Men’s World Tennis Championship 2026 – Pasangan ganda putra muda Indonesia, Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp, berhasil mengamankan tiket ke babak kedua Seri Kedua Men’s World Tennis Championship 2026. Kemenangan tersebut diraih setelah keduanya melewati pertandingan yang berlangsung sengit dan penuh perjuangan di lapangan Nusa Dua, Bali.
Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi tuan rumah setelah sejumlah wakil Indonesia lainnya harus mengakhiri langkah lebih awal di nomor ganda maupun tunggal. Penampilan solid Rafalentino dan Ethan sekaligus menjadi bukti bahwa regenerasi tenis Indonesia mulai menunjukkan hasil yang menjanjikan di ajang internasional.
Rafalentino dan Ethan Bangkit Setelah Kehilangan Set Pertama
Pertandingan babak pertama kategori M-15 Seri Kedua yang berlangsung pada Selasa (28/7) menghadirkan duel menarik antara pasangan Indonesia, Rafalentino Ali Da Costa/Ethan David Zapp, melawan duet India, Shanker Heisnam dan Arjun Rathi.
Laga tersebut berlangsung selama 1 jam 18 menit dan harus di tentukan hingga rubber game. Pada set pembuka, pasangan Indonesia belum mampu mengimbangi permainan lawan sehingga menyerah dengan skor 4-6.
Meski tertinggal lebih dulu, Rafalentino yang baru berusia 16 tahun bersama Ethan David Zapp yang berumur 17 tahun tidak kehilangan semangat. Mereka mampu memperbaiki pola permainan, tampil lebih agresif, dan berhasil merebut set kedua dengan kemenangan 6-4.
Memasuki set penentuan yang menggunakan sistem super tiebreak, kedua pemain muda Indonesia terus menjaga konsistensi permainan. Berkat ketenangan dalam momen-momen krusial, mereka akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 10-7 sekaligus mengamankan tempat di babak kedua.
Mental Bermain Lepas Jadi Kunci Kemenangan
Usai pertandingan, Rafalentino mengungkapkan bahwa keberhasilan mereka tidak terlepas dari keberanian bermain tanpa tekanan sejak awal pertandingan.
Menurutnya, fokus utama adalah mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik tanpa memikirkan beban hasil pertandingan. Pendekatan tersebut membuat mereka mampu bangkit setelah tertinggal pada set pertama.
Sementara itu, Ethan David Zapp menyadari bahwa lawan berikutnya memiliki pengalaman yang lebih matang. Karena itu, pasangan muda Indonesia tersebut bertekad tetap tampil lepas dan menikmati pertandingan pada babak selanjutnya.
Mereka dijadwalkan menghadapi pasangan unggulan ketiga, Isaac Becroft dari Selandia Baru yang berduet dengan Daisuke Sumizawa asal Jepang. Pertandingan tersebut diperkirakan menjadi tantangan berat mengingat lawan memiliki pengalaman bertanding yang lebih tinggi di level internasional.
Satu-satunya Wakil Ganda Putra Indonesia yang Bertahan
Keberhasilan Rafalentino dan Ethan menjadi semakin berarti karena mereka merupakan satu-satunya pasangan ganda putra Indonesia yang berhasil melaju ke babak kedua.
Sebelumnya, pasangan Anthony Susanto dan Gunawan Trismuwantara harus mengakui keunggulan Isaac Becroft dan Daisuke Sumizawa dalam pertandingan yang berlangsung ketat.
Anthony dan Gunawan sebenarnya mampu memberikan perlawanan sengit selama 1 jam 23 menit. Mereka bahkan sempat memaksakan pertandingan hingga rubber set setelah memenangkan set pertama 6-4.
Namun, pasangan unggulan ketiga tersebut mampu membalas pada set kedua dengan skor 7-5. Memasuki super tiebreak, pengalaman lawan menjadi pembeda sehingga Anthony dan Gunawan harus menyerah dengan skor telak 1-10.
Kekalahan ini membuat langkah mereka terhenti di babak pertama sekaligus menyisakan Rafalentino dan Ethan sebagai harapan Indonesia di sektor ganda putra.

Duet Rafalentino/Ethan melaju ke Babak Kedua Men’s World Tennis Championship 2026.
Pasangan Indonesia Lain Juga Gagal Melaju
Hasil kurang memuaskan juga dialami pasangan Renaldi Aquila Salim yang berpasangan dengan Ashwin Ryan Sharma.
Menghadapi duet Australia, Jack Bruce-Smith dan Stefan Storch, keduanya belum mampu menunjukkan permainan terbaik. Mereka kalah dalam dua set langsung dengan skor 2-6 dan 6-7(5), sehingga harus mengakhiri perjuangan sejak babak pembuka.
Kekalahan tersebut semakin memperkecil jumlah wakil Indonesia yang masih bertahan di nomor ganda pada turnamen kali ini.
Nathan Barki Terhenti di Nomor Tunggal
Di sektor tunggal putra, Indonesia juga kehilangan salah satu wakilnya setelah Nathan Barki gagal melewati hadangan petenis Jepang, Yusuke Takahashi.
Pertandingan yang berlangsung di Lapangan A Nusa Dua Bali sempat berjalan cukup kompetitif. Nathan yang baru kembali bertanding setelah menjalani masa pemulihan cedera selama sekitar satu tahun mampu memberikan perlawanan sengit pada set pertama.
Kedua pemain saling kejar angka hingga kedudukan imbang 5-5. Akan tetapi, memasuki game ke-11, Yusuke berhasil memanfaatkan momentum dengan mematahkan servis Nathan.
Keunggulan tersebut membuat petenis Jepang menutup set pertama dengan kemenangan 7-5 dalam waktu 52 menit.
Memasuki set kedua, Yusuke yang memiliki peringkat 679 ATP tampil semakin dominan. Nathan kesulitan mengembangkan permainan sehingga hanya mampu merebut satu gim sebelum akhirnya kalah 1-6.
Hasil tersebut memastikan langkah Nathan terhenti di babak utama turnamen.
Harapan Indonesia Bertumpu pada Generasi Muda
Dengan berakhirnya perjuangan sejumlah wakil Indonesia, perhatian kini tertuju kepada Rafalentino Ali Da Costa dan Ethan David Zapp yang sukses menjaga asa tuan rumah di sektor ganda putra.
Meski akan menghadapi lawan unggulan pada babak berikutnya, kemenangan dramatis di laga pembuka menjadi modal berharga bagi pasangan muda Indonesia untuk tampil lebih percaya diri.
Keberhasilan mereka tidak hanya menunjukkan kualitas permainan yang terus berkembang, tetapi juga memberikan optimisme terhadap regenerasi tenis Indonesia di level internasional. Apabila mampu mempertahankan performa dan bermain tanpa tekanan, Rafalentino serta Ethan berpeluang memberikan kejutan pada babak kedua Men’s World Tennis Championship 2026.