Mitsubishi Pajero Gen 5 membawa perubahan besar dibandingkan Pajero Gen 4, mulai dari desain, teknologi kabin, mesin, konstruksi sasis, hingga fitur keselamatan. Mitsubishi Motors Corporation memperkenalkan generasi kelima Pajero pada 2 September 2026 di Tokyo, Jepang, sekaligus menempatkannya sebagai model flagship baru dalam jajaran kendaraan Mitsubishi.

Kehadiran generasi terbaru ini sekaligus melanjutkan perjalanan Pajero setelah produksi generasi keempat berakhir pada 2019. Jarak waktu yang panjang sejak kemunculan Gen 4 membuat Mitsubishi memiliki ruang untuk mengubah banyak aspek pada SUV tersebut.

Tidak sekadar memperbarui tampilan, Mitsubishi juga mengubah konstruksi kendaraan dan meningkatkan kemampuan berkendaranya. Pajero terbaru kini membawa pendekatan yang berbeda dibandingkan pendahulunya.

Desain Pajero Gen 5 Lebih Tegas dan Modern

Perubahan pertama langsung terlihat pada eksterior. Pajero Gen 4 memiliki karakter SUV besar dengan bentuk bodi yang relatif ramping. Mitsubishi saat itu mengandalkan gril dengan sentuhan krom serta rancangan lampu depan yang mencerminkan gaya desain pada masanya.

Sementara itu, Pajero Gen 5 mengusung filosofi desain Grand Charisma. Mitsubishi mempertahankan kesan horizontal dan tegak yang mengingatkan pada Pajero generasi awal. Namun, perusahaan memperkuat tampilannya melalui fender yang lebih menonjol serta bentuk bodi yang terlihat semakin berotot.

Mitsubishi juga menawarkan dua desain gril, yaitu horizontal bar dan honeycomb. Lampu utama berbentuk T memperkuat karakter modern pada bagian depan.

Selain menghadirkan unsur baru, Mitsubishi tetap membawa beberapa detail yang merujuk pada sejarah Pajero. Desain pilar C mengambil inspirasi dari roll bar Pajero generasi pertama. Sementara itu, Mitsubishi memberikan motif heksagonal pada bagian belakang sebagai pengingat visual terhadap posisi ban cadangan pada Pajero terdahulu.

Kabin Berubah Lebih Modern

Perbedaan yang cukup besar juga muncul ketika melihat bagian interior. Pajero Gen 4 masih menggunakan panel instrumen konvensional dengan meter yang mengutamakan tingkat keterbacaan tinggi.

Sebaliknya, Pajero Gen 5 membawa pendekatan digital melalui dua layar berukuran 14,3 inci yang tampil menyatu. Mitsubishi turut menyediakan tampilan Multi Meter dengan desain tiga pengukur klasik. Meskipun hadir secara digital, desain tersebut mengambil inspirasi dari Pajero generasi lama.

Mitsubishi meningkatkan kesan premium dengan menggunakan material lembut pada dasbor dan trim pintu. Produsen asal Jepang tersebut juga menerapkan teknik jahitan yang mengambil inspirasi dari kerajinan Kimekomi Jepang.

Kabin tetap menyediakan konfigurasi tiga baris dengan kapasitas tujuh penumpang. Selain itu, Pajero terbaru menawarkan jok dengan ventilasi dan sistem pengaturan suhu otomatis tiga zona. Fasilitas tersebut menjadi salah satu pembeda dibandingkan Gen 4.

Mitsubishi Pajero Gen 5

all new Pajero.

Mesin Diesel Pajero Gen 5 Tawarkan Torsi 480 Nm

Perubahan berikutnya menyentuh sektor dapur pacu. Sebagai gambaran, Pajero Gen 4 yang beredar di pasar Timur Tengah menawarkan pilihan mesin bensin V6 3,8 liter MIVEC. Mesin tersebut menghasilkan tenaga 250 PS atau sekitar 248 TK dengan torsi 330 Nm.

Generasi keempat juga memiliki opsi diesel 3,2 liter DI-D dengan tenaga 200 PS atau sekitar 198 TK dan torsi 441 Nm. Mitsubishi memasangkan kedua pilihan mesin tersebut dengan sistem Super Select 4WD-II atau SS4-II.

Pada Pajero Gen 5, Mitsubishi memilih mesin diesel 2,4 liter yang menggunakan turbo VGT rentang lebar. Mesin tersebut mampu menghasilkan torsi maksimum 480 Nm.

Mitsubishi kemudian memasangkan mesin itu dengan transmisi otomatis delapan percepatan generasi baru yang memiliki mode sport. Selain mempertahankan SS4-II, perusahaan menambahkan teknologi Super-All Wheel Control atau S-AWC.

Sistem tersebut mengelola sejumlah aspek kendaraan secara terintegrasi, termasuk akselerasi, pengereman, dan pengendalian ketika mobil melewati tikungan.

Pajero Gen 5 Kembali Menggunakan Ladder Frame

Perubahan konstruksi menjadi salah satu pembeda paling penting antara kedua generasi. Pajero Gen 4 menggunakan struktur bodi monokok, sebuah pendekatan yang membedakannya dari sejumlah SUV off-road lain pada periode tersebut.

Untuk generasi kelima, Mitsubishi memilih konstruksi ladder frame dengan tingkat rigiditas tinggi. Perusahaan mengombinasikan rangka tersebut dengan suspensi double wishbone pada roda depan.

Sementara pada bagian belakang, Mitsubishi menggunakan sistem suspensi lima-link rigid axle baru. Kombinasi tersebut menegaskan arah pengembangan Pajero Gen 5 sebagai SUV yang tetap membawa kemampuan untuk menghadapi medan berat.

Teknologi Keselamatan Pajero Gen 5 Semakin Lengkap

Perbedaan antargenerasi semakin terlihat pada perangkat keselamatan dan bantuan berkendara. Pajero Gen 4 telah membawa sejumlah teknologi seperti Active Stability & Traction Control, ABS dengan distribusi pengereman elektronik, serta dua airbag untuk pengemudi dan penumpang depan.

Pajero Gen 5 menawarkan paket teknologi yang jauh lebih luas. Mitsubishi membekalinya dengan delapan airbag. Salah satunya berupa center airbag yang untuk pertama kalinya hadir pada kendaraan Mitsubishi.

Selain itu, Forward Collision Mitigation mampu mendeteksi pejalan kaki, pesepeda, dan pengendara sepeda motor. Mitsubishi juga memasukkan Emergency Lane Assist untuk pertama kalinya ke dalam Pajero.

Untuk membantu pengemudi ketika melaju di jalan tol, MI-PILOT menggabungkan Adaptive Cruise Control dan Lane Keep Assist.

Mitsubishi turut menyediakan 3D Multi Around Monitor. Teknologi ini menawarkan front under-floor view yang membantu pengemudi melihat area di bawah bagian depan kendaraan ketika melakukan manuver, terutama saat melewati medan berat. Pajero Gen 5 juga membawa layanan konektivitas MITSUBISHI CONNECT.

Secara keseluruhan, perbandingan Pajero Gen 5 dan Pajero Gen 4 menunjukkan perubahan yang mencakup hampir seluruh bagian kendaraan. Generasi kelima tidak hanya membawa desain baru, tetapi juga beralih ke ladder frame, menggunakan mesin diesel bertorsi lebih besar, meningkatkan digitalisasi kabin, serta menambahkan berbagai teknologi keselamatan dan bantuan berkendara modern.

Dengan perubahan tersebut, Mitsubishi membawa Pajero memasuki generasi baru sembari tetap mempertahankan sejumlah elemen visual yang merujuk pada perjalanan panjang model tersebut.