Bridestory – Kembali menghadirkan insight terkait tren pernikahan di tahun 2026 melalui Wedding Survey Report yang di lakukan pada akhir 2025. Survei melibatkan 5.000 calon pengantin, terdiri dari 58,7 persen wanita dan 41,3 persen pria, mayoritas berusia antara 25 hingga 30 tahun. Hasil ini memberikan gambaran jelas mengenai preferensi dan perilaku pasangan yang tengah merencanakan pernikahan.
Hasil survei menunjukkan bahwa sebanyak 40,9 persen calon pengantin merencanakan pernikahan mereka pada kuartal IV/2026, dengan November menjadi bulan paling populer. Sementara itu, 21,8 persen lainnya memilih kuartal III/2026 untuk hari bahagia mereka. Temuan ini menunjukkan bahwa banyak pasangan menyesuaikan jadwal pernikahan dengan ketersediaan venue dan momentum penting lainnya.
Wedding Planner dan Durasi Persiapan Pernikahan
Survei menemukan bahwa 92,5 persen responden memutuskan menggunakan layanan wedding planner atau wedding organizer. Hal ini menegaskan bahwa mayoritas pasangan membutuhkan dukungan profesional untuk mengelola berbagai aspek pernikahan, mulai dari sesi konsultasi, koordinasi vendor, manajemen anggaran, hingga penjadwalan acara.
Durasi persiapan juga menjadi fokus utama. Sekitar 44,1 persen pasangan membutuhkan lebih dari 12 bulan untuk mempersiapkan pernikahan mereka. Proses panjang ini melibatkan pencarian vendor, diskusi dengan wedding planner, penyusunan anggaran, hingga implementasi tema yang sesuai keinginan. Selain itu, 30,3 persen responden menilai durasi 9–12 bulan cukup untuk memastikan semua detail tertangani dengan baik. Sebagian kecil pasangan hanya membutuhkan 3–6 bulan (7,5 persen) atau bahkan waktu lebih singkat, meskipun jumlahnya relatif kecil.

Syifa Hadju menjadi muse tema pernikahan Petal Dreamscapes yang diusung Bridestory. (dok. Bridestory)
Pilihan Tempat dan Jumlah Tamu
Mayoritas pasangan, yakni 48,6 persen, memilih ballroom hotel sebagai lokasi pernikahan. Alasan utama mereka adalah kapasitas yang luas dan kesan mewah yang ditawarkan. Selanjutnya, 30 persen responden memilih gedung atau aula serbaguna sebagai opsi formal dengan anggaran lebih terjangkau. Pilihan area outdoor, seperti taman atau pantai, dipilih 10 persen pasangan yang menginginkan pernikahan santai dan intim.
Jumlah tamu yang di undang juga bervariasi. Sekitar 42 persen calon pengantin mengundang 101–300 tamu, menciptakan suasana menengah yang tetap intim namun meriah. Selanjutnya, 31,2 persen mengundang 301–500 tamu, 12,7 persen memilih 501–1.000 tamu, dan 3,3 persen lebih dari 1.000 tamu. Hanya 3,5 persen responden yang mengadakan microwedding dengan tamu di bawah 50 orang.
Anggaran dan Pemilihan Vendor
Bujet pernikahan menjadi faktor penting dalam perencanaan. Sebanyak 39,9 persen responden menyiapkan anggaran Rp250 juta–Rp500 juta, sedangkan 24,7 persen mengalokasikan dana Rp500 juta–Rp1 miliar. Sekitar 22,3 persen membatasi bujet di bawah Rp250 juta.
Dalam memilih vendor, calon pengantin cenderung menilai portofolio dan harga yang di tawarkan. Vendor yang memiliki portofolio lengkap, variasi konsep pernikahan, serta informasi harga yang jelas melalui media digital cenderung lebih menarik perhatian calon klien.
Digitalisasi Pernikahan
Survei juga mengungkap tren digitalisasi pernikahan. Sebanyak 56 persen responden membuat laman pernikahan, dan 91 persen menggunakan undangan serta buku tamu digital untuk mengatur daftar tamu dengan lebih praktis. Temuan ini menegaskan bahwa website, undangan digital, dan RSVP digital kini menjadi bagian esensial dari pernikahan modern.
Bridestory menghadirkan SayYes RSVP, platform yang memungkinkan calon pengantin merancang narasi pernikahan secara personal dan mengatur seluruh proses administrasi digital sejak awal. Inovasi ini memudahkan pengelolaan acara dan menambah pengalaman unik bagi pasangan dan tamu undangan.
Insight dan Event Bridestory
Natasza Kurniawan, Head of Marketing Bridestory, menyatakan bahwa laporan survei membantu vendor dan pelaku industri pernikahan memahami perilaku serta ekspektasi calon pengantin masa kini. Data ini memetakan tren visual, tema, warna, hingga cara pasangan mengambil keputusan dalam merencanakan pernikahan.
Selain insight, Bridestory juga menggelar event tahunan, termasuk Bridestory Market dan Bridestory Fair. Tahun 2026, tiga pameran akan di gelar: Bridestory Market pada 12–15 Februari dan 3–6 September di ICE BSD, serta Bridestory Fair pada 5–7 Juni di JICC, Senayan. Event ini menghadirkan ratusan booth vendor, memudahkan calon pengantin menemukan inspirasi, vendor, dan solusi pernikahan yang sesuai kebutuhan.
Dengan temuan survei ini, calon pengantin, vendor, dan seluruh pelaku industri pernikahan memiliki panduan untuk merencanakan pernikahan yang lebih personal, efisien, dan sesuai tren tahun 2026.