Pemerintah – Terus mendorong penguatan identitas budaya daerah sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional. Dalam konteks tersebut, Kabupaten Sumedang menunjukkan potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Provinsi Jawa Barat. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa Sumedang memiliki modal sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang sangat kuat.
Saat melakukan kunjungan kerja ke Sumedang, Fadli Zon menekankan pentingnya mengubah posisi Sumedang dari sekadar daerah persinggahan menjadi tujuan utama wisata budaya. Menurutnya, Sumedang memiliki daya tarik yang mampu menarik wisatawan untuk tinggal lebih lama dan mengenal kekayaan budaya Sunda secara lebih mendalam.
Keraton Sumedang Larang sebagai Pusat Kebudayaan Sunda
Dalam pandangan Menteri Kebudayaan, Keraton Sumedang Larang memegang peran strategis sebagai episentrum pemajuan budaya Sunda. Keraton tidak hanya menyimpan jejak sejarah, tetapi juga menjadi ruang hidup bagi nilai-nilai budaya yang terus berkembang. Oleh karena itu, pengembangan kawasan keraton harus berjalan secara terencana dan berkelanjutan.
Selain itu, wilayah keraton atau kesultanan secara historis berfungsi sebagai pusat perawatan, pelindungan, dan pengembangan kebudayaan. Dengan memperkuat peran Keraton Sumedang Larang, Sumedang dapat memosisikan diri sebagai pusat kebudayaan Sunda yang memiliki pengaruh regional hingga nasional.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon (kanan) dan Sri Radya Keraton Sumedang Larang H.R.I Lukman Soemadisoeria (kiri) berfoto bersama sambil memegang Mahkota Binokasih di Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (17/1/2026).
Diversifikasi Wisata untuk Mendorong Pertumbuhan Daerah
Fadli Zon juga menyoroti peluang pengembangan berbagai jenis wisata di Sumedang. Ia menilai wilayah ini memiliki potensi untuk mengembangkan wisata budaya, wisata sejarah, wisata alam, wisata religi, hingga wisata kuliner. Dengan mengintegrasikan berbagai sektor tersebut, Sumedang dapat menawarkan pengalaman wisata yang lengkap dan beragam.
Lebih lanjut, pengembangan pariwisata berbasis budaya akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat. Ketika wilayah berkembang, masyarakat akan memperoleh manfaat langsung melalui peningkatan lapangan kerja, penguatan ekonomi kreatif, serta pelestarian tradisi lokal. Oleh karena itu, strategi pengembangan wisata harus selalu berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Keberlanjutan Ekosistem Budaya dan Peran Generasi Muda
Dalam upaya memajukan kebudayaan, Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya keberlanjutan ekosistem budaya. Menurutnya, pelestarian budaya tidak dapat berjalan secara sesaat, melainkan membutuhkan komitmen jangka panjang dari berbagai pihak. Keberlanjutan ini menjadi kunci bagi kemajuan budaya Sunda di masa depan.
Selain itu, Fadli Zon menempatkan generasi muda sebagai agen utama kebudayaan. Ia mendorong keterlibatan anak muda dalam merawat, mengembangkan, dan mempromosikan budaya lokal. Dengan pendekatan ini, nilai-nilai budaya tidak hanya bertahan, tetapi juga beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Selama kunjungan di Sumedang, Menteri Kebudayaan meninjau sejumlah fasilitas budaya seperti Museum Pusaka, Bale Seni, Gedung Gamelan, dan Gedung Nagara Sumedang. Kunjungan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah terhadap infrastruktur pendukung kebudayaan sebagai bagian dari ekosistem yang utuh.
Komitmen Keraton dalam Menjaga Warisan Budaya
Sri Radya Keraton Sumedang Larang, H.R.I. Lukman Soemadisoeria, menyatakan kesiapan pihak keraton dalam menjaga aset-aset budaya yang ada. Ia menegaskan bahwa Keraton Sumedang Larang akan terus mendukung setiap upaya pemajuan kebudayaan yang melibatkan pemerintah dan masyarakat.
Selain itu, pihak keraton berharap program revitalisasi keraton-keraton Nusantara dapat berjalan lebih cepat. Revitalisasi tersebut dinilai penting untuk menjaga kondisi fisik bangunan sekaligus memperkuat fungsi budaya keraton di tengah masyarakat modern.
Museum Prabu Geusan Ulun sebagai Penjaga Sejarah
Saat ini, Keraton Sumedang Larang berfungsi sebagai Museum Prabu Geusan Ulun. Museum ini menyimpan berbagai koleksi berharga yang mencerminkan kejayaan sejarah Sumedang. Di dalamnya terdapat Mahkota Binokasih, singgasana raja, senjata pusaka, naskah-naskah kuno, alat musik gamelan, serta kereta kencana kerajaan.
Keberadaan museum ini memperkuat posisi Sumedang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya. Selain itu, museum berperan penting sebagai sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami akar sejarah dan identitas budaya Sunda.
Sumedang sebagai Masa Depan Wisata Budaya Sunda
Dengan kekayaan sejarah, budaya, dan potensi wisata yang dimiliki, Sumedang memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Barat. Penguatan peran Keraton Sumedang Larang, pengembangan infrastruktur budaya, serta keterlibatan masyarakat dan generasi muda akan menjadi faktor penentu keberhasilan.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, keraton, dan masyarakat harus terus terjalin. Melalui kolaborasi tersebut, Sumedang dapat tampil sebagai pusat kebudayaan Sunda yang hidup, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah serta pelestarian budaya nasional.