Rute Ke Taman Nasional Tanjung Puting dari Jakarta cukup mudah bagi wisatawan yang ingin melihat kehidupan orangutan di Kalimantan Tengah. Pengunjung dapat memulai perjalanan dengan pesawat menuju Pangkalan Bun. Setelah itu, perjalanan berlanjut melalui jalur darat dan sungai hingga memasuki kawasan taman nasional.
Taman Nasional Tanjung Puting menjadi salah satu destinasi wisata alam populer di Kalimantan Tengah. Kawasan konservasi ini terkenal karena menjadi habitat orangutan serta berbagai satwa liar lainnya.
Pangkalan Bun di Kabupaten Kotawaringin Barat berperan sebagai gerbang utama bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Tanjung Puting. Oleh karena itu, wisatawan dari Jakarta biasanya memilih penerbangan menuju kota tersebut sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan konservasi.
Setelah tiba di Pangkalan Bun, wisatawan harus menuju kawasan Kumai. Dari wilayah inilah perjalanan sungai menggunakan kapal klotok dimulai.
Terbang dari Jakarta menuju Pangkalan Bun
Wisatawan dapat mengawali perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang menuju Bandara Iskandar di Pangkalan Bun.
Penerbangan Jakarta-Pangkalan Bun tersedia setiap hari. Perjalanan udara biasanya membutuhkan waktu sekitar 1,5 hingga dua jam.
Keberadaan penerbangan langsung membuat akses menuju Tanjung Puting semakin praktis. Wisatawan tidak perlu menempuh perjalanan darat panjang dari kota lain di Kalimantan Tengah.
Setelah pesawat mendarat di Bandara Iskandar, wisatawan dapat menyiapkan perjalanan berikutnya menuju titik keberangkatan kapal.
Perjalanan dari Bandara Iskandar menuju Kumai
Tahap selanjutnya membawa wisatawan dari Bandara Iskandar menuju Pelabuhan Kumai atau Dermaga Tanjung Puting.
Wisatawan dapat menggunakan taksi maupun kendaraan yang disediakan operator perjalanan. Perjalanan dari bandara menuju kawasan pelabuhan membutuhkan waktu sekitar 20 sampai 30 menit.
Jarak yang relatif dekat membuat perjalanan ini tidak memakan banyak waktu. Namun, wisatawan tetap perlu menyesuaikan jadwal kedatangan pesawat dengan jadwal keberangkatan kapal.
Pelabuhan Kumai dan Dermaga Tanjung Puting menjadi titik penting sebelum wisatawan masuk lebih jauh ke kawasan taman nasional. Kapal-kapal wisata berangkat dari kawasan tersebut menuju Sungai Sekonyer.

Pintu masuk Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, Senin (27/7/2026).
Menyusuri sungai menggunakan kapal klotok
Perjalanan menuju bagian utama Taman Nasional Tanjung Puting menawarkan pengalaman yang berbeda setelah wisatawan meninggalkan daratan.
Wisatawan akan menggunakan kapal klotok, yaitu kapal kayu tradisional yang sangat identik dengan perjalanan wisata di kawasan Tanjung Puting.
Kapal tersebut membawa pengunjung melewati Sungai Kumai sebelum memasuki Sungai Sekonyer. Perjalanan sungai menuju sejumlah lokasi wisata utama membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga jam.
Selama perjalanan, wisatawan dapat menikmati suasana hutan tropis yang mengelilingi aliran sungai. Pemandangan tersebut menjadi bagian penting dari pengalaman berkunjung ke Tanjung Puting.
Selain menikmati lanskap alam, pengunjung juga berpeluang menjumpai berbagai satwa liar. Bekantan sering muncul di pepohonan dekat sungai. Selain itu, wisatawan berkesempatan melihat burung enggang, buaya, hingga orangutan di habitat alaminya.
Tiga lokasi utama di Tanjung Puting
Taman Nasional Tanjung Puting memiliki beberapa lokasi yang sering masuk dalam perjalanan wisata. Tiga tempat yang paling dikenal yaitu Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey.
Masing-masing lokasi menawarkan pengalaman perjalanan berbeda. Wisatawan biasanya menentukan tujuan berdasarkan paket perjalanan serta waktu kunjungan yang tersedia.
Tanjung Harapan menjadi salah satu lokasi yang dapat wisatawan jangkau lebih awal dalam perjalanan. Sementara itu, perjalanan menuju Pondok Tanggui membawa pengunjung semakin jauh memasuki kawasan konservasi.
Camp Leakey berada paling jauh dibandingkan dua lokasi tersebut. Wisatawan membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam dari titik keberangkatan awal untuk mencapai kawasan ini dengan kapal klotok.
Karena jaraknya lebih jauh, wisatawan perlu memperhitungkan durasi perjalanan dengan baik. Banyak pengunjung memilih paket wisata beberapa hari agar bisa mengunjungi sejumlah lokasi tanpa terburu-buru.
Klotok menjadi bagian dari pengalaman wisata
Perjalanan dengan klotok bukan sekadar sarana transportasi menuju Taman Nasional Tanjung Puting. Kapal tradisional ini juga menjadi bagian penting dari pengalaman wisata di Kalimantan Tengah.
Selama kapal bergerak menyusuri Sungai Sekonyer, wisatawan dapat mengamati perubahan lanskap dan kehidupan satwa di sekitar tepian sungai. Suasana hutan yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri.
Dengan demikian, perjalanan dari Jakarta menuju Tanjung Puting memiliki tiga tahap utama. Wisatawan terbang menuju Pangkalan Bun, melanjutkan perjalanan darat ke Kumai, kemudian menggunakan klotok menuju kawasan taman nasional.
Rangkaian perjalanan tersebut membuat Tanjung Puting menawarkan pengalaman wisata sejak pengunjung meninggalkan kota. Selain bertemu orangutan, wisatawan juga dapat menikmati perjalanan sungai sekaligus melihat kekayaan alam Kalimantan Tengah dari jarak dekat.