BAIC – memastikan komitmennya untuk memperluas jajaran produknya di pasar otomotif Indonesia. Setelah menghadirkan sejumlah model SUV, produsen asal China tersebut kini mengincar segmen kendaraan premium. Dengan menyiapkan sebuah Multi Purpose Vehicle (MPV) berukuran besar yang di jadwalkan meluncur pada 2027.

Kehadiran model baru ini menjadi bagian dari strategi BAIC dalam merespons meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan keluarga premium. Yang menawarkan kenyamanan, teknologi modern, dan pilihan sistem penggerak ramah lingkungan. Selain itu, mobil tersebut di perkirakan akan hadir dengan teknologi elektrifikasi yang mengikuti perkembangan industri otomotif global.

BAIC Fokus Hadirkan MPV Premium Berukuran Besar

PT JIO Distribusi Indonesia (JDI) selaku agen pemegang merek BAIC di Indonesia mengungkapkan bahwa perusahaan tengah menyiapkan kendaraan pada segmen full-size luxury van. Model tersebut di proyeksikan memiliki panjang sekitar 5,3 meter, sehingga menawarkan ruang kabin yang luas serta kenyamanan bagi seluruh penumpang.

Chief Operating Officer PT JDI, Dhani Yahya, menjelaskan bahwa kendaraan tersebut di rencanakan hadir pada 2027. Menurutnya, BAIC masih melakukan berbagai kajian agar produk yang di pasarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Perusahaan juga belum menetapkan secara final teknologi penggerak yang akan di gunakan. Namun, terdapat dua opsi yang saat ini menjadi bahan pertimbangan. Yakni kendaraan listrik murni atau Electric Vehicle (EV) dan teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV).

Keputusan tersebut akan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kesiapan infrastruktur, preferensi konsumen, hingga perkembangan pasar kendaraan elektrifikasi di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang.

Mengenal Teknologi REEV yang Sedang Di Pertimbangkan

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian BAIC adalah Range Extended Electric Vehicle atau REEV. Sistem ini di nilai menawarkan konsep berbeda di bandingkan mobil hybrid konvensional yang telah lebih dulu di kenal masyarakat.

Pada kendaraan REEV, tenaga utama sepenuhnya berasal dari motor listrik. Artinya, roda kendaraan di gerakkan oleh energi listrik sehingga sensasi berkendaranya tetap menyerupai mobil listrik murni.

Sementara itu, mesin bensin yang di sematkan pada kendaraan tidak memiliki hubungan mekanis dengan roda. Fungsi utamanya hanya sebagai generator untuk menghasilkan listrik ketika kapasitas baterai mulai menurun.

Konsep tersebut memungkinkan kendaraan tetap melaju menggunakan tenaga listrik tanpa harus terlalu bergantung pada stasiun pengisian daya. Mesin bensin hanya bekerja ketika di butuhkan untuk menjaga pasokan energi baterai. Sehingga dapat membantu memperpanjang jarak tempuh.

Teknologi REEV juga dinilai mampu menjadi solusi bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman menggunakan mobil listrik. Tetapi masih mempertimbangkan keterbatasan infrastruktur pengisian daya di sejumlah wilayah.

MPV premium BAIC berukuran 5,3 meter yang akan meluncur di Indonesia pada 2027 dengan teknologi EV dan REEV.

BAIC Wendao V9

Pasar MPV Listrik Indonesia Semakin Kompetitif

Rencana BAIC memasuki segmen MPV premium elektrifikasi muncul ketika pasar kendaraan listrik nasional menunjukkan perkembangan yang cukup pesat. Dalam beberapa tahun terakhir, pilihan kendaraan keluarga berbasis listrik terus bertambah.

Saat ini, konsumen Indonesia telah memiliki berbagai alternatif MPV listrik dari sejumlah produsen otomotif. Kehadiran berbagai model tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap kendaraan ramah lingkungan dengan kapasitas penumpang besar terus meningkat.

Apabila BAIC benar-benar menghadirkan varian REEV maupun EV, persaingan di segmen full-size luxury van di perkirakan akan semakin menarik. Produk tersebut berpotensi menawarkan kombinasi efisiensi energi, kenyamanan kabin, serta fleksibilitas penggunaan untuk perjalanan jarak jauh.

Di sisi lain, konsumen juga akan memperoleh lebih banyak pilihan kendaraan premium yang mengusung teknologi elektrifikasi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Mengarah pada Kelas Wendao V9

Sinyal mengenai MPV premium yang akan di bawa BAIC ke Indonesia sejalan dengan langkah Beijing Automotive Group yang sebelumnya memperkenalkan Wendao V9 melalui sub-merek Arcfox dalam ajang Beijing Auto Show 2026.

Model tersebut di posisikan sebagai MPV premium dengan dimensi besar dan mengusung teknologi elektrifikasi yang menjadi tren di pasar otomotif China. Di negara asalnya, Wendao V9 di pasarkan dengan kisaran harga mulai dari 219.900 yuan hingga 286.900 yuan atau setara sekitar Rp557 juta sampai Rp727 juta, tergantung variannya.

Walaupun BAIC Indonesia belum mengonfirmasi model yang akan di pasarkan, spesifikasi yang di sampaikan pihak perusahaan memiliki karakteristik yang berada pada kelas serupa. Oleh karena itu, banyak pihak memperkirakan kendaraan yang akan hadir nantinya akan menawarkan konsep, ukuran, serta fitur yang tidak jauh berbeda.

Berpotensi Menantang MPV Premium yang Sudah Ada

Apabila resmi dipasarkan pada 2027, MPV premium BAIC di perkirakan akan bersaing dengan sejumlah model yang telah lebih dulu hadir di Indonesia. Segmen luxury van saat ini di isi oleh berbagai kendaraan premium yang menawarkan teknologi modern, kabin mewah, dan tingkat kenyamanan tinggi.

Selain menghadapi MPV bermesin konvensional, BAIC juga berpotensi berhadapan langsung dengan sejumlah MPV listrik premium yang semakin di minati konsumen Indonesia. Kehadiran teknologi REEV bahkan dapat menjadi nilai tambah karena menawarkan efisiensi penggunaan energi sekaligus jarak tempuh yang lebih panjang di banding kendaraan listrik murni dalam kondisi tertentu.

Dengan strategi tersebut, BAIC berpeluang memperluas pangsa pasar sekaligus memperkuat eksistensinya di industri otomotif nasional. Jika seluruh rencana berjalan sesuai target, kehadiran MPV premium ini akan menambah pilihan kendaraan keluarga mewah bagi masyarakat Indonesia serta membuat persaingan di segmen elektrifikasi semakin kompetitif.