DubesNesia24.com – AS Roma kalah 0-3 dari Brighton & Hove Albion dalam pertandingan uji coba pramusim yang berlangsung di Amex Stadium, Sabtu (8/8/2026). I Lupi gagal membendung permainan cepat tuan rumah meski menurunkan sejumlah pemain yang berpotensi menjadi pilihan utama pada musim baru.

Pertandingan melawan Brighton menjadi bagian dari rangkaian persiapan Roma sebelum menghadapi kompetisi resmi. Pelatih Gian Piero Gasperini memanfaatkan duel tersebut untuk menguji kesiapan tim sekaligus melihat perkembangan strategi yang telah ia persiapkan.

Roma datang ke markas Brighton dengan komposisi pemain yang cukup kuat. Mile Svilar mendapat kepercayaan untuk menjaga gawang. Di depannya, Gasperini memasang tiga bek tengah, yakni Gianluca Mancini, Evan Ndicka, dan Mario Hermoso.

Sementara itu, Devyne Rensch dan Wesley menjalankan peran di kedua sisi permainan. Neil El Aynaoui bersama Bryan Cristante menempati sektor tengah untuk menjaga keseimbangan permainan Roma.

Pada sektor serangan, Paulo Dybala dan Matias Soule bertugas membantu Donyell Malen yang menjadi ujung tombak. Dengan susunan tersebut, Roma berusaha mengambil kendali permainan sejak pertandingan dimulai.

Brighton Manfaatkan Kecepatan untuk Tekan AS Roma

AS Roma mencoba memainkan bola dan membangun serangan secara terorganisasi pada awal pertandingan. Namun, Brighton mampu memberikan perlawanan dengan mengandalkan pergerakan cepat para pemainnya.

Kecepatan permainan Brighton membuat lini pertahanan Roma harus bekerja keras. Tuan rumah beberapa kali mampu menemukan ruang ketika Roma kehilangan bola dan belum sempat membentuk pertahanan dengan sempurna.

Roma sebenarnya berusaha mempertahankan penguasaan bola untuk mengurangi tekanan. Dybala dan Soule juga mencoba bergerak di antara lini tengah serta pertahanan Brighton untuk menciptakan peluang bagi Malen.

Namun, Brighton tampil lebih efektif dalam memanfaatkan kesempatan yang mereka dapatkan.

Kebuntuan akhirnya pecah ketika pertandingan memasuki menit ke-29. Georginio Rutter berhasil membawa Brighton unggul setelah menyelesaikan peluang menjadi gol.

Gol tersebut membuat tuan rumah semakin percaya diri. Brighton meningkatkan intensitas serangan dan terus mencoba memanfaatkan celah di pertahanan Roma.

Sebaliknya, I Lupi kesulitan menghasilkan peluang yang benar-benar membahayakan gawang lawan. Serangan yang mereka bangun beberapa kali terhenti sebelum memasuki area berbahaya.

Yasin Ayari Bawa Brighton Unggul Dua Gol

Brighton kembali memberikan pukulan kepada Roma menjelang berakhirnya babak pertama. Pada menit ke-40, Yasin Ayari berhasil mencatatkan namanya di papan skor.

Gol Ayari membuat Brighton memperbesar keunggulan menjadi 2-0. Roma berusaha memberikan respons dalam waktu yang tersisa, tetapi tidak mampu memperkecil ketertinggalan.

Skor tersebut akhirnya bertahan sampai wasit mengakhiri babak pertama.

Memasuki jeda pertandingan, Roma menghadapi pekerjaan besar. Gasperini perlu mencari cara agar timnya bisa mengimbangi kecepatan Brighton sekaligus meningkatkan efektivitas permainan di lini depan.

Namun, harapan Roma untuk bangkit justru mendapat tantangan lebih berat hanya beberapa menit setelah babak kedua dimulai.

AS Roma kalah 0-3 dari Brighton dalam pertandingan pramusim di Amex Stadium

INGGRIS – 08 Agustus 2026: Matias Soule dari AS Roma selama pertandingan persahabatan pramusim antara Brighton & Hove Albion dan AS Roma di Stadion American Express pada 08 Agustus 2026 di Brighton, Inggris.

Ayari Cetak Gol Kedua pada Babak Kedua

Brighton tidak membutuhkan waktu lama untuk kembali mengancam setelah pertandingan dilanjutkan. Pada menit ke-49, Ayari kembali mencetak gol dan membuat keunggulan tuan rumah semakin jauh.

Gol kedua Ayari mengubah kedudukan menjadi 3-0 untuk Brighton. Situasi tersebut membuat Roma harus mengejar tiga gol jika ingin menghindari kekalahan.

I Lupi kemudian berusaha meningkatkan tekanan. Para pemain Roma mencoba mencari ruang sekaligus membangun serangan untuk setidaknya memperkecil ketertinggalan.

Namun, Brighton mampu mempertahankan keunggulannya dengan baik. Tuan rumah tidak memberikan banyak kesempatan bagi Roma untuk menciptakan peluang bersih di depan gawang.

Dybala dan rekan-rekannya juga gagal menemukan solusi untuk menembus pertahanan Brighton. Hingga pertandingan memasuki menit-menit akhir, Roma belum mampu menghasilkan gol balasan.

Wasit akhirnya mengakhiri pertandingan dengan skor 3-0 untuk kemenangan Brighton.

Kekalahan Jadi Bahan Evaluasi Roma Jelang Musim Baru

Meski hanya berstatus pertandingan pramusim, kekalahan telak ini memberikan sejumlah catatan penting bagi Gian Piero Gasperini. Terlebih, Roma memainkan banyak pemain yang berpeluang mengisi susunan utama pada kompetisi mendatang.

Pertandingan tersebut menunjukkan bahwa Roma masih perlu meningkatkan koordinasi ketika menghadapi lawan yang bermain cepat. Transisi dari menyerang menuju bertahan juga menjadi salah satu aspek yang dapat mendapat perhatian dalam sesi latihan berikutnya.

Di sisi lain, lini depan Roma belum mampu memberikan respons setelah Brighton mencetak tiga gol. Kehadiran pemain seperti Dybala, Soule, dan Malen belum cukup untuk menghasilkan gol pada pertandingan ini.

Hasil pramusim memang tidak selalu menjadi gambaran akhir mengenai kekuatan sebuah tim ketika kompetisi resmi dimulai. Namun, pertandingan uji coba tetap memiliki peran penting untuk mengidentifikasi kekurangan sekaligus menguji kesiapan taktik dan kondisi para pemain.

Bagi Roma, kekalahan 0-3 dari Brighton dapat menjadi bahan evaluasi sebelum memasuki pertandingan kompetitif. Gasperini masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki organisasi permainan dan meningkatkan efektivitas serangan agar I Lupi tampil lebih siap ketika musim baru dimulai.