola historis aset kripto ini.
Rekam Jejak Kinerja Bitcoin Pasca Halving
Pada siklus-siklus sebelumnya, Bitcoin selalu mencatat kinerja impresif setelah halving. Tahun 2013 menghadirkan lonjakan harga lebih dari 5.500 persen. Siklus 2017 mendorong kenaikan harga hingga melampaui 1.300 persen. Pada 2021, Bitcoin masih membukukan pertumbuhan sekitar 57 persen sebelum pasar memasuki fase koreksi pada tahun berikutnya.
Komunitas analis kripto kerap menggunakan visualisasi siklus untuk menggambarkan fase pertumbuhan dan penurunan harga. Grafik tersebut menampilkan blok hijau sebagai simbol ekspansi dan blok merah sebagai fase koreksi. Tahun 2025 muncul sebagai blok merah pertama dalam periode pasca halving, sekaligus mematahkan asumsi konsistensi siklus empat tahunan.

Prospek harga Bitcoin pasca pergeseran siklus masih belum jelas. Sejumlah pengamat menyebut Bitcoin tetap bergerak dalam tren pertumbuhan jangka panjang. Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)
Pertumbuhan Ukuran Pasar Mengubah Dinamika Harga
Analis pasar melihat hubungan langsung antara pertumbuhan kapitalisasi pasar Bitcoin dan perubahan pola pergerakan harga. Saat ukuran pasar meningkat, potensi lonjakan harga dalam persentase ekstrem ikut menyusut. Pada fase awal, arus modal kecil mampu mendorong harga naik drastis. Saat ini, pasar Bitcoin membutuhkan aliran modal jauh lebih besar untuk menciptakan dampak serupa.
Kapitalisasi pasar yang membesar mendorong Bitcoin bergerak menyerupai aset keuangan matang. Harga tidak lagi bereaksi agresif terhadap satu faktor tunggal, termasuk halving. Kondisi ini menandai perubahan struktural dalam mekanisme pembentukan harga Bitcoin.
Likuiditas Global dan Kompleksitas Permintaan
Pasar keuangan global sepanjang 2025 menghadapi tekanan likuiditas dan kebijakan moneter ketat. Lingkungan tersebut menekan minat risiko investor dan membatasi aliran dana ke aset berisiko tinggi seperti kripto. Dalam kondisi ini, pengurangan pasokan Bitcoin melalui halving tidak lagi cukup untuk mendorong lonjakan harga secara otomatis.
Struktur permintaan Bitcoin juga berkembang menjadi lebih kompleks. Investor ritel, institusi, perusahaan publik, dan pengelola aset besar berinteraksi dalam satu ekosistem pasar. Kombinasi aktor ini menciptakan dinamika harga yang jauh lebih berlapis dibandingkan satu dekade lalu. Narasi bahwa harga Bitcoin selalu mengikuti siklus halving empat tahunan pun kehilangan daya prediksi absolut.
Prospek Jangka Panjang Bitcoin Tetap Terbuka
Meskipun Bitcoin mencatat kinerja tahunan negatif, banyak pengamat tetap melihat arah pertumbuhan jangka panjang. Analisis teknikal menunjukkan harga Bitcoin bertahan di atas level dukungan historis utama, yang menandakan struktur pasar masih stabil.
Sejumlah proyeksi teoretis menempatkan potensi harga Bitcoin di kisaran USD 800.000 hingga USD 1,8 juta dalam jangka panjang. Proyeksi tersebut tidak menetapkan kerangka waktu pasti dan berfungsi sebagai gambaran potensi, bukan prediksi jangka pendek. Banyak analis kini memandang fase berikutnya sebagai periode pertumbuhan dengan laju lebih moderat.
Volatilitas Menurun dan Pasar Semakin Dewasa
Data historis menunjukkan penurunan volatilitas Bitcoin dibandingkan fase awal perkembangannya. Pergerakan harga kini berlangsung lebih stabil meskipun tetap fluktuatif. Penurunan volatilitas sering menandai peningkatan kedewasaan pasar dan efisiensi informasi.
Bitcoin tetap mempertahankan karakter aset berisiko tinggi, tetapi pola pergerakan harga menunjukkan transisi dari spekulasi ekstrem menuju stabilitas relatif.
Investor Institusi Terus Melakukan Akumulasi
Di tengah pelemahan harga, investor institusi tetap menunjukkan kepercayaan jangka panjang. Tether mengumumkan pembelian 8.888,8888888 BTC pada kuartal IV 2025 dengan nilai hampir USD 778 juta. Perusahaan tersebut menjalankan kebijakan alokasi hingga 15 persen laba kuartalan ke Bitcoin.
Selain itu, Strategy menambah kepemilikan dengan membeli 1.229 BTC senilai USD 108,8 juta. Setelah transaksi tersebut, Strategy menguasai sekitar 672.497 BTC meskipun harga Bitcoin dan saham perusahaan mengalami tekanan pasar.
Kesimpulan
Tahun 2025 menandai fase baru dalam sejarah Bitcoin. Perubahan pola pasca halving menunjukkan bahwa pasar kripto memasuki tahap kedewasaan struktural. Bitcoin tidak lagi bergerak mengikuti pola historis secara linier, tetapi merespons kombinasi faktor makroekonomi, struktur permintaan, dan strategi institusi besar. Perbedaan antara pelemahan harga jangka pendek dan konsistensi akumulasi institusi kini menjadi ciri utama fase terbaru pasar Bitcoin.