Klasemen – Pekan ke-16 Super League 2025–2026 menghadirkan dinamika persaingan yang semakin ketat, khususnya di papan atas klasemen. Laga penutup pekan ini mempertemukan Persik Kediri dan Persib Bandung di Stadion Brawijaya, Kediri. Pertandingan tersebut menjadi penentu arah klasemen sementara karena sejumlah pesaing Persib lebih dahulu mengamankan kemenangan.
Sebelum laga ini berlangsung, tekanan langsung mengarah ke Persib Bandung. Beberapa rival utama di papan atas sukses meraih poin penuh, sehingga Persib harus menang demi menjaga posisi puncak klasemen.
Rival Papan Atas Raih Kemenangan Lebih Dulu
Pada hari yang sama, Borneo FC tampil solid dan menundukkan PSM Makassar dengan skor 2-1. Selain itu, Persija Jakarta juga menunjukkan konsistensi setelah mengalahkan Persijap Jepara 2-0. Sementara itu, Malut United tampil impresif dengan kemenangan besar 6-2 atas PSBS Biak.
Hasil-hasil tersebut langsung memperketat persaingan di puncak klasemen. Oleh karena itu, Persib Bandung menghadapi laga kontra Persik Kediri dengan beban target kemenangan yang sangat jelas.

Saddil Ramdani mencetak gol bagi Persib Bandung melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya, Kediri, pada Senin (5/1/2026) malam WIB.(KOMPAS.com/Suci Rahayu)
Persib Hadapi Kendala Pemain Jelang Pertandingan
Persib Bandung datang ke Kediri tanpa sejumlah pemain penting. Eliano Reijnders dan Federico Barba tidak masuk dalam daftar pemain. Pelatih Bojan Hodak menjelaskan bahwa Eliano mengalami cedera ringan. Selain itu, tim pelatih juga mempertimbangkan faktor akumulasi kartu kuning yang dapat membuat sang pemain absen pada laga krusial berikutnya melawan Persija Jakarta.
Sementara itu, Federico Barba juga tidak tampil karena masalah cedera. Di sisi lain, rumor mengenai keinginan Barba kembali ke Eropa demi alasan keluarga ikut mencuat dan menambah spekulasi seputar skuad Persib.
Jalannya Laga Berlangsung Ketat dan Penuh Tekanan
Sejak menit awal, Persib Bandung berusaha mengendalikan permainan. Namun, Persik Kediri mampu tampil disiplin dan rapat di lini pertahanan. Sepanjang babak pertama, kedua tim saling menekan tanpa menciptakan peluang bersih yang benar-benar mengancam gawang.
Memasuki babak kedua, Persib meningkatkan intensitas serangan. Tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-68. Saddil Ramdani memecah kebuntuan melalui sontekan terukur setelah menerima umpan silang dari Berguinho. Gol tersebut memberi harapan besar bagi Persib untuk membawa pulang tiga poin penting.
Namun demikian, situasi berubah drastis pada menit ke-81. Saddil Ramdani menerima kartu kuning kedua yang membuat Persib harus melanjutkan pertandingan dengan sepuluh pemain. Kondisi ini memaksa Persib lebih fokus bertahan sembari menjaga keunggulan tipis.
Gol Menit Akhir Gagalkan Kemenangan Persib
Saat laga memasuki masa tambahan waktu, Persib nyaris mengamankan kemenangan krusial. Akan tetapi, konsentrasi lini belakang Persib menurun pada detik-detik akhir. Pemain bertahan Persik Kediri, Muhamad Firly, mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-90+6.
Gol tersebut langsung mengubah suasana Stadion Brawijaya. Persik Kediri merayakan satu poin berharga, sementara Persib harus menerima kenyataan pahit kehilangan kemenangan di penghujung laga.
Persaingan Papan Atas Kian Ketat
Hasil imbang ini membuat Persib Bandung gagal kembali ke puncak klasemen. Persib turun ke peringkat ketiga dengan koleksi 35 poin. Borneo FC kini memimpin klasemen dengan 37 poin, sementara Persija Jakarta berada di posisi kedua dengan poin yang sama seperti Persib.
Di sisi lain, tambahan satu poin membawa Persik Kediri naik ke peringkat ke-11 dengan total 19 poin. Hasil ini memberi dorongan moral penting bagi Persik dalam upaya menjauh dari zona bawah klasemen.
Bhayangkara FC Menang, Dewa United Terpuruk
Selain laga di Kediri, pertandingan lain juga memengaruhi peta klasemen. Bhayangkara FC meraih kemenangan tipis 1-0 atas Dewa United. Gol tunggal Fareed Sadat pada menit ke-43 memastikan kemenangan Bhayangkara meskipun tim tersebut bermain dengan sepuluh pemain sejak Wahyu Seto menerima kartu merah pada menit ke-51.
Kekalahan ini semakin menekan Dewa United. Tim yang sempat bersaing di papan atas kini terdampar di peringkat ke-14 dengan 17 poin dari 16 pertandingan. Situasi ini memaksa Dewa United segera berbenah agar tidak terus terpuruk di papan bawah.
Liga Makin Kompetitif
Pekan ke-16 Super League 2025–2026 menegaskan bahwa persaingan musim ini berjalan sangat ketat. Setiap pertandingan membawa dampak besar terhadap klasemen. Dengan selisih poin yang tipis di papan atas, setiap tim kini harus tampil konsisten dan fokus pada setiap laga berikutnya.