Aletra – Produsen kendaraan listrik asal Indonesia, memutuskan untuk tidak berpartisipasi dalam Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang di gelar pada 5–15 Februari 2026. Perusahaan memilih mengalihkan fokus ke pameran besar di akhir tahun serta kegiatan pemasaran setelah Lebaran 2026. Strategi ini bertujuan memaksimalkan eksposur merek dan memanfaatkan momen konsumen yang lebih aktif membeli kendaraan listrik.
Marsellinus Christo Antyo, Product Manager PT Aletra Mobil Nusantara, menyampaikan alasan keputusan ini. Ia menekankan bahwa GIIAS 2026 lebih sejalan dengan target pemasaran perusahaan di bandingkan IIMS, yang biasanya lebih menekankan branding daripada penjualan langsung. “Kami fokus di GIIAS karena beberapa kali kami menilai penempatannya kurang tepat, dan IIMS lebih ke branding,” ujar Christo pada Rabu (28/1/2026).
Pertimbangan Strategis Aletra
Meskipun tidak hadir di IIMS 2026, Aletra tetap membuka kemungkinan untuk kembali jika tersedia lokasi yang lebih strategis. Christo menegaskan bahwa perusahaan selalu menilai efektivitas setiap pameran sebelum memutuskan partisipasi. “Kecuali kalau nanti ada tempat baru, bisa saja. Tapi untuk saat ini, kami belum,” tambahnya. Keputusan ini menunjukkan pendekatan Aletra yang terukur dan berbasis strategi, bukan hanya mengikuti tren pameran otomotif.
Selain itu, Christo menyebut perusahaan menurunkan aktivitas pemasaran selama periode IIMS. Fokus Aletra tertuju pada memanfaatkan momentum di ajang lain dan periode setelah Lebaran. “Selama IIMS 2026, aktivitas pemasaran kami sedikit slowdown dulu,” jelasnya. Strategi ini membantu perusahaan memanfaatkan sumber daya dengan lebih efisien dan menjaga kualitas interaksi dengan konsumen.

Aletra Foto.
Kalender Nasional dan Efektivitas Pemasaran
Christo juga menyoroti pengaruh kalender nasional terhadap strategi pemasaran. Setelah IIMS, masyarakat memasuki bulan puasa dan Lebaran, yang membuat konsumen lebih sibuk dan perhatian media terbagi. “Setelah IIMS 2026 juga ada puasa, Lebaran, padat semua. Jadi kami lebih tenang dulu, setelah itu baru mulai lagi,” kata Christo. Dengan memetakan waktu yang tepat, Aletra bisa menghadirkan promosi dan kegiatan yang lebih efektif, sehingga dampak pemasaran lebih maksimal.
Selain mempertimbangkan kalender, perusahaan juga menilai efektivitas pameran. IIMS cenderung menarik perhatian media dan industri, namun aktivitas di luar pameran utama dianggap kurang berdampak. Dengan strategi ini, Aletra bisa memusatkan energi pada saluran promosi yang langsung menyentuh konsumen, termasuk interaksi digital, test drive, dan kampanye pemasaran kreatif.
Fokus Produk dan Inovasi
Saat ini, Aletra mengandalkan satu model kendaraan listrik, Aletra L8 EV, dalam portofolio mereka. Perusahaan berencana menyesuaikan strategi pemasaran dan pengembangan produk dengan dinamika industri kendaraan listrik di Indonesia. Pertumbuhan pasar EV yang pesat menuntut Aletra terus menghadirkan inovasi, baik dari sisi teknologi maupun pengalaman pengguna.
Strategi pemasaran Aletra mencakup evaluasi lokasi pameran, waktu promosi, dan kanal komunikasi yang paling efektif. Perusahaan menekankan kualitas pengalaman konsumen di setiap interaksi, sehingga pelanggan bisa merasakan keunggulan Aletra dibandingkan kompetitor. Pendekatan ini sekaligus membangun loyalitas jangka panjang dan memperkuat posisi Aletra di pasar kendaraan listrik yang kompetitif.
Kesimpulan
Keputusan Aletra untuk tidak berpartisipasi di IIMS 2026 menunjukkan pendekatan strategis yang matang. Perusahaan menempatkan fokus pada GIIAS 2026 dan periode pasca-Lebaran untuk mengoptimalkan sumber daya, media, dan interaksi konsumen. Sementara portofolio saat ini hanya mencakup Aletra L8 EV, strategi pemasaran yang adaptif dan inovatif menjanjikan pertumbuhan yang berkelanjutan di industri kendaraan listrik Indonesia.
Dengan langkah ini, Aletra menegaskan bahwa keberhasilan pemasaran tidak sekadar hadir di setiap pameran, tetapi bergantung pada waktu, lokasi, pengalaman konsumen, dan inovasi produk. Pendekatan terstruktur ini memungkinkan Aletra memperkuat merek, meningkatkan penetrasi pasar, dan menyiapkan ekspansi produk di masa depan.