AC Milan – Bersiap melanjutkan persaingan di Serie A dengan menjamu Lecce pada pekan ke-21. Pertandingan ini akan berlangsung di Stadion San Siro pada Senin dini hari waktu Indonesia. Menjelang laga tersebut, pelatih Massimiliano Allegri menyiapkan sejumlah perubahan dalam susunan pemain. Langkah ini menunjukkan pendekatan taktis yang fleksibel demi menjaga konsistensi performa tim.
Sebelumnya, Milan meraih kemenangan 3-1 atas Como. Hasil positif tersebut memang memberi kepercayaan diri, namun sekaligus memunculkan diskusi terkait komposisi pemain. Allegri menilai momentum ini sebagai waktu yang tepat untuk melakukan rotasi terukur tanpa mengorbankan stabilitas permainan.
Pendekatan Taktis Menghadapi Lecce
Menghadapi Lecce yang dilatih Eusebio Di Francesco, Allegri mempersiapkan pendekatan berbeda. Lecce dikenal disiplin dalam bertahan dan cepat saat melakukan transisi. Oleh karena itu, Milan membutuhkan keseimbangan antara kreativitas dan kontrol permainan.
Menurut laporan Calciomercato.com, Allegri menyiapkan hingga empat perubahan pemain. Rotasi ini bertujuan menjaga kebugaran sekaligus memberi kesempatan bagi pemain lain untuk menunjukkan kontribusi. Selain itu, Allegri ingin menjaga intensitas permainan Milan sejak menit awal.

Pemain AC Milan, Luka Modric, berjabat tangan dengan pelatih AC Milan, Massimiliano Allegri, usai ditarik keluar pada laga Liga Italia antara AC Milan vs Verona di Milan, Italia, Minggu, 28 Desember 2025. (AP Photo/Luca Bruno)
Perubahan Signifikan di Lini Tengah
Lini tengah menjadi area yang paling berpotensi mengalami rotasi. Allegri mempertimbangkan perubahan demi menjaga dinamika permainan. Dalam skema 3-5-2, sektor ini memegang peran vital dalam mengatur tempo dan distribusi bola.
Pervis Estupiñán di perkirakan kembali masuk starting XI dan menempati sisi kiri. Ia akan menggantikan Davide Bartesaghi. Kehadiran Estupiñán di harapkan menambah agresivitas serangan dari sisi sayap sekaligus memperkuat transisi bertahan.
Di area tengah, Luka Modrić dan Youssouf Fofana berpeluang beristirahat. Sebagai gantinya, Ardon Jashari dan Samuele Ricci siap mengisi peran tersebut. Allegri melihat kombinasi ini mampu menjaga keseimbangan antara energi dan kontrol bola.
Pilar Tengah Tetap Menjadi Andalan
Meski melakukan rotasi, Allegri tetap mempertahankan beberapa pemain kunci. Adrien Rabiot dan Alexis Saelemaekers masih memegang peran penting dalam skema permainan Milan.
Keduanya memberikan kontribusi taktikal yang signifikan. Rabiot menjaga stabilitas dan duel di lini tengah, sementara Saelemaekers menghadirkan mobilitas serta fleksibilitas posisi. Dengan mempertahankan dua pilar ini, Allegri berharap Milan tetap mampu mengendalikan jalannya pertandingan meski melakukan beberapa perubahan.
Variasi Baru di Lini Depan
Selain lini tengah, Allegri juga merencanakan penyesuaian di lini depan. Christian Pulisic diperkirakan kembali menjadi starter. Ia akan menggantikan Christopher Nkunku yang kemungkinan memulai laga dari bangku cadangan.
Jika rencana ini berjalan, Pulisic akan berduet dengan Rafael Leão. Kombinasi ini diharapkan menghadirkan kecepatan, kreativitas, dan daya gedor yang lebih variatif. Sementara itu, Nkunku dan Niclas Füllkrug siap menjadi opsi dari bangku cadangan untuk mengubah dinamika pertandingan.
Risiko Rotasi dan Pelajaran dari Laga Sebelumnya
Allegri menyadari bahwa rotasi selalu membawa risiko. Strategi serupa sempat ia terapkan saat Milan bertandang ke markas Fiorentina. Dalam laga tersebut, Milan harus bekerja keras hingga menit akhir demi mempertahankan catatan tak terkalahkan.
Pengalaman itu memberikan pelajaran penting. Rotasi membutuhkan eksekusi yang tepat serta konsentrasi penuh sepanjang laga. Oleh karena itu, pertandingan melawan Lecce akan menjadi tolok ukur efektivitas pendekatan Allegri kali ini.
Ujian Strategi Allegri di San Siro
Laga melawan Lecce tidak hanya menentukan perolehan poin, tetapi juga menguji kedalaman skuad AC Milan. Melalui rotasi terukur, Massimiliano Allegri berupaya menjaga keseimbangan antara kebugaran pemain dan stabilitas permainan.
Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, Milan berpeluang mengamankan hasil positif sekaligus memperkuat posisi di klasemen Serie A. Sebaliknya, jika koordinasi tim tidak berjalan optimal, rotasi justru dapat membuka celah bagi lawan. Oleh karena itu, duel di San Siro akan menjadi ujian penting bagi kecermatan taktik Allegri dan kesiapan seluruh pemain.