Momen Mudik Lebaran – Selalu menghadirkan peningkatan signifikan pada mobilitas masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Salah satu jalur yang di perkirakan mengalami lonjakan kendaraan adalah ruas Tol Pandaan–Malang di Jawa Timur. Operator jalan tol, PT Jasamarga Pandaan Malang, memproyeksikan peningkatan arus kendaraan selama periode Lebaran 2026 di bandingkan kondisi lalu lintas pada hari biasa.
Perusahaan tersebut memperkirakan volume kendaraan yang melintas di ruas tol tersebut meningkat sekitar 18,40 persen. Lonjakan ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat yang melakukan mudik, bersilaturahmi, serta kembali ke kota asal setelah libur Lebaran.
Peningkatan mobilitas tersebut menunjukkan peran penting ruas tol Pandaan–Malang sebagai jalur utama yang menghubungkan kawasan Malang dengan wilayah lain di Jawa Timur. Oleh karena itu, pengelola jalan tol berupaya menyiapkan berbagai strategi untuk memastikan perjalanan tetap lancar dan aman bagi seluruh pengguna jalan.
Perkiraan Volume Kendaraan Selama Periode Lebaran
Direktur Utama PT Jasamarga Pandaan Malang, M Taufik Akbar, menyampaikan proyeksi jumlah kendaraan yang melintasi ruas Tol Pandaan–Malang selama masa Lebaran 2026. Berdasarkan analisis lalu lintas yang di lakukan perusahaan, jumlah kendaraan di perkirakan mencapai sekitar 1.467.538 unit.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan di bandingkan kondisi normal yang biasanya berada pada kisaran 1.239.464 kendaraan dalam periode yang sama. Dengan demikian, operator jalan tol memperkirakan kenaikan sekitar 18,40 persen selama masa libur Lebaran.
Selain itu, jika dibandingkan dengan periode Lebaran tahun sebelumnya, jumlah kendaraan pada tahun 2026 juga menunjukkan peningkatan meskipun tidak terlalu besar. Pada Lebaran 2025, tercatat sekitar 1.445.925 kendaraan melintasi ruas Tol Pandaan–Malang. Dengan demikian, angka pada tahun 2026 mengalami kenaikan sekitar 1,49 persen.
Proyeksi tersebut memberikan gambaran bahwa mobilitas masyarakat di wilayah Jawa Timur terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kondisi ini sekaligus menegaskan pentingnya pengelolaan lalu lintas yang efektif selama periode libur panjang.

Gerbang Tol Singosari di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. ANTARA/HO-PT Jasamarga Pandaan Malang
Jadwal Puncak Arus Mudik dan Arus Balik
Selain memprediksi total volume kendaraan, pihak pengelola juga memperkirakan waktu terjadinya puncak kepadatan lalu lintas. Prediksi ini menjadi dasar bagi pengelola untuk mengatur strategi operasional selama masa mudik.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 Maret 2026. Pada periode tersebut, masyarakat di perkirakan mulai melakukan perjalanan menuju kampung halaman untuk merayakan Lebaran bersama keluarga.
Selanjutnya, aktivitas kunjungan atau silaturahmi diperkirakan mencapai puncaknya pada 22 Maret 2026. Pada fase ini, masyarakat biasanya melakukan perjalanan antarwilayah untuk mengunjungi kerabat maupun keluarga besar.
Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada 29 Maret 2026. Pada waktu tersebut, banyak pemudik mulai kembali ke kota tempat mereka bekerja atau tinggal setelah libur Lebaran berakhir.
Prediksi waktu puncak lalu lintas ini membantu operator jalan tol menyesuaikan kesiapan layanan serta menempatkan personel di titik-titik yang berpotensi mengalami kepadatan.
Strategi Operasional Menghadapi Lonjakan Kendaraan
Menghadapi potensi lonjakan kendaraan tersebut, pengelola jalan tol menyiapkan berbagai langkah operasional untuk menjaga kelancaran perjalanan. Salah satu fokus utama adalah peningkatan jumlah petugas yang berjaga di sepanjang ruas tol.
Penambahan personel bertujuan untuk mempercepat penanganan berbagai situasi di lapangan, termasuk kecelakaan lalu lintas, kendaraan mogok, maupun gangguan teknis lainnya. Selain itu, perusahaan juga menambah rambu lalu lintas serta memperbarui skenario penanganan situasi darurat.
Pengelola juga memasang berbagai sarana pendukung yang berfungsi meningkatkan keselamatan pengendara. Peralatan tersebut membantu petugas memberikan respons yang lebih cepat ketika terjadi gangguan di jalur tol.
Langkah-langkah tersebut di lakukan untuk memastikan seluruh pengguna jalan dapat melakukan perjalanan dengan aman selama periode mudik Lebaran.
Kesiapan Infrastruktur dan Tim Siaga Lapangan
Selain meningkatkan layanan operasional, pengelola juga memastikan kondisi infrastruktur jalan tol tetap berada dalam keadaan optimal. Tim teknis secara rutin melakukan pemeriksaan terhadap berbagai fasilitas yang ada di sepanjang jalur tol.
Beberapa tim siaga lapangan juga di siapkan untuk menghadapi berbagai potensi gangguan. Tim tersebut meliputi tim perbaikan jalan atau patching, tim pengelolaan ruang milik jalan, serta tim pemeliharaan sistem drainase.
Selain itu, perusahaan juga menyiapkan tim khusus untuk menghadapi potensi bencana seperti banjir maupun longsor. Kesiapan tersebut menjadi penting karena kondisi cuaca ekstrem dapat memengaruhi kelancaran lalu lintas.
Langkah ini sejalan dengan arahan dari Dudy Purwagandhi selaku Menteri Perhubungan yang bertugas mengoordinasikan penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026.
Peningkatan Layanan di Rest Area
Selain fokus pada jalur utama tol, pengelola juga memperhatikan kesiapan fasilitas di area istirahat atau rest area. Fasilitas ini memiliki peran penting karena banyak pengendara memanfaatkan lokasi tersebut untuk beristirahat selama perjalanan jauh.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pengelola menambah jumlah petugas kebersihan, personel keamanan, serta petugas pengatur lalu lintas di sekitar rest area. Penambahan personel ini membantu menjaga kenyamanan sekaligus mengurangi potensi kepadatan kendaraan di area tersebut.
Melalui berbagai langkah tersebut, pengelola jalan tol berupaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.
Imbauan bagi Pengguna Jalan Tol
Selain menyiapkan berbagai strategi operasional, pengelola jalan tol juga memberikan imbauan kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik. Pengguna jalan diharapkan mempersiapkan perjalanan dengan baik sebelum memasuki jalan tol.
Pengendara sebaiknya memastikan kecukupan saldo uang elektronik, ketersediaan bahan bakar kendaraan, serta kondisi kendaraan yang layak jalan. Persiapan tersebut dapat membantu menghindari hambatan selama perjalanan.
Selain itu, masyarakat juga dapat memantau informasi lalu lintas terbaru melalui layanan One Call Center Jasa Marga di nomor 133. Informasi perjalanan juga tersedia melalui aplikasi resmi Travoy yang di kembangkan oleh Jasa Marga.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pengelola berharap seluruh pengguna jalan dapat menikmati perjalanan mudik Lebaran dengan lebih aman, lancar, dan nyaman.