Ibu Kota Nusantara (IKN) – Menghadirkan berbagai inovasi teknologi global melalui pelaksanaan proof of concept (POC) atau uji coba teknologi, tanpa menggunakan dana negara. Chief of Research and Innovation CLGI Asia-Pacific, Mohammed Ali Berawi, menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan internasional seperti Hyundai dan EHang ikut terlibat dalam demonstrasi Urban Air Mobility (UAM) atau taksi terbang di kawasan IKN.

Ali menegaskan bahwa seluruh biaya POC sepenuhnya di tanggung oleh penyedia teknologi. “POC yang dilakukan di IKN tidak memakai dana negara. Semua biaya ditanggung oleh technology provider, termasuk uji coba UAM,” jelas Ali dalam Focus Group Discussion di Jakarta Selatan, Selasa (12/05/2026).

Hyundai mengirimkan unit kendaraan udara langsung dari Korea Selatan untuk keperluan demonstrasi, sementara pemerintah memberikan dukungan berupa lokasi dan fasilitas teknis. Tujuannya agar Indonesia dapat menyaksikan langsung perkembangan teknologi global sekaligus meningkatkan literasi teknologi di dalam negeri.

Menjadi Prosumer Teknologi Masa Depan

Ali menjelaskan bahwa IKN dirancang agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar teknologi, melainkan juga mampu memproduksi dan menguasai inovasi sendiri. Ali menekankan pentingnya konsep prosumer, yakni menjadi produsen sekaligus konsumen teknologi. “Indonesia harus menjadi prosumer, producer sekaligus customer. Jika ingin maju pada 2045, kita tidak bisa terus menjadi penonton,” ujarnya.

Ali menambahkan bahwa transfer pengetahuan menjadi kunci dalam setiap uji coba. Hal ini memungkinkan industri nasional menguasai kemampuan produksi dan teknologi. Ia juga menegaskan bahwa perusahaan yang hanya ingin menjadi agen atau broker teknologi asing tidak akan mendapatkan dukungan penuh. Perusahaan yang ingin membangun dan memproduksi teknologi di dalam negeri akan mendapat dorongan maksimal.

IKN

Purwarupa taksi terbang IKN buatan Hyundai Motors Company dan Korean Aerospace Research Institute (KARI).

Penundaan Taksi Terbang di IKN

Meskipun demonstrasi taksi terbang berjalan mulus, Otorita IKN menunda penerapan moda transportasi udara ini untuk jangka pendek dan menengah. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa kebijakan transportasi harus menyesuaikan dengan kebutuhan riil, bukan sekadar daya tarik teknologi.

Saat ini, populasi IKN baru mencapai sekitar 7.000 pekerja konstruksi, sementara jumlah ASN, penduduk, dan profesional belum mencukupi untuk menjamin kelayakan ekonomi dan operasional taksi terbang. Oleh karena itu, Otorita IKN fokus membangun infrastruktur dasar, termasuk jalan, listrik, air, gedung lembaga negara, dan menyediakan kendaraan listrik darat (EV Bus) sebagai solusi mobilitas yang lebih realistis.

Transportasi Hijau dan Mobilitas Berkelanjutan

IKN memprioritaskan solusi transportasi hijau darat yang efisien dan ramah lingkungan. Bus listrik menjadi tulang punggung transportasi publik dalam waktu dekat, mendukung target IKN sebagai kota Net Zero Emission. Selain itu, pembangunan jalur pedestrian dan sepeda di lanjutkan secara masif untuk mendukung mobilitas mikro berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Demonstrasi teknologi lain, termasuk Kereta Otonom Tanpa Rel (ART), menunjukkan potensi transportasi nirawak. Namun, sistem ini masih memerlukan intervensi manual, sehingga belum siap untuk di terapkan secara luas. Otorita IKN merencanakan penerapan moda transportasi canggih baru pada fase 2040 hingga 2045, ketika inovasi teknologi di prediksi lebih matang, efisien, dan andal.

Kesimpulan

IKN membuktikan komitmen menjadi laboratorium teknologi global melalui uji coba POC yang sepenuhnya di tanggung penyedia teknologi. Pemerintah memberikan dukungan lokasi dan fasilitas, sambil memfokuskan sumber daya pada pembangunan infrastruktur dasar dan transportasi hijau darat. Walaupun taksi terbang berhasil di uji, Otorita IKN menunda implementasinya hingga teknologi lebih matang. Langkah ini memastikan IKN berkembang sebagai kota pintar berkelanjutan yang mengutamakan efisiensi, ramah lingkungan, dan mobilitas yang terjangkau bagi warganya.